PDF -PENGARUH KECEPATAN POTONG TERHADAP UMUR PAHAT HSS PADA PROSES - Cairan Pendingin pada Proses Manufaktur
Wait Loading...


PDF :1 PDF :2 PDF :3 PDF :4 PDF :5 PDF :6 PDF :7 PDF :8 PDF :9


Like and share and download

Cairan Pendingin pada Proses Manufaktur

PENGARUH KECEPATAN POTONG TERHADAP UMUR PAHAT HSS PADA PROSES

digilib its ac id public ITS Undergraduate 13675 pengaruh cairan pendingin bertekanan tinggi terhadap gaya potong, keausan tepi pahat, dan kekasaran permukaan pada proses bubut material aisi 4340 tugas akhir teknik manufaktur (tm091486) •2107 100 629 andi purwanto •ir bobby oedy p soepangkat, m sc, phd

Related PDF

Aplikasi Teori Graf dalam Penggunaan Cairan Pendingin pada


PDF

PENGARUH CAIRAN PENDINGIN BERTEKANAN TINGGI TERHADAP GAYA

digilib its ac id public ITS Undergraduate 13675 pengaruh cairan pendingin bertekanan tinggi terhadap gaya potong, keausan tepi pahat, dan kekasaran permukaan pada proses bubut material aisi 4340 tugas akhir teknik manufaktur (tm091486) •2107 100 629 andi purwanto •ir bobby oedy p soepangkat, m sc, phd dosen pembimbing
PDF

ANALISA PENGARUH PENDINGIN TERHADAP KEKERASAN BAHAN AISI 1045

simki unpkediri ac id mahasiswa file artikel 2016 12 1 dengan proses heat treatment (perlakuan panas), yang dilanjutkan dengan proses pendinginan (quenching) Dengan menggunakan bahan AISI 1045 kekerasan yang dicapai tergantung pada temperatur pemanasan, holding time, dan laju pendingin yang dilakuan pada perlakuan panas
PDF

BAB II TINJAUAN PUSTAKA 21 Proses Pemesinan

digilib unila ac id 7048 18 17 BAB II pdf dengan cairan pendingin yang dapat saja mengganggu kesehatan operator c Ongkos produksi lebih murah karena dapat mengurangi ongkos terhadap pembelian, penyimpanan dan penanganan limbah cairan pendingin d Tidak memerlukan pompa sebagai media penyemprotan pada cairan pendingin sehingga dapat menghemat penggunaan listrik
PDF

ARTIKEL Analisa Pengaruh Variasi Cairan Pendingin Terhadap

simki unpkediri ac id mahasiswa file artikel 2018 dd HRC, sedangkan tingkat kelurusan baja tertinggi terdapat pada cairan pendingin oli pada semua variasi suhu pemanasan dengan penyimpangan rata rata sebesar 0,02 Hasil analisis untuk kekerasan baja diketahui terdapat pengaruh signifikan antara variasi suhu pemanasan (p=0,002) dan variasi cairan pendingin (p=0,006) terhadap kekerasan baja
PDF

PENGARUH VARIASI PLUIDA PENDINGIN DAN GERAK MAKAN PADA PROSES

knep unud ac id img admin page attc 566c883ac371 pendingin oli Pada gerak makan yang berbeda dan menggunakan fluida pendingin yang sama, didapat nilai kekasaran permukaan yang paling rendah adalah menggunakan gerak makan sebesar 0,04 mm put sedangkan tertinggi menggunakan gerak makan sebesar 0,19 mm put Kata kunci Proses Milling, Kekasaran Permukaan, Cairan Pendingin ,gerak makan, Baja ST 42
PDF

BUKU PEGANGAN PRAKTIKUM LABORATORIUM PROSES MANUFAKTUR 1

pp1mesin ub ac id wp content uploads 2018 08 Buku MODUL PRAKTIKUM PROSES MANUFAKTUR I BUKU PEGANGAN PRAKTIKUM 3 3 Kontrol Utama Mesin Bubut Gambar 1 4 Main Controls Sumber Manualbook GAP BED Lathe CQ 6230A 1 910x310 MM GAP BED Lathe CQ 6230A 1 910x310 MM buatan Guangzhou Machine Tool Works adalah salah satu mesin bubut yang terdapat pada Laboratorium Proses Manufaktur
PDF

MESIN GERGAJI & LAS 1 TUJUAN PEMBELAJARAN

industrial uii ac id simanlab wp content uploads 2017 09 Kode Praktikum Proses Manufaktur Berlaku 01 09 2016 b Mesin gergaji piringan (Circular Saw) Diameter piringan gergaji dapat mencapai 200 sampai 400 mm dengan ketebalan 0,5 mm dengan ketelitian gerigi pada keliling piringan memiliki ketinggian antara 0,25 mm sampai 0,50 mm Pada proses penggergajian ini selalu digunakan cairan pendingin
PDF

PENGARUH KECEPATAN POTONG TERHADAP UMUR PAHAT HSS PADA PROSES


PDF

Caire Claim

Sourcebook on Public International Law - ResearchGate

covered by Article III of the Convention The possibility for claimant to evacuate part of his stock to Mexico before the damage occurred is taken into account in  is one the pertinency of which could only be considered in connection with the question of the validity of the

  1. Gustave Caire
  2. Caire case
  3. Caire
  4. Janes Claim
  5. See Caire Claim
  6. Caire Claim Case
  7. been material changes in the way the claim
  8. Caire claim
  9. Le Caire
  10. the “CAIRE Business”

CAIXA DE CAMBIO ZF 1650 MANUAIS DE SERVIÇO.pdf.pdf

Diseño, construcción y automatización del cambio de marchas de

Transmissões manuais e automatizadas ZF para caminhões, 16S1650HD elevada de todos os componentes da caixa de câmbio, especialmente das  Cajas de cambios automatizadas y manuales de ZF para camiones 16S1650HD S6 1550, S6 820, montada entre caja

  1. Transmissões manuais e automatizadas ZF para
  2. ZF Aftermarket
  3. Cajas de cambios automatizadas y manuales de ZF
  4. Atron Manual de mantenimiento
  5. FERSA SOLUTIONS ZF
  6. construcción y automatización del cambio de marchas de
  7. ZF
  8. ROTOR BOMBA OLEO CAIXA CAMBIO
  9. PASTILHA GARFO CAIXA CAMBIO 1ª 2ª 3ª 4ª
  10. Caixa de Câmbio

CAJA_AUTOMATICA_LAGUNA2_SU1

Fusible Laguna2 TL Chargement Gratuit Lire Des - Buerosuchede

CAJA AUTOMATICA LAGUNA2 SU1 Gestion Valvulas bb 8520 manual Fusible 10 32 (R LB) — Control del Arranque 11 140 Editado Ford Explorer

PDF HOJA DE DATOSproductinfo vtc volvo se files pdf AT2512C Spa 01 953808 pdf PDF hoja de datos Volvoproductinfo vtc volvo se APF ENH 20(gearbox 20version 20C) Spa 01 953584 pdf PDF Visualizar

el que es impensable comercializar un automóvil sin cambio automático Tampoco en Japón BMW, etc) o incluso se ofrecen cajas manuales de embrage pilotado como el BMW M3 o el propio Multitronic(Audi) o el Hypertronic(Nissan) Posiciones típicas de una caja automática

  1. caja de cambios
  2. CAMBIOS SECUENCIALES
  3. CAMBIOS AUTOMÁTICOS Y DERIVADOS
  4. nuevas tecnologías aplicadas en las cajas de velocidades
  5. Elaboración de un banco didáctio de una caja de cambios
  6. Transmisiones manuales
  7. TFG Caja de cambios epicicloidal
  8. Transmisiones automáticas.pdf
  9. reparación de la caja de cambios mecánica de un volkswagen
  10. MANUAL DEL CONDUCTOR

Caja de Cambios Desarmado

Caja de Cambios - Ford Sierra Net

PDF SECCIÓN 308 03 Caja de cambios manual Aficionados a la aficionadosalamecanica montaje desmontaje 20 20caja 20de 20cambios 20manual pdf PDF reparación de la caja de cambios mecánica de un volkswagen dspace

CAJA DE CAMBIOS MANUAL nissan primerap11

MANUAL DE INSTRUCCIONES - soledieselcom

risveepheme files wordpress 2015 10 caja de neiryveri files wordpress 2015 10 caja nesipenfu files wordpress 2015 07 manual de ealmepotes files wordpress 2015 10 manual gamediators nissan primera p10 1990 service fines de 1990, reemplazando al Nissan Bluebird

CAJA DE CAMBIOS VT 2014 B.pdf

Catálogo Técnico - Meldgaard Hydraulik A/S

cajas de cambios R1000, R1400, R1700, SR1400, SR1700 R1000, R SR 1400, R SR 1700, SR 1900, SR 2000, VT 1708, VT 2009B, VT 2014B, VT 2214B   2013 2014 manejando a las velocidades adecuadas dependiendo de las condiciones y La

  1. barras de horquilla pedal de cambio simple cubetas de
  2. cajas de cambios R1000
  3. VT 1708
  4. VT 2009B
  5. VT 2014B
  6. VT 2214B
  7. 2013-2014
  8. La caja de velocidades y el kilometraje en tu vehículo deben trabajar de
  9. PREGUNTAS DE PRACTICA PARA LA LICENCIA DE MANEJO EN VT
  10. b

Caja de cambios VT2412B (I-shift). Diagnostico.pdf

Hoja de datos - productinfovtcvolvose

Home back Next

Pendingin pada Proses Manufaktur

Description

CAIRAN PEMOTONG/PENDINGIN PADA PROSES MANUFAKTUR MAKALAH PEMESINAN

Ditulis untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah Proses Manufaktur II pada Program Studi D-IV Teknik Perancangan dan Konstruksi Mesin OLEH: → ADI SUCIPTO

JURUSAN TEKNIK MESIN POLITEKNIK NEGERI BANDUNG 2012

DAFTAR ISI DAFTAR ISI

3 BAB I

2 Tujuan

3 manfaat

2 BAB II

Pendahuluan 1

1Latar belakang cairan pendingin mempunyai kegunaan yang khusus dalam proses pemesinan

Selain untuk memperpanjang umur pahat,cairan pendingin dalam beberapa kasus,mampu menurunkan gaya dan memperhalus permukaan produk hasil pemesinan

Selain itu,cairan pendingin juga berfungsi sebagai pembersih/pembawa beram (terutama dalam proses gerinda) dan melumasi elemen pembimbing (ways) mesin perkakas serta melindungi benda kerja dan komponen mesin dari korosi

Bagaimana cairan pendingin itu bekerja pada daerah kontak antara beram dengan pahat

? Sebenarnya belumlah diketahui secara pasti mekanismenya

Secara umum dapat dikatakan bahwa peran utama cairan pendingin adalah untuk mendinginkan dan melumasi

Pada mekanisme pembentukan beram,

beberapa jenis cairan pendingin mampu menurunkan Rasio Penempatan Tebal Beram (λh) yang mengakibatkan penurunan gaya potong

Pada daerah kontak antara beram dan bidang pahat terjadi gesekan yang cukup besar,sehingga adanya cairan pendingin dengan gaya lumas tertentu akan mampu menurunkan gaya potong

Pada proses penyayatan,

kecepatan potong yang rendah memerlukan cairan pendingin dengan daya lumas tinggi

Sementara pada kecepatan potong tinggi memerlukan cairan pendingin dengan daya pendingin yang besar (high heat absorptivity)

Pada beberapa kasus,penambahan unsur tertentu dalam cairan pendingin akan menurunkan gaya potong,

karena bisa menyebabkan terjadinya reaksi kimiawi yang berpengaruh dalam bidang geser (share plane) sewaktu beram terbentuk

Beberapa peneliti menganggap bahwa sulfur (S) atau karbon tetraklorida (CCI4) pada daerah kontak (di daerah kontak mikro) dengan temperatur dan tekanan tinggi akan bereaksi dengan besi (benda kerja) membentuk FeS atau FeCI3 pada batas butir sehingga mempermudah proses penggeseran metal menjadi beram

Pada proses gerinda,

cairan pendingin mampu membantu pembersihan beram yang menempel di rongga antara serbuk abrasif,

sehingga mempermudah kelangsungan proses pembentukan beram

Dengan cairan pendingin temperatur tinggi yang terjadi di lapisan luar benda kerja bisa dikurangi,sehingga tidak merusak struktur metalografi benda kerja

Proses kimiawi diperkirakan juga terjadi dalam proses gerinda,oleh karena itulah cairan pendinginnya ditambahi beberapa unsur

Beberapa jenis cairan pendingin akan diulas pada sub bab pertama berkaitan dengan klasifikasi cairan pendingin dan garis besar kegunaannya

Pemakaian cairan

atau dikabutkan) akan dibahas kemudian dan dilanjutkan dengan pengaruh cairan pendingin pada proses pemesinan

Efektivitas cairan pendingin hanya dapat diketahui dengan melakukan percobaan pemesinan,karena mekanisme proses pembentukan beram begitu kompleks,

sehingga tidak cukup hanya dengan menelitinya melalui pengukuran berbagi sifat fisik/kimiawinya

Salah satu cara pemesinan yang relatif sederhana (cepat dan murah) untuk meneliti efektivitas cairan pendingin adalah dengan melakukan pembubutan muka (facing-test)

Tujuan dan Manfaat

Tujuan 1

Untuk mengetahui fungsi cairan pendingin pada proses manufaktur

Untuk mengetahui jenis-jenis cairan pendingin pada proses manufaktur

Untuk mengetahui cara pemakaian cairan pendingin pada proses manufaktur

Dapat mengetahui fungsi cairan pendingin pada proses manufaktur

Dapat mengetahui jenis-jenis cairan pendingin pada proses manufaktur

Dapat mengetahui cara pemakaian cairan pendingin pada proses manufaktur

Pembahasan 2

metode ini dilakukan untuk mencapai hasil meliputi: •

Mengurangi gesekan dan keausan,

sehingga meningkatkanmasa pakai alat dalam menyelesaikan permukaan bendakerja

Mendinginkan daerah pemotongan,

sehinggameningkatkan umur alat,

mengurangi suhu dan distorsipanas benda kerja

Mengurangi kekerasan saat pemotongan dan konsumsienergi

Mencegah bram pemotongan mengganggu prosespemotongan,

khususnya dalam proses seperti pengeboran

Melindungi permukaan mesin dari korosi lingkungan

Tergantung pada jenis operasi pemesinan,

cairan pemotongan mungkin diperlukan sebagai fungsi

Efektivitas cairan pemotong tergantung pada sejumlah faktor seperti jenis operasi pemesinan,

alat dan material benda kerja,kecepatan potong,

dan metode penggunaan cairan pemotongan

Air merupakan pendingin yang sangat baik dan dapat mengurangi suhu tinggi secara efektif dibarikan di daerah pemotongan

Namun air bukan pelumas yang efektif,

sehingga tidak mengurangi gesekan

Selain itu air menyebabkan karat benda kerja dan komponen mesin

Pada saat proses pemesinan,

tindakan pendinginan dengan cairan juga dapat merugikan

Telah terbukti bahwa cairan pemotongan dapat menyebabkan alat potong menjadi keriting dan dengan demikian panas lebih terkonsentrasi hanya dekat pada ujung alat potong yang membuat umur pahat berkurang

ada perubahan besar untuk mesin dengan proses potong kering,

berarti dengan sedikit menggunakan cairan pemotongan hingga mesin dengan proses yang kering

Minyak bahan campuran dan minyak sintetis,

biasanya digunakan untuk operasi kecepatan rendah dimana kenaikan suhu tidak signifikan

Emulsi (juga disebut minyak larut) adalah campuran minyak dan air,

umumnya digunakan untuk operasi kecepatan tinggi karena kenaikan suhu yang signifikan

Adanya air membuat emulsi pendingin sangat efektif

Semisynthetics adalah emulsi kimia mengandung sedikit minyak mineral,

diencerkan dengan air dan dengan zat aditif yang mengurangi ukuran partikel minyak membuat fluida inilebih efektif

Sintetis adalah bahan kimia dengan zat aditif yang diencerkan dengan air dan tidak mengandung minyak mengaliri

Ini adalah metode yang paling umum

Dalam beberapa operasi seperti pengeboran,

tekanan cairan di berkisar antara 700 sampai 14

Mist(kabut) Pendinginan ini digunakan karena pasokan cairan ke daerah-daerah pemotongan tidak dapat dilakukan,

mirip dengan menggunakan aerosol dan memberikan hasil yang lebih baik dibandingkan dengan mengaliri pendinginan

Sistem dengan bertekanan tinggi

Dengan peningkatan kecepatan dan peralatan modern mesin perkakas yang dikontrol dengan computer,

panas pada mesin menjadi faktor yang signifikan

Cara yang efektif adalah sistem pendingin yang menggunakan tekanan tinggi

Cairan pendingin diberikan ke daerah pemotongan dengan desain nozle yang sesuai

Tekanan yang digunakan biasanya dalam kisaran 5,5

-35 MPa,

berfungsi sebagai pendingin kondisi chipdimana chip yang digunakan akan berlangsung lamadan terus menerus

Proses penyaringan cairan jugasangat penting dilakukan untuk mempertahankankualitas kebersihan cairan

FLUIDA PENDINGIN (Coolant ) Fluida pendingin (Coolant) mempunyai kegunaan yang khusus dalam proses pemesinan

Cairan pendingin perlu dipilih dengan seksamasesuai dengan jenis pekerjaan yang dilakukan dengan mesin perkakas

Penggunaan cairan pendingin ini dapat dilakukan dengan berbagai caraseperti disemprotkan,

Efektivitas dari cairan pendingin ini hanya dapat diketahui dengan melakukan percobaan pemesinan

kita harus mengenal coolant sebagai suatu cara untuk menambah/memperpanjang umur pahat

Fungsi dari coolant secara umum adalah sebagai berikut : 5

Menurunkan temperatur pahat pada saat pemotongan

Menurunkan gaya potong

Memperpanjang umur pahat

Melumasi elemen pembimbing (ways)

Memperhalus atau memperbaiki kualitas permukaan benda kerja

Membersihkan geram dari bidang geram pada saat proses pemotongan

Proteksi korosi pada permukaan benda kerja yang baru terbentuk Jenis-Jenis Coolant

Secara umum coolant yang biasa dipakai dapat dikategorikan dalam dua jenis coolant ,

Air Blow Merupakan Coolant berupa tiupan udara yang dialirkan dari selang khusus

Coolant jenis ini digunakan untuk material yangcepat menangkap dan melepaskan panas 2

Water Blow Merupakan coolant yang berbentuk cair

Coolant ini biasanya digunakan pada material yang laju perpindahan panasnya lambat

Fluida pendingin (coolant) yang biasa dipakai dalam proses pemesinan dapat dikategorikan dalam empat jenis utama,

C a i r a n S i n t e t i k ( synthetic fluids,

chemical fluids) Cairan yang jernih atau diwarnai merupakan larutan murni (truesolutions) atau larutan permukaan aktif (surface active)

Pada larutan murni unsur yang dilarutkan tersebar antara molekul dan tegangan permukaan (surface tension) hampir tidak berubah

Larutan murni tidak bersifat melumasi tetapi hanya dipakai untuk sifat penyerapan panas yang tinggi dan melindungi dari korosi

Dengan menambah unsur lain yang mampu membentuk kumpulan molekul akan mengurangi tegangan permukaan menjadi cairan permukaan aktif sehingga mudah membasahi dan daya lumasnya naik

C a i r a n e m u l's i ( emulsions,

water soluble oil,emulsifiable cutting fluids)

Bila ditambahkan unsur lain seperti EP (Extreme Pressure Additives) daya lumasnya akan meningkat

C a i r a n s'e m i s'i n t e t i k ( semi synthetic fluids) Merupakan perpaduan antara jenis sintetik dan emulsi

Kandungan minyaknya lebih sedikit daripada cairan emulsi

Sedangkan kandungan pengemulsinya (molekul penurun tegangan permukaan )

Partikel lebih banyak daripada cairan sintetik

Partikel minyaknya lebih kecil dan tersebar

Dapat berupa jenis dengan minyak yang sangat jenuh (“super-fatted”) atau jenis EP (Exterme Pressure)

M i n y a k

Merupakan kombinasi dari minyak bumi (naphthenic,paraffinic),

minyak ikan atau minyak nabati

Viskositasnya bermacam-macam dari yang encer sampai dengan yang kentaltergantung pemakaianya

Pencampuran antara minyak bumi dengan minyak hewani atau nabati menaikkan daya pembasahan (wetting action) sehingga memperbaiki daya lumas

com/doc/76443516/53/Fungsi-Coolant

Pemakaian Coolant Adapun cara pemberian cairan pendingin (coolant)antara lain : 1

Manual (gambar )Bila mesin perkakas tak dilengkapi dengan sistem cairan pendigin,

misalnya mesin gurdi atau freis jenis “bangku”(bench drilling/milling machine) maka cairan pendingin hanyadipakai secara terbatas

Pada umumnya operator memakai kuasuntuk memerciki pahat gurdi,

atau freis dengan minyak pendingin

Penggunaan alat sederhana penetes oli yang berupa botol dengan selang beridameter kecil akan lebih baik karenamenjamin keteraturan penetesan minyak

Penggunaan pelumas padat (gemuk/vaselin,

atau Molybdenum –disulfide) yangdioleskan pada lubang –lubang yang akan di tap akanmenaikkan umur pahat pengulir (tapping tool) i

Dikucurkan / dibanjirkan ( flooding) Sistem pendingin yang terdiri atas pompa,

dimiliki oleh hampir semua mesin perkakas

Satuatau beberapa nozel dengan selang fleksibel diatur sehinggacairan pendingin disemprotkan pada bidang aktif pemotongan

Keseragaman pendinginan harus diusahakan dan bila perludapat dibuat nozel khusus

com/doc/76443516/53/Fungsi-Coolant 3

D'i t e k a n l'e w a t s'a l'u r a n p a d'a p a h a t Cairan pendingin dialirkan dengan tekanan tinggimelewati saluran pada pahat

Untuk penggurdian lubang yangdalam (deep Hole driulling

gun –drilling) atau pengefreisandengan posisi yng sulit dicapai dengan penyemprotan biasa

Spindel mesin perkakas dirancang khusus karena harusmenyalurkan cairan pendingin ke lubang pada pahat,

Dikabutkan(mist)

Partikelcairan sintetik,

semi –sintetik atau emulsi disemprotkanmelalui aspirator yang bekerja dengan prinsip sepertisemprotan nyamuk

Cairan dalam tabung akan naik melalui pipaberdiameter kecil karena daya vakum akibat aliran udaradiujung atas pipa dan menjadi kabut yang menyemprotkeluar

Jenis pengabut lain (pressure feed

lihat gambar ) menggunakan dua selang yang bersatu di nozel sehinggalebih mudah diarahkan semprotannya

Selang yang pertamamembawa udara tekan dan yang kedua membawa cairandaritabung yang diberi tekanan

Pengabut ini berukuran kecildan mudah dibuat dan dipasangkan pada bench drilling/ milling machines menggantikan

Pemakaiancairan

untuk memanfaatkan daya pendinginan karena penguapan

Pendingin jenis minyak jarang dikabutkan ( karena masalahasap) kecuali dalam penggerindaan pahat karbida misalnya pada pembuatan alur pematah geram (chip breaker ) dengan batugerinda intan

Karena kabut tidak dapat masuk ke dalamlubang yang realatif dalam,

maka teknik pegabutan ini jarangdipakai dalam proses gurdi (drilling)

Proses berlangsung karena adanya gerak relatif antara pahat dengan benda kerja

Akibat gerak relatif,

maka panas akan dibangkit pada daerah-daerah i

Akibat panas yang terjadi suhu pada pahat dan benda kerja menjadi meningkat

Akibat peningkatan suhu maka beban kejut termal selama proses pemotongan juga meningkat

Salah satu syarat dari pahat agar dapat melakukan pemotongan adalah kemampuan bahan pahat untuk menahan beban kejut termal

Akibat dari melemahnya pahat karena kenaikan suhu tersebut adalah terjadi kerusakan dan keausan pahat karena pahat tidak mampu lagi memberikan tegangan geser yang melebihi tegangan geser yang dimiliki oleh pahat

Kalau hal tersebut terjadinya maka efek yang dihasilkan sangatlah besar

Yang proses pemotongan tidak lagi mampu menghasilkan bentuk geometri dan toleransi yang ketat serta kualitas permukaan yang bagus,

sedangkan hal tersebut merupakan salah satu keunggulan dari proses pemesinan dibandingkan dengan proses-proses manufaktur yang lain

Untuk menghindari hal tersebut,

maka pada pahat biasanya diberikan pendingin (coolant) yang berfungsi untuk mendingin bagian yang berkontak sehingga tidak merubah sifat dari bahan khususnya bahan pahat

Metoda ini disebut dengan nama Metoda Wet Machining yang umum dipergunakan pada proses pemesinan

Secara umum jenis pendingin yang dipergunakan dapat dikelompokkan menjadi tiga jenis,

yaitu oil-based cutting fluids,

water-based cutting fluids dan Air Blow

Dari kelompok terse but,

maka pendingin yang berbasis minyak yang mempunyai kemampuan pendinginan yang baik,

kemudian diikuti oleh pendingin berbasis air

Hanya sayang,

rata-rata pendingin yang berbentuk cairan mempunyai kandungan unsur kimia yang dapat membahayakan bagi lingkungan sekitar maupun kesehatan manusia

Berpedoman kepada hal tersebut di atas,

maka para peneliti di bidang teknologi pemesinan mencoba melakukan berbagai penelitian agar penggunaan cairan pendingin ini dapat dikurangi

Alasan utama pengurangan ini adalah karena semakin lama biaya cairan pendingin semakin meningkat

Bahkan kalau diteliti dengan seksama,

cairan pendingin memberikan kontribusi sekitar 15% dari biaya produksi keseluruhan

Selain itu umumnya penggunaan cairan pendingin pada proses pemesinan tidak terkontrol dengan baik

Hal ini didasarkan pada asumsi semakin banyak cairan pending in maka proses pendinginan akah berlangsung dengan cepat

Secara teoritis asumsi di atas adalah benar kalau dipandang dari aspek material

Tapi kalau ditinjau dari aspek teknologi pemesinan,

maka asumsi tersebut belum tentu benar 100%

Penggunaan pendingin yang berlebihan belum menjamin bahwa kualitas produk yang dihasilkan akan menjadi lebih baik

Oleh karena itu pada penelitian ini dicoba meneliti mengenai pengaruh pemberian cairan pendingin terhadap parameter-parameter utama yang mempengaruhi kualitas produk hasil proses pemesinan,

yaitu kualitas permukaan dan laju keausan pahat

Dengan melihat pengaruh penggunaan pendingin ini,

maka akan dapat diketahui apakah pendingin harus dipergunakan dengan volume yang besar

Berbagai metoda telah dikembangkan dalam usaha untuk mengurangi penggunaan cairan pendingin ini,

seperti metoda near-dry machining dan mql (minium quantity lubrication) atau bahkan yang lebih ekstrim,

yaitu metoda dry machining (green manufacturing)

Tapi penelitian yang dilakukan lebih terbatas pada penggunaanya pada mesin-mesin perkakas kecepatan tinggi dengan pahat kemampuan tinggi

Oleh karena Indonesia sebagai negara berkembang pada umumnya industri pemesinannya masih mempergunakan mesin-mesin perkakas konvensional,

maka penelitian ini diarahkan pada kemungkinan penerapan basil penelitian untuk industri pemesinan di Indonesia

Pada penelitian ini mesin perkakas yang dipergunakan adalah mesin perkakas freis

Hal ini,

karena mesin perkakas freis mempunyai fungsi yang lebih lengkap clan mampu menghasilkan berbagai macam geometri dengan kualitas yang baik

Sedangkan data dikumpulkan dengan mempergunakan metoda Taguchi clan Faktorial yang secara umum akan mengurangi biaya clan waktu penelitian disebabkan jumlah data yang harus diambil tidak terlalu banyak untuk mendapatkan gambaran basil yang mendekati kondisi sebenamya

Dan untuk mendapatkan data dipergunakan alat ukur kekasaran permukaan Surface Roughness Tester serta alat ukur keausan pahat Tool Maker Microscope

Setelah dilakukan pengambilan data clan selanjutnya di plot dalam bentuk grafik,

maka terlihat bahwa untuk penggunaan pendingin berbentuk cairan,

jumlah volume pendingin tidak berpengaruh besar terhadap kualitas yang diperoleh

Oleh karena itu pendingin jenis ini tidak seharusnya dipergunakan secara berlebihan

Kalau pendingin jenis ini tidak dipergunakan secara berlebihan maka secara langsung akan menyebabkan biaya produksi dapat ditekan sedangkan secara tidak langsung akan mengurangi tingkat pencemaran yang disebabkan limbah clan kesehatan operator dapat terjaga dengan baik

Sedangkan untuk pendingin jenis udara tekan,

banyak volume menentukan terhadap kualitas permukaan clan umur pahat

Replacing and disposing dirty coolants is both costly and time-consuming

Nederman has solutions for cleaning and recycling coolants while also taking care of metal swarf and other waste material from production

Cuts your cost for buying and replacing expensive coolants Waste material free from oil and chemicals have higher value when recycled i

13 • •

Improved productivity and product quality Improved up time through rational coolant handling and constant filtration

Picture 1 Coolant recovery and recycling of cutting fluids (http://www

com/problems-we-solve/production-recycling/coolant-andcutting-fluid

while dirty coolant wears spindles,

Coolants polluted by leaked oil,

lose their original properties and start smelling

There are high costs involved in changing coolant,

? Present and future trends in the cost of oils and cutting compounds require the planning for recycling and reusing cutting fluids

Coolant management is the efficient means of looking after machining coolants

It requires the use of equipment to remove tramp oils,

and possibly for bacteria control

? Solids in the form of fine metal chips and particles from the machining process are the most common form of contamination

Tramp oils come from various sources such as lubricating oils from e

hydraulic oils from leaking seals on hydraulic rams,

cutting and corrosion prevention oils carried by the work piece and poorly mixed or poor quality coolant concentrates

Other contaminants that may require removal are metal soaps,

? The cost of purchasing Coolant is a relatively small operational expense in your workshop,

but it the way coolant is managed has a big impact on the majority of your other operational expenses,

The big advantages of coolant management are,

less frequent machine cleaning,

less risk of coolant pipe blockage and automatic top up of machine tools

Coolant management also improves the work environment by the reduction of bad smells and the reduction of risks of skin infections and other health problems

? Coolant management can be used in almost every machining application that uses water based emulsions as coolants,

de-burring fluids and grinding fluids

It can be applied as a single piece of equipment for a specific machine or as a compilation of equipment for a number of machines

Nederman offers several solutions for both coolant filtration aimed at removing solids as well as tramp oil separation

The solutions can be connected to a single machine or systems serving a group of machines

Nederman’s solution for the constant filtration of coolants in full flow is the “Presto” program

The coolant is cleared of sediment,

The “Perpetuum” type systems from Nederman work in by-pass mode,

circulating a part of the coolant flow from each machine and concentrating on the removal of floating tramp oils and particles

The starting point for the solution Nederman proposes will be your application and your requirements for automation level & maintenance

The coolant is cleared of sediment,

“Perpetuum” is another solution for coolant filtration for many machines working in groups

Investing in a coolant filtration system pays off very quickly

Improved productivity and product quality through rational coolant handling and constant filtration reduces stoppages for changes Reusing coolants = improved profitability

Pemotongan cairan telah digunakan dalam operasi mesin,

metode ini dilakukan untuk mencapai hasil meliputi: •

Mengurangi gesekan dan keausan,

sehingga meningkatkanmasa pakai alat dalam menyelesaikan permukaan bendakerja

Mendinginkan daerah pemotongan,

sehinggameningkatkan umur alat,

mengurangi suhu dan distorsipanas benda kerja

Mengurangi kekerasan saat pemotongan dan konsumsienergi

Mencegah bram pemotongan mengganggu prosespemotongan,

khususnya dalam proses seperti pengeboran

Melindungi permukaan mesin dari korosi lingkungan

Tergantung pada jenis operasi pemesinan,

cairan pemotongan mungkin diperlukan sebagai fungsi

Efektivitas cairan pemotong tergantung pada sejumlah faktor seperti jenis operasi pemesinan,

alat dan material benda kerja,kecepatan potong,

dan metode penggunaan cairan pemotongan

Air merupakan pendingin yang sangat baik dan dapat mengurangi suhu tinggi secara efektif dibarikan di daerah pemotongan

Namun air bukan pelumas yang efektif,

sehingga tidak mengurangi gesekan

Selain itu air menyebabkan karat benda kerja dan komponen mesin

Pada saat proses pemesinan,

tindakan pendinginan dengan cairan juga dapat merugikan

Telah terbukti bahwa cairan pemotongan dapat menyebabkan alat potong menjadi keriting dan dengan demikian panas lebih terkonsentrasi hanya dekat pada ujung alat potong yang membuat umur pahat berkurang

ada perubahan besar untuk mesin dengan proses potong kering,

berarti dengan sedikit menggunakan cairan pemotongan hingga mesin dengan proses yang kering

Air Blow

Merupakan Coolant berupa tiupan udara yang dialirkan dari selang khusus

Coolant jenis ini digunakan untuk material yangcepat menangkap dan melepaskan panas 2

Coolant ini biasanya digunakan pada material yang laju perpindahan panasnya lambat

Fluida pendingin (coolant) yang biasa dipakai dalam proses pemesinan dapat dikategorikan dalam empat jenis utama,

C a i r a n S i n t e t i k ( synthetic fluids,

Pada larutan murni unsur yang dilarutkan tersebar antara molekul dan tegangan permukaan (surface tension) hampir tidak berubah

Larutan murni tidak bersifat melumasi tetapi hanya dipakai untuk sifat penyerapan panas yang tinggi dan melindungi dari korosi

Dengan menambah unsur lain yang mampu membentuk kumpulan molekul akan mengurangi tegangan permukaan menjadi cairan permukaan aktif sehingga mudah membasahi dan daya lumasnya naik

C a i r a n e m u l's i ( emulsions,

water soluble oil,emulsifiable cutting fluids)

Yaitu air yang mengandung partikel minyak (5–20 µm) unsur pengemulsi ditambahkan dalam minyak yang kemudian dilarutkandalam air

Bila ditambahkan unsur lain seperti EP (Extreme Pressure Additives) daya lumasnya akan meningkat

C a i r a n s'e m i s'i n t e t i k ( semi synthetic fluids) Merupakan perpaduan antara jenis sintetik dan emulsi

Kandungan minyaknya lebih sedikit daripada cairan emulsi

Sedangkan kandungan pengemulsinya (molekul penurun tegangan permukaan )

Partikel lebih banyak daripada cairan sintetik

Partikel minyaknya lebih kecil dan tersebar

Dapat berupa jenis dengan minyak yang sangat jenuh (“super-fatted”) atau jenis EP (Exterme Pressure)

M i n y a k

Merupakan kombinasi dari minyak bumi (naphthenic,paraffinic),

minyak ikan atau minyak nabati

Viskositasnya bermacam-macam dari yang encer sampai dengan yang kentaltergantung pemakaianya

Pencampuran antara minyak bumi dengan minyak hewani atau nabati menaikkan daya pembasahan (wetting action) sehingga memperbaiki daya lumas

Figure 1 (http://www

com/doc/76443516/53/Fungsi-Coolant)

BAB III PENUTUP

Dengan menggunakan pendingin kita dapat mengurangi resiko- resiko yang mungkin timbul akibat panas tersebut seperti patahnya alat pemotong,

rusaknya benda kerja dan hasil kerja yang tidak maksimal

Periksa keadaan pendingin pada mesin 2

Gunakan selalu pendingin saat melakukan kerja 3

Gunakan pendingin yang masih bagus dan dapat bekerja maksimal

DAFTAR PUSTAKA http://www

com/doc/76443516/53/Fungsi-Coolant 16 MEI 2012 http://www

com/problems-we-solve/production-recycling/coolant-andcutting-fluid