PDF -DIAGNOSIS DAN PENATALAKSANAAN HEMANGIOMA - Hemangioma Dan Malformasi Vaskuler
Wait Loading...


PDF :1 PDF :2 PDF :3 PDF :4 PDF :5


Like and share and download

Hemangioma Dan Malformasi Vaskuler

DIAGNOSIS DAN PENATALAKSANAAN HEMANGIOMA

PDF BAB 2 HEMANGIOMA 2 1 Definisi, Etiologi, dan USU Repositoryrepository usu ac id bitstream 123456789 20963 Chapter 20II pdf PDF Hemangioma Pada Anak Kalbemed kalbemed Portals 6 08 253Hemangioma 20Pada 20Anak pdf PDF naskah publikasi

Related PDF

BAB 2 HEMANGIOMA 21 Definisi, Etiologi, dan - USU Repository

[PDF] BAB 2 HEMANGIOMA 2 1 Definisi, Etiologi, dan USU Repositoryrepository usu ac id bitstream 123456789 20963 Chapter 20II pdf
PDF

Hemangioma Pada Anak - Kalbemed

[PDF] Hemangioma Pada Anak Kalbemed kalbemed Portals 6 08 253Hemangioma 20Pada 20Anak pdf
PDF

naskah publikasi - Universitas Muhammadiyah Surakarta

[PDF] naskah publikasi Universitas Muhammadiyah Surakartaeprints ums ac id 22745 13 NASKAH PUBLIKASI pdf
PDF

1 BAB I PENDAHULUAN A Latar belakang Hemangioma adalah

[PDF] 1 BAB I PENDAHULUAN A Latar belakang Hemangioma adalah eprints ums ac id 30884 2 2 BAB I pdf
PDF

DIAGNOSIS DAN PENATALAKSANAAN HEMANGIOMA

Hemangioma adalah tumor jinak pembuluh darah, yang berasal dari kulit, mukosa trauma, viral onkogen, malformasi vaskular sementara tipe campuran
PDF

Hemasitometer

37 BAB III METODE PENELITIAN Jenis penelitian ini adalah

A hemacytometer (also spelled hemocytometer) is an etched glass chamber with raised sides that will hold a quartz coverslip exactly 0 1 mm above the chamber  A hemacytometer is a microscope chamber slide with a small (3mm x 3mm) square etched onto the surface The slide has a

  1. Use of a Hemacytometer PJ Hansen
  2. Cell Counts using a Hemacytometer
  3. hemasitometer
  4. seperti hemasitometer
  5. Using a hemacytometer to count cells
  6. A hemacytometer
  7. di antara gelas penutup hemasitometer melebar
  8. hemasitometer dibiarkan 10
  9. then counted by a hemacytometer
  10. Hemasitometer dilakukan dengan bantuan gaya kapiler

Hematochezia

2016 Acute Lower GI Bleeding

PDF The Relationship between the Presentation of Hematochezia and pdf s semanticscholar 02821f479ed171d8be82b64bf50cdedb2200 pdf PDF Acute colitis presenting with hematochezia in a patient with chronic turkjgastroenterol sayilar 284 buyuk 233 pdf PDF

  1. hematochezia causes
  2. o hematochezia
  3. hematochezia differential diagnosis
  4. hematochezia treatment
  5. recurrent hematochezia
  6. hematochezia vs melena
  7. complications of hematochezia
  8. hematochezia treatment guidelines

Hematologia MIR Preguntas 10

españa - Grupo CTO

PDF Guía de estudio Hematología en 12 días Grupo CTO ctomedicina alumno mir12 pdf plan hm 12 pdf PDF Hematología Grupo CTO ctomedicina universidades pdf DESGLOSES HM pdf PDF Examen

Hematologie Clinica Studenti

Telefoane interioare sectii - hosptmro

rezidentiat ms ro curricule hematologie pdf 4 5 HEMOBIOLOGIE ŞI HEMATOLOGIE TRANSFUZIONAL Ă 2 luni 4 5 1 Tematica lec iilor conferin ă (34 ore) 1 Imunologia si genetica grupelor sanguine eritrocitare; Sisteme de grup eritrocitare cu semnificatie clinica (OAB, Rh, Kell Cellano, Kidd, Duffy –MNSs, Ja,

Hematologie Clinica

V1 LA MUTATION JAK2 V617F ET SYNDROMES

PDF Analize Laborator Investigatii Hematologie Clinica MMCUAVmmcuav analize laborator investigatii hematologie clinica rezultate pdf PDF Hematologie Clinica Pt Scribddb aussietheatre au hematologie clinica pt scribd pdf pdf PDF Hematologie Clinica Pt Scribd Comdb aussietheatre au hematologie

hematology review

Single-board hematology fellowship track: a 10-year - Blood Journal

PDF Hematology review austincc edu mlt clin1 hematology review1 pdf PDF List of Progress in Hematology "Review Series" 2016 2017 ***2017 jshem or jp List Citation PIH 16 17 20170915 282 29 pdf PDF Hematology & Oncology Part 1

  1. hematology review questions
  2. haematology notes pdf
  3. hematology review quizlet
  4. red cell indices ppt
  5. hematology for dummies pdf
  6. hematology test
  7. introduction to hematology pdf
  8. hematology ppt

HEMATOM INTRASEREBRAL TRAUMATIK

Delayed Traumatic Intracerebral Hematoma after Compound

PDF Delayed Traumatic Intracerebral Hemorrhage For How Many Hours jcam tr files JCAM 3841 pdf PDF Intracerebral Hematoma Its Pathology and JAMA Network jamanetwork journals 652413 archneurpsyc 77 5 002 pdf

  1. intracerebral hemorrhage
  2. intracerebral hematoma
  3. intracranial hemorrhage radiology assistant
  4. subdural hematoma
  5. intracerebral hemorrhage pathophysiology

Hematoma Epidural

Management of the Head Injury Patient

ajnr content ajnr 20 7 1365 full pdf D,Sagittal T2 weighted image shows that the hematoma is slightly hyperintense to cord with focal hypointensity (arrows) E,Axial CT image, obtained during percutaneous sampling of the epidural mass (described in the methods), shows the tip of the needle within

Hématomes intracrâniens

Les Hémorragies Intracrâniennes - seminaires iris

PDF Hématomes intra crâniens Campus de Neurochirurgiecampus neurochirurgie IMG article PDF article 419 pdf PDF 10 Les hématomes intracrâniens aigus Ouammou Y Campus de campus neurochirurgie pdf 10 Les hmatomes intracrniens aigus Ouammou Y

Home back Next

Description

PENDAHULUAN Istilah hemangioma yang digunakan sangatlah luas

Hemangioma digunakan sebagai istilah untuk menjelaskan berbagai kelainan perkembangan vaskuler,

termasuk di dalamnya penyakit akibat malformasi vaskular

Banyak klasifikasi-klasifikasi serta kemiripannya secara klinis membuat klinisi sulit membedakan lesi atau tumor akibat malformasi vaskuler dengan lesi atau tumor akibat hemangioma

Adanya kesalahpahaman konsep bahwa kebanyakan dari lesi atau tumor ini akan menghilang secara spontan dalam tahun-tahun awal kehidupan mengakibatkan terjadinya kesalahan diagnosa

Akibatnya,

lesi atau tumor yang harus diberikan perawatan malah dibiarkan saja

Pasien dalam hal ini akan dirugikan

Untuk mengurangi kesalahan akibat banyaknya klasifikasi kelainan vaskuler,

pada tahun 1982 John Mulliken dan Julie Glowacki membuat klasifikasi tumor vasoformatif yang didasarkan pada gambaran histologi dan perilaku biologi lesi ke dalam dua kelompok besar,

yaitu hemangioma dan malformasi vaskuler

Klasifikasi ini paling banyak diterima dan dipakai di dunia

HEMANGIOMA Definisi Hemangioma merupakan tumor jinak pembuluh darah yang berproliferasi dari sel-sel endotelium pembuluh darah diikuti involusi terus menerus meyebabkan kelainan yang merupakan hasil dari anomali perkembangan pleksus vaskular

Lesi ini lebih sering terjadi pada wanita dibanding pria dengan rasio 3:1

Lesi hemangioma tidak ada pada saat kelahiran

Mereka bermanifestasi pada bulan pertama kehidupan,

menunjukkan fase proliferasi yang cepat dan perlahan-lahan berinvolusi menuju bentuk lesi yang sempurna

Etiologi Sampai saat ini etiologi hemangioma masih belum jelas,

ada banyak hipotesis yang menyatakan tentang etiologi hemangioma

Namun proses angiogenesis memegang peranan penting

Sitokin,

seperti basic fibroblast growth factor (bFGF) dan vascular endothelial growth factor (VEGF) telah terbukti berhubungan dengan proses angiogenesis

tumor necrosis factor-beta (TNF-β) dan transforming

(TGF-β)

Patofisiologi Ada beberapa hipotesis yang dikemukakan mengenai patofisiologi dari hemangioma,

diantaranya menyatakan bahwa proses ini diawali dengan suatu proliferasi dari sel-sel endotelium yang belum teratur dan dengan perjalanan waktu menjadi teratur dengan membentuk pembuluh darah yang berbentuk lobus dengan lumen yang berisi sel-sel darah

Sifat pertumbuhan endotelium tersebut jinak dan memiliki membran basalis tipis

Proliferasi tersebut akan melambat dan akhirnya berhenti

di dalam fetus terbentuk endotelium immature bersama dengan pericyte yang juga immature yang memiliki kemampuan melakukan proliferasi terbatas dimulai pada usia 8 bulan sampai dengan 18 bulan pertama masa kehidupan setelah dilahirkan maka pada usia demikian terbentuk hemangioma

Selama aktivitas proliferasi endotelium terjadi influks sejumlah sel

mast dan tissue inhibitors of metalloproteinase (TIMP atau inhibitor pertumbuhan jaringan)

Proliferasi endotelium kembali normal setelah fase proliferasi berhenti atau involusi

Sebagian besar hemangioma akan mengalami involusi spontan pada usia 5-7 tahun atau sampai usia 10-12 tahun

Klasifikasi dan Gambaran Klinis Beberapa klasifikasi telah digunakan untuk mengelompokkan berbagai bentuk hemangioma,

tetapi tidak seluruhnya dijelaskan secara rinci

Pada tahun 1982 Mulliken dan Glowacki memperkenalkan skema klasifikasi hemangioma berdasarkan pemeriksaan fisik,

sifat klinik dan selular dari lesi

Mereka membagi tumor vasoformatif ke dalam dua kategori yaitu hemangioma dan malformasi vaskular

yang terdiri atas hemangioma kapiler pada anak (nevus vasculosus,

(2) hemangioma kavernosum dan (3) hemangioma campuran

Malformasi vaskular lebih lanjut terbagi menjadi malformasi arterial,

mengklasifikasikan hemangioma menjadi hemangioma kapiler,

hemangioma kavernosa dan hemangioma arterivenosa

Hemangioma kapiler merupakan yang paling sering ditemukan,

karena warnanya disebut juga hemangioma stroberi

Hemangioma juvenile lebih sering ditemukan pada daerah parotis,

hemangioma kavernosa umumnya diameternya lebih besar serta melibatkan struktur yang lebih dalam

Hemangioma arterivenosa merupakan suatu keadaan dimana terjadi hubungan yang abnormal antara arteri dan vena

hemangioma hipertrophik/angioblastik,

hemangioma metastase (menyebar),

nevus vinosus atau port-wine stain,

dan telangiektasia hemoragik herediter

Lesi pada hampir seluruh kasus hemangioma muncul saat bayi baru lahir dan meningkat pada tahun pertama

Menurut laporan Watson dan McCarthy,

Daerah yang paling sering terkena lesi adalah kepala dan leher yaitu sekitar 56% kasus,

sementara sisanya dapat terjadi pada enam sampai tujuh permukaan kulit tubuh

Gambaran klinis Gambaran klinis hemangioma bervariasi sesuai dengan jenisnya

Hemangioma kapiler (nevus strawberry) tampak sebagai bercak merah menyala,

yang dapat timbul pada berbagai tempat pada tubuh

Berbeda dengan hemangioma kapiler,

lesi pada hemangioma kavernosum tidak berbatas tegas,

dapat berupa makula eritematosa atau nodus yang berwarna merah sampai ungu

Bila ditekan mengempis dan akan cepat menggembung kembali apabila dilepas

Lesi berupa tumor yang lunak,

berwarna merah kebiruan yang pada perkembangannya dapat memberikan gambaran keratotik dan verukosa

Sebagian besar ditemukan pada ekstremitas inferior dan biasanya unilateral

Diagnosa Banding Penentuan diagnosis hemangioma dilihat dari riwayat pasien dan pemeriksaan klinis yang tepat

Secara klinis diagnosis hemangioma tidaklah sulit,

Diagnosis banding dari hemangioma adalah terhadap tumor kulit lainnya yaitu limfangioma,

malformasi vaskular kongenital,

dan herediter hemorragik telangiektasis (Rendu-Osler-Weber Syndrome)

Penatalaksanaan Ada berbagai jenis terapi hemangioma dengan keuntungan dan kerugian masingmasing

Secara umum penatalaksanaan hemangioma dapat dibagi menjadi terapi secara konservatif (observasi) di mana secara alamiah lesi hemangioma akan mengalami perubahan dalam bulan-bulan pertama,

kemudian mencapai besar maksimum dan setelah itu terjadi regresi spontan sekitar usia 12 bulan

Lesi terus mengadakan regresi sampai usia lima tahun

Selain perawatan secara konservatif,

lesi hemangioma juga dapat dilakukan secara aktif yaitu tindakan bedah,

beberapa diantaranya adalah eksisi,

Eksisi biasanya jarang dilakukan karena hemangioma cenderung untuk berdarah

Eksisi dilakukan dengan cara dikombinasikan dengan skleroterapi untuk mengurangi perdarahan tersebut

Ada beberapa jenis laser seperti : yellow light laser,

Nd: YAG laser,

Argon laser,

Carbondioxide laser

Tindakan bedah mnggunakan Argon laser telah dikenal dalam memberikan hasil yang lebih baik

Terdapat tanda-tanda pertumbuhan yang terlalu cepat,

misalnya dalam beberapa minggu lesi menjadi 3-4 kali lebih besar

Hemangioma yang besar dengan trombositopenia

Tidak ada regresi spontan,

misalnya tidak terjadi pengecilan sesudah 6-7 tahun

Penatalaksanaan dengan radiasi pada tahun-tahun terakhir sudah banyak ditinggalkan karena penyinaran berakibat kurang baik pada anak-anak yang pertumbuhan tulangnya masih aktif,

komplikasi perawatan berupa keganasan yang terjadi dalam jangka waktu lama,

dan menimbulkan fibrosis pada kulit yang masih sehat yang akan menyulitkan bila diperlukan suatu tindakan

Sedangkan pengobatan dengan kortikosteroid dilakukan untuk jenis hemangioma stroberi,

Kortikosteroid yang dipakai adalah prednisone,

yang mengakibatkan hemangioma mengadakan regresi

MALFORMASI VASKULER Pendahuluan Pembuluh-pembuluh darah pertama kali muncul pada umur janin 2 minggu diantara ektoderm dan membentuk daerah vaskuler yang terpisah-pisah

Kemudian terbentuk suatu jenis sel baru,

yang seperti mesoblast berasal langsung dari primitive streak

Sel-sel ini akan berkumpul dan membentuk suatu masa yang padat dan kemudian membentuk suatu pleksus

Di dalam pleksus ini akan berbentuk lumen dan di dalamnya terkumpul plasma

Sel-sel yang di tepi berbentuk lumen dan di dalamnya terkumpul plasma

Sel-sel yang ditepi berbentuk gepeng menjadi endotel,

sedangkan sel-sel darah merah terbentuk dari sisa angioblast yang sebelah lumen

Sel darah merah akan melepaskan diri dan terbawa oleh plasma

Dengan demikian terjadilah apa yang disebut pulau-pulau vaskuler dengan sedikit demi sedikit di dalamnya akan terkumpul hemoglobin

Semua pembuluh darah dalam tubuh dibentuk dari pleksus ini

Pada deferensiasi selanjutnya berkembang menjadi sistem arteri vena,

dapat terjadi malformasi dimana satu atau lebih hubungan arteri vena ini menetap atau tidak diserap

Maka terjadilah hubungan anomali antara arteri dan vena

Hal ini dapat pula terjadi sepanjang hidup seseorang oleh banyak hal,

tetapi luas serta beratnya manifestasi klinik dapat mengejutkan

Sistem arteri,

vena dan limfe dapat terlibat sendiri-sendiri atau bersamaan seperti pada sindrom Parker-Weber,

Malfucci,

Diagnosis dan manajemen dari malformasi vaskuler bawaan ini membutuhkan pendekatan multidisipliner dan meliputi pengetahuan patofisiologi pembuluh darah

Kita harus menentukan berapa jauh investigasi yang diperlukan pada pasien malformasi vaskuler

Bila gejala klinik menunjukkan bahwa sesuatu dapat dilakukan maka tantangan pertama adalah menentukan pendekatan masalahnya

Bila tidak,

maka keinginan untuk investigasi sebaiknya diganti dengan pikiran sehat serta pertimbangan demi kebaikan pasien

Harus diingat bahwa tumor dengan kaya vaskularisasi mungkin menyerupai malformasi vaskuler,

dan harus dibedakan dengan biopsi

diklasifikasikan lagi atas dasar tipe pembuluh darah yang dominan dan sifat aliran:1

Kelainan dengan aliran lambat,

Kelainan dengan aliran cepat,

Pembuluh serebral dan dural berkembang dari pembuluh darah primitif yang berasal dari jaringan mesodermal sekeliling tabung neural

Perkembangan vaskuler serebral dibagi kedalam lima tahap oleh Streeter pada 1918:1 1

Pembentukan pleksus primitif kanal dari cord angioblas

Diferensiasi menjadi kapiler,

Stratifikasi vaskulatur kedalam sirkulasi eksternal,

Penyusunan kembali kanal vaskuler untuk membentuk penyesuaian terhadap perubahan besar pada struktur kepala sekitar 5

Diferensiasi histologis lanjut kebentuk pembuluh dewasa

Klasifikasi Beberapa klasifikasi telah diajukan sejak Virchow (18-51),

yang membagi tumorserebrovaskuler ke dalam angioma kavernosum dan angioma karena perubahan vaskuler,

Cushing

kavernosumadalah neoplasma sejati dan mengklasifikasikan malformasi vaskuler kedalam (1) telangiektasia,

dan (3) angioma arterial (arteriovenosa)

McCormick (1966) mengklasifikasikan malformasi vaskuler kedalam lima kategori: (1) telangiektasia (angioma kapilari),

dan (5) malformasi venosa (angioma)

Klasifikasi ini paling banyak dianut saat ini

terjadi gangguan perkembangan embriologis dari network vaskuler,

sehingga network ini masih tersisa pada saat perkembangan terhanti

Gangguan terkumpulnya darah diantara shunt/hubungan singkat antara arteri dan vena yang di hubungkan oleh pembuluh darah yang mengggumpal yang disebut dengan nidus

Pembuluh darah di sini memiliki karakteristik yang berbeda dengan pembuluh darah normal,

dimana pembuluh darah pada nidus tidak meiliki sub epithelial subtance,

adanya ikatan anrat lapisan yang kuat ( mudah berdarah),

dan berdinding tipis serta tidak mempunyai daya kontakilitas

Yang membedakan dengan glioma adalah nidus ini dalam pencitraan MRI,

pada nidus AVM di antara pembuluh darah tidak ditemukan adanya parenchime otak,

sedang pada glioma di dapatkan adanya parenchime otak

Komponenya adalah Arteri/feeder,

Red Vein/vena yang mengandung banyak oksigen/out floow

Prevalensinya 0,14% Presentasinya:20,21 1

Hemorrhage/ perdarahan 50% 2

Kejang 3

Mass effect,

biasanya mass effect menekan struktur di sekitarnya seperti CPA AVM yang bermanifestasi trigeminal neuralgia,

tapi mass effectnya bukan mass effect seperti pada glioma dengan lateralisasi

Ini yang membedakan gloma dengan AVM 4

Ischemia: steal phenonena/karena aliran shunt/hubungan pendek ini maka organ di sekitarnya jadi kekurangan darah,

sehingga menyebabkan ischemia 5

Head ache

Bruit: biasanya diserati dengan dural AVM 7

PeninggianICP 8

Hemorhage/perdarahan,

puncak perdarahan 15-20 tahun 10% mortality 30-50 % morbidity,

kemudian kemungkinan untuk rebleeding pertahunnya 6-10%

Evaluasi dengan MRI ditemukan flow void,

high intensity Angiography untuk mengetahui angioarchitecthure dari AVM: pembesaran artery,

Draining vein

Gradingnnya dengan Spletzer-martin yaitu:20,21 1

Ukuran kecil 6cm 2

Lokasi non eloquent 0 eloquent 1

Drainase Vein Superficial vein 0 Deep vein 1 Pembedahan,

Namun utntuk sampai pembedahan perlu di pertimbangkan banyak hal

Grading splatzer,

artery pun perlu menjadi perhatian utama,

jika feeder diffuse akan mempersulit pembedahan

Drainase yang diffuse pun masalah dalam pembedahan

Masalah yang perlu diperhatikan adalah rebleeding post operasi karena kacaunya sirkulasi disekitar bekas operasi

Maka perlu di berikan propranolol 20mg qid selama tiga hari

Labetolol untuk mengendalikan MAP 70

Deteriorasi post operasi:20,21 1

Normal perfusion pressure breaktrough :post op hemorrhage

Occlusive hyperemia

Rebleeding

Radiation

Stereotactic radiosurgery efektif pada kasus yang kecil 2,5-3 cm

Malformasi vena adalah yang paling sering dijumpai,

dan kira-kira dua per tiga dari seluruh kelainan vaskuler bawaan

Kelainan ini harus dibedakan dengan varises,

dan malformasi vaskuler lainnya

Trombosis

Malformasi vena Perjalanan penyakit Refluk,

Sudah ada sejak lahir,

lama kelamaan dapat menjadi lebih parah Morbiditas Gejala jelas Gejala lebih berat,

sering terjadi trombosis Bentuk nyata Vena yang berkelok-kelok Warna kebiruan yang karena fungsi katup yang melibatkan jaringan rusak subkutan Gambaran histologi Dinding vena dengan Dinding pembuluh dengan kerusakan jaringan elastik lapisan otot tipis,

serta parah sesuai penyakit lapisan endotel yang tipis dan kaku

Diagnosis dimulai dengan evaluasi klinik yang cermat

Adanya hipertrofi jaringan,

varises vena dan noda hemangioma kapiler memberi kesan suatu mutasi genetik yang terdiri atas sindrom klippel-trenaunay,

Parker-Weber dan Sturges-Weber

Malformasi vena serta fistel arteri vena bawaan akan mengakibatkan hipertensi vena dan seterusnya menjadi CVI

Kelainan tulang dan tulang rawan sering dijumpai pada sindrom malfucci,

sedangkan pada hemangioma luas dengan flebolit sebaiknya diperiksa jaringan lunak dan skelet

Pemeriksaan dengan doppler dua arah dapat memperagakan refluks pada sistem vena tepi,

batasan vena abnormal pada sindrom klippel-trenauanay,

yang melebar pada fistel arteri vena

Duplek scanning yang berwarna menunjukkan tempat serta luasnya refluks,

ada atau tidaknya sistem vena dalam,

adan aneurisma vena yang sering (5-20%) menyertai malformasi vena bawaan

Dengan pletismografi diukur pertambahan aliran darah pada pasien dengan fistel arteri vena

Kateterisasi jantung kadang diperlukan untuk menentukan fungsi jantung dan luasnya shunting atau pintasan pada pasien dengan fistel arteri vena

Kateterisasi jantung kadang diperlukan untuk menentukan fungsi jantung dan luasnya shunting (pintasan) pada pasien dengan fistel arteri-vena luas

Dalam hal ini arteriografi seri atau digital computed arteriografy (CTangio) akan membantu menentukan daerah luas dan beratnya shunting

Descending flebografi dilakukan untuk menentukan refluks dan menemukan ketidakhadiran katup,

sedangkan ascending flebografi dipakai untuk menentukan serta menemukan distribusi sistem kolektor perforator dan derajat aplasi atau hipoplasi dari sistem vena

MRI sanggup menegakkan diagnosis atresia vena besar dan memeragakan lokalisasi kolektor vena yang abnormal serta distribusi malformasi diantara jaringan lunak

Pemeriksaan radiologi biasa dapat dipakai untuk evaluasi derajat osteolisis dan perpendekan atau pembesaran tulang

Limfoskintografi dianjurkan bila ada kemungkinan terlibatnya istem limfe

protein-S atau kelainan antitrombin lainnya

Trombositopenia dan kelainan perdarahan sering ditemui pada hemangiomatosis

Biopsi jaringan diperlukan,

karena degenerasi keganasan sering menghasilkan koreng menahun,

seperti Enchondroma dan degenerasi ganas pada hemangiomatosis

Perawatan harus dilakukan oleh ahli khusus dengan memakai alat canggih,

seperti embolisasi dengan kelereng silikon atau eksisi luas dengan ligasi bila mungkin

Hubungan ini memang banyak terdapat pada masa pembentukan sistem sirkulasi,

tetapi berobliterasi sebelum lahir

Banyak ahli berpendapat bahwa pada hakekatnya suatu hemangioma adalah suatu fistula

seperti juga apa yang disebut circoid aneurism atau pulsating haemangiom

Faktor yang dapat mempercepat timbulnya gejala klinik adalah pubertas,

Darah dalam arteri mengalir ke vena melalui fistula dan hanya sebagian kecil mengalir ke distal

Volume darah yang mengalir dalam fistula tergantung dari besarnya fistula dan arteri mana yang terlibat

Pada fistula antara aorta dan vena kava inferior misalnya dengan cepat akan mengakibatkan kelainan jantung,

sedangkan fistula yang sama besarnya antara arteri dan vena femoralis dapat berlangsung bertahun-tahun tanpa ada kelainan jantung

Fistula di panggul,

abdomen dan ekstremitas bawah sering menyebabkan pembesaran jantung dari pada fistula di kepala,

Fistula ini sering-sering multipel,

tapi untunglah biasanya terdapat di lengan atas dan bawah

maka daerah ini akan terasa dingin dan agak sianotik serta membengkak,

Juga terlihat pelebaran dari pembuluh darah vena dan kadang-kadang terdapat ulserasi

Gambaran klinik dari fistula arteri vena bawaan ini berbeda-beda dari naevus cutaneus sampai deformitas yang luas dan dapat merusak seluruh muka,

karena itu dapat memberi gambaran seperti ganas

Darah vena di daerah fistula ini lebih merah daripada darah di vena yang sehat,

karena saturasi zat asam yang lebih tinggi

Biasanya penderita datang dengan keluhan pelebaran pebuluh vena,

perubahan warna dan suhu dari anggota yang terlibat

Kadang-kadang ada palpitasi,

takhikardi atau kelainan jantung lain yang ringan

Di daerah fistula terdengar bising dan teraba getaran,

dan apabila daerah ini ditekan maka nadi akan menurun yang disertai dengan meningginya tekanan sistole dan diastole

Diagnosis pasti didapat dengan arteriografi dimana terlihat pengisian arteri dan vena secara simultan oleh bahan kontras

Tanda radiologi pada angiogram adalah:22 1

Dilatasi pembuluh arteri yang masuk ke fistula 2

Arteri yang keluar dari fistula tidak terlihat 3

Daerah fistula penuh dengan tumpukan arteri 4

Pengisisan yang relatif cepat pada vena yang keluar dari fistula Fistula dapat juga diketahui pada destruksi tulang,

kelainan kulit seperti nevus teleangiektasi

Tanda lain di klinik kita lihat edema dan ekstemitas hipertrofi

Sering kita

jumpai kelainan berupa varises di daerah fistula

Fistula dapat pula ditemui pada thoraks,

biasanya tidak memberikan hasil yang memuaskan

Lebih baik mengangkat seluruh tumor vaskuler,

walaupun kadang-kadang secara teknik sukar dilakukan

Menutup semua arteri yang menuju fistula,

misalnya pada fistula arteri vena di daerah bahu melakukan ligasi pada a

Embolisasi memakai gelfoam atau butylcyanoacrylaat yang didorong dengan kateter sampai ke dekat ujung arteri yang bocor

Semua ini dilakukan dengan pertolongan gambar di layar rontgen

Embolisasi dapat pula dilakukan untuk menutup aneurisma otak,

perdarahan di saluran pencernaan atau di pinggul kecil

Biarpun hasil embolisasi ini dapat menghilangkan fistula tapi dapat terjadi nekrose di daerah distal dari fistula

Urutan perwatan fistula arteri vena adalah sebagai berikut:22 1

Reseksi total dari fistula arteri vena 2

Bila tidak mungkin,

Reseksi fistula dan peroperatif embolisasi 4

Embolisasi sisa fistula 5

Ligasi arteri yang bocor 6

Ligasi semua arteri di daerah fistula 7

Amputasi bagian yang mengalami nekrose Pasien dengan kelainan anomali vaskuler mungkin pula mempunyai bentuk koagulasi yang tidak normal,

dan akan bereaksi dengan bahan tertentu

Karena itu kita harus berhati-hati memilih bahan sklerotik bila akan melakukan skleroterapi atau embolisasi

Tidak semua bahan skeroterapi sama bahkan ada yang berbahaya pada perawatan malformasi arteri-vena

seperti platelet dan fibrinogen yang menurun,

dan perubahan d-dimer dari negatif ke positif,

dan dengan demikian dapat menambah resiko perdarahan,

Skleroterapi atau embolisasi dapat dilaksanakan dengan memakai cyanocrilic,

DAFTAR PUSTAKA

Gresham T

Richter and Adva B

Friedman

Hemangiomas and VascularMalformations: Current Theory andManagement

Hindawi Publishing Corporation International Journal of Pediatrics Volume 2012

A Novel In Vitro Human Model of Hemangioma

Mod Pathol 13(1):92–99

Soheil S Dadras et

Infantile hemangiomas are arrested in an early developmental vascular differentiation state

Modern Pathology 17,

Multipotential stem cells recapitulate human infantile hemangioma in immunodeficient mice

Journal of Clinical Investigation,

ProQuest Biology Journals

Van An Nguyen,

Infantile hemangioma is a proliferation of LYVE-1-negative blood endothelial cells without lympathic competence

Modern Pathology

Sarafian,

Differential expresion of ABH histo-blood group antigens and LAMPS in infatile hemangioma

Journal of Molecular Histology,

36:455-460

Zhi Jun Sun,

Activation of PI3K/Akt/IKK-α/NF-kB signaling pathway is required for apoptosis-evasion in human salivary adenoid cystic carsinoma: its inhibiton by quercetin

Apoptosis,

15:850-863

Mohamed,

Cycline D1 gene amplification in proliferating hemangioma

Cell Tissue Res,

A Chiu,

Clonal X-chromosome inactivation suggests that splenic cord capillary hemangioma is a true neoplasm and not a subtype of splenic hamartoma

Modern Pathology,

108–116

2011 10

Karen L'MacKenzie,

Multipel stage of malignant transformation of human endothelial cells modelled by co-expression of telomerase reverse transcriptase,

SV40 T antigen and oncogenic N-ras

Oncogene 21:4200-4211

2002 11

Soheil S Dadras,

Infantile hemangiomas are arrested in an early developmental vascular differentiation state

Modern Pathology,

2004 12

Hui-Yu Ho,

Surgical Management of Giant Hepatic Hemangiomas: 13

Complications and Review of the Literature

Surgery for hepatic hemangiomas

Vincent C

Surgery: The Treatment of Choice for Hemangiomas

Semin Plast Surgery,

2006 15

Chang Bei Shi,

Continuous low-dose-rate radiation of radionuclide phosporus32 for hemangiomas

Cancer Biotherapy and Radiopharmaeuticals,

Volume 27,

Number 3

2012 16

Adriana Maria da Silva Serra,

Therapeutic management of skin hemangiomas in children

An Bras Dermatol,

2010 17

Ian G Fleetwood and Gary K Steenburg

Arteriovenous Malformations

The Lancet,

ProQuest Biology Journals

2002 18

Expression of Growth Factors in Endotheliocytes in Vascular Malformations

Bulletin of Experimental Biology and Medicine,

Volume 47,

Number 3

2009 19

Vascular Endothelial Growth Factor and Type 2 Receptor for This Factor in Vascular Malformation

Bulletin of Experimental Biology and Medicine,

Volume 150,

Number 4

2011 20

Miikka Vikkula

Angiogenomics: towards a genetic nasology and understanding of vascular anomalies

Eroupean Journal of Human Genetics,

15,821-822

2007 21

Hua Wang,

Transformation of vascular endothelial cells by a point mutation in the Tie2 gene from human intramuscular haemangioma

Oncogene,

8700-8704

2004 22

Claudio P,

Enrica R,

Immunodetection of the signal tranducer and activator of transcription-3 in canine haemangioma and haemangiosarcoma

Research in Veterinary Science,

80:186-188