PDF -Seminar Nasional - Biodiversitas - UNS - FORMULASI SUSPENSI .docx
Wait Loading...


PDF :1 PDF :2 PDF :3 PDF :4 PDF :5 PDF :6 PDF :7 PDF :8 PDF :9


Like and share and download

FORMULASI SUSPENSI .docx

Seminar Nasional - Biodiversitas - UNS

PDF Formulasi Sediaan Suspensi hort iastate edu formulasi sediaan suspensi pdf PDF Formulasi Sediaan Suspensi Esy esjrucm esy es 5ec7513 formulasi sediaan suspensi pdf PDF Teknologi Sediaan Sirup Paracetamol Esy esjryeh esy es 1aea6d2 teknologi sediaan sirup paracetamol

Related PDF

Formulasi Sediaan Suspensi

[PDF] Formulasi Sediaan Suspensi hort iastate edu formulasi sediaan suspensi pdf
PDF

Formulasi Sediaan Suspensi - Esyes

[PDF] Formulasi Sediaan Suspensi Esy esjrucm esy es 5ec7513 formulasi sediaan suspensi pdf
PDF

Teknologi Sediaan Sirup Paracetamol - Esyes

[PDF] Teknologi Sediaan Sirup Paracetamol Esy esjryeh esy es 1aea6d2 teknologi sediaan sirup paracetamol pdf
PDF

Formulasi Sirup Kering

[PDF] Formulasi Sirup Kering doctor kharkov demo medstar ua formulasi sirup kering pdf
PDF

Download Web Design Document Example PDF - Book library

[PDF] Download Web Design Document Example PDF Book librarynew legislation securite tn web design document example pdf
PDF

Dunia Farmasi Emulsi Iyanvalidasi

[PDF] Dunia Farmasi Emulsi Iyanvalidasikampanje gromstad auto no dunia farmasi emulsi iyanvalidasi pdf pdf
PDF

Smashing Webkit

[PDF] Smashing Webkitapidb ticketsimply smashing webkit pdf
PDF

History Alive Ancient World Workbook Answers - Xamarin

[PDF] History Alive Ancient World Workbook Answers Xamarinstaging macapi xamarin history alive ancient world workbook answers pdf
PDF

Seminar Nasional - Biodiversitas - UNS

(corresponding author) dalam file berformat doc atau docx untuk pemeriksaan dan Untuk menghitung aktivitas enzim selulase, suspensi miselium jamur A niger dalam Eguia et al(2009) yang menyebutkan formula gigi rostrum dorsal
PDF

PDF FORMULASI SUSPENSI ERITROMISIN MENGGUNAKAN eprints ums ac id 8074 1 K100050258 pdf PDF formulasi suspensi siprofloksasin menggunakan suspending agent eprints ums ac id 8175 2 K100050273 pdf

  1. jurnal formulasi suspensi antasida pdf
  2. evaluasi sediaan suspensi pdf

Formulas

Water Treatment Mathematical Formulas - TNgov

FORMULAS SYMBOLS 2 0 1 4 G E D ® P R O G R A M GED® and GED Testing Service® are registered trademarks of the American Council on Education SAT Math Must Know Facts Formulas Numbers, Sequences, Factors Integers

  1. formulas & symbols
  2. Must-Know Facts and Formulas
  3. ACT Math Facts & Formulas Numbers
  4. helpful formulas
  5. Trigonometric Formula Sheet
  6. Provided Exam Formulas
  7. ETA Common Formulas
  8. Geometry Formula Sheet
  9. Water Treatment Mathematical Formulas
  10. College Algebra Formulas and Rules

Formulation and Evaluation of Effervescent Tablets of Paracetamol

Formulation and Evaluation of Fast Disintegrating Tablets of

irjponline admin php uploads 752 pdf pdf formulation and evaluation of effervescent tablets of aceclofenac Palanisamy P* 1 , Rabi Abhishekh 1 , D Yoganand Kumar 2 1 Vinayaka Mission’s College of Pharmacy , Vinayaka Missions University Salem, Tamil Nadu, India sphinxsai PTVOL3 PT= 56,RAVI

Formule - Analitička geometrija u ravni

II ANALITIČKA GEOMETRIJA PROSTORA - ttfunizghr

tkrajina github io Salabahteri analiticka geometrija pdf Analitiˇcka geometrija ravnine – osnovne formule Udaljenost izmedu dvije toˇckeT1(x1,y1)iT2(x2,y2) x 2 1 1 2 1 2 1 2 T(x,y) apscisna os apscisna os y x ordinatna os y elfak ni ac rs praktikumi analiticka geometrija

FORMULE BAC SUBIECTUL III

E_d_chimie_organica_2018_var_model

Geometrie 23 7 1 Vectori

  1. Formule
  2. Memoratoare Bacalaureat
  3. SINTEZE DE BACALAUREAT
  4. Examenul de bacalaureat naţional 2015 Proba E. d
  5. subiectul 3
  6. Fituici Bacalaureat
  7. Subiectul al III-lea
  8. Examenul de bacalaureat naţional 2017 Proba E. d
  9. Examenul de bacalaureat naţional 2018 Proba E. d
  10. Examenul de bacalaureat naţional 2015 Proba E

Formule chimice pentru substante chimice uzuale

FIŞA CU DATE DE SECURITATE Azot, refrigerat, lichid SECȚIUNEA 1

PDF Formule chimice Lorentz JÄNTSCHIlori academicdirect courses AnionsCations pdf PDF substanţe chimice Vertic vertic Chemical 20products 20 20Romanian pdf PDF Reguli Tehnice pentru Substanţe Periculoase (TRGS 600)* inspectmun ro site GHID 20SUBSTANTE 20CHIM

PDF SINTEZE DE BACALAUREAT – ELECTRICITATE manualdefizica ro wp content SINTEZE DE BAC pdf PDF Memo Fizica Memoratoare Bacalaureat memoratoare bacalaureat ro presstern memorator fizica pdf PDF Curentul electric filadelfia

  1. sinteza bac fizica mecanica
  2. sarcina electrica formula
  3. fizica electricitate pdf
  4. tensiunea electrica
  5. electricitate fizica bac

Formule fizica cls VI-VIII

Download Probleme Rezolvate Fizica Clasa A 10 A Formule Online

PDF Formule Fizica Clasa A 6 A Formule Online Oncologia D'Or mi oncologiador br formule fizica clasa a 6 a formule online probleme si pdf PDF Formule Fizica Clasa A 6 A Formule Online Probleme Siold medialoot

PDF NOVA KOTLOVI NA CVRSTO GORIVO termometalbl Uputstvo Nova 20Termometal pdf PDF krušne peći i peći za pečenje kruha na drva Vitcas vitcas uploads drive Craotian Product Catalogue pdf PDF

Home back Next

SI SUSPENSI

Description

PORTOFOLIO FTS LIQUID FORMULASI SEDIAAN SUSPENSI

OLEH Hendri Martadiana

AKADEMI FARMASI PUTRA INDONESIA MALANG Oktober 2014

BAB I PENDAHULUAN 1

contohnya sediaan padat yaitu pil,

Tetapi tidak banyak orang yang dapat mengkonsumsi sediaan tersebut

Dengan berkembangnya teknologi,

para ahli bidang farmasi membuat sediaan cair (liquid) berupa larutan,

Munculnya sediaan ini juga sangat berguna bagi masyarakat luas khususnya bagi orang yang tidak dapat mengkonsumsi sedian pil,

dan kapsul seperti anak-anak dan manula

Sediaan liquid seperti suspensi merupakan sediaan yang juga sering digunakan dalam pengobatan

Sediaan suspensi merupakan sediaan yang mengandung partikel padat tidak larut yang terdispersi dalam fase cair

Sediaan suspense ini memiliki keuntungan yaitu obat dalam suspense ini rasanya lebih enak dari pada sediaan larutan,

karena rasa obat yang tergantung kepada kelarutannya

Oleh karena itu,

pada praktikum FTS Liquid akan dibuat bagaimana cara pembuatan sediaan liquid ini seperti suspensi

Dengan melakukan praktikum diharapkan dapat mengetahui cara pembuatan sediaan liquid,

dapat mengaplikasikannya dengan membuat formulasi dan dapat mengevaluasi pada sediaan yang telah dibuat untuk mendapatkan hasil yang baik

untuk membuat formulasi dari sediaan suspensi,

dan mengetahui evaluasi dari sediaan suspensi ini

agar kita semua dapat membuat sediaan dalam bentuk suspensi dan memformulasikannya sendiri

BAB II DASAR TEORI 2

hal 32 Suspensi adalah sediaan yang mengandung bahan obat padat dalam bentuk halus dan tidak larut,

terdispersi dalam cairan pembawanya

hal 17 Suspensi adalah sediaan yang mengandung partikel padat tidak larut yang terdispersi dalam fase cair

hal 149 Suspensi adalah sediaan yang mengandung bahan obat padat dalam bentuk halus dan tidak larut,

terdispersi dalam cairan pembawa

hal 3 Suspensi adalah sediaan cair yang mengandung obat padat,

tidak melarut dan terdispersi sempurna dalam cairan pembawa,

atau sediaan padat terdiri dari obat dalam bentuk serbuk sangat halus,

dengan atau tanpa zat tambahan yang akan terdispersikan sempurna dalam cairan pembawa yang ditetapkan

hal 985 Suspensi merupakan sistem heterogen yang terdiri dari dua fase

Fase kontinue atau fase luar umumnya merupakan cairan atau semi padat,

dan fase terdispersi atau fase dalam terbuat dari partikel-partikel kecil yang pada dasarnya tidak larut,

tetapi seluruhnya dalam fase kontinue

Zat yang tidak larut bisa dimasukkan untuk absorpsi fisiologi atau untuk fungsi pelapisan dalam dan luar

sediaan cair mengandung partikel padat yang terdispersi dalam pembawa cair dengan bahan pengaroma yang sesuai dan ditujukan untuk penggunaan oral

sediaan cair mengandung partikel-partikel padat yang terdispersi dalam pembawa cair yang ditujukan untuk penggunaan kulit

sediaan cair mengandung partikel-partikel halus yang ditujukan untuk diteteskan pada telinga bagian luar

sediaan cair steril yang mengandung partikel-partikel yang terdispersi dalam cairan pembawa untuk pemakaian pada mata

Syarat suspensi optalmik :

 Suspensi untuk injeksi adalah sediaan berupa suspense dalam medium cair yang sesuai dan tidak disuntikkan secara intravena atau ke dalam larutan spinal

yaitu larutan hidokoloid seperti tilose,

 Penggunaan prinsip-prinsip flokulasi untuk membentuk flok,

meskipun terjadi cepat pengendapan,

tetapi dengan penggojokan ringan mudah disuspensikan kembali 2

Hubungan antara ukuran partikel merupakan perbandingan terbalik dengan luas penampangnya

Sedangkan antar luas penampang dengan daya tekan keatas merupakan hubungan linier

Artinya semakin besar ukuran partikel maka semakin kecil luas penampangnya

 Kekentalan/viskositas Kekentalan suatu cairan mempengaruhi pula kecepatan aliran dari cairan tersebut,

makin kental suatu cairan kecepatan alirannya makin turun (kecil)

Hal ini dapat dibuktikan dengan hukum ” STOKES”

Ket: V = Kecepatan Aliran d'= Diameter Dari Partikel p = Berat Jenis Dari Partikel p0 = Berat Jenis Cairan g = Gravitasi ŋ = Viskositas Cairan  Jumlah partikel/konsentrasi Apabila didalam suatu ruangan berisi partikel dalam jumlah besar,

maka partikel tersebut akan susah melakukan gerakan yang bebas karena sering terjadi benturan antara partikel tersebut

Benturan itu akan menyebabkan terbentuknya endapan dari zat tersebut,

oleh karena itu makin besar konsentrasi partikel,

makin besar kemungkinan terjadinya endapan partikel dalam waktu yang singkat

 Sifat atau muatan partikel Dalam suatu suspensi kemungkinan besar terdiri dari beberapa macam campuran bahan yang sifatnya tidak terlalu sama

Dengan demikian ada kemungkinan terjadi interaksi antar bahan tersebut yang menghasilkan bahan yang sukar larut dalam cairan tersebut

Karena sifat bahan tersebut sudah merupakan sifat alami,

maka kita tidak dapat mempengaruhi

Ukuran partikel dapat diperkecil dengan menggunakan pertolongan mixer,

Sedangkan viskositas fase eksternal dapat dinaikkan dengan penambahan zat pengental yang dapat larut kedalam cairan tersebut

Bahan-bahan pengental ini sering disebut sebagai suspending agent (bahan pensuspensi),

umumnya besifat mudah berkembang dalam air (hidrokoloid)

yaitu:  Bahan pensuspensi dari alam

Bahan pensuspensi dari alam yang biasanya digunakan adalah jenis gom / hidrokoloid

Gom dapat larut atau mengembang atau mengikat air sehingga campuran tersebut membentuk mucilago atau lendir

Dengan terbentuknya mucilago maka viskositas cairan tersebut bertambah dan akan menambah stabilitas suspensi

Kekentalan mucilago sangat dipengaruhi oleh panas,

Chondrus,

Tragacanth ,

Hectorit dan Veegum  Bahan pensuspensi sintesis

karboksi metil selulosa (CMC),

didispersi didalam cairan pembawa

Umumnya sebagai cairan pembawa adalah air

Dalam formulasi suspensi yang penting adalah partikel – partikel harus terdispersi betul di dalam air,

mendispersi serbuk yang tidak larut dalam air,

Hal ini di sebabkan karena adanya udara,

lemak dan lain – lain kontaminan pada permukaan serbuk  Metode Prespitasi Dengan pelarut organik dilakukan dengan zat yang tidak larut dalam air,dilarutkan dulu dalam pelarut organik yang dapat dicampur dengan air,

lalu ditambahkan air suling dengan kondisi tertentu

Pelarut organik yang digunakan adalah etanol,

Yang perlu diperhatikan dengan metode ini adalah control ukuran partikel,

yaitu terjadinya bentuk polimorf atau hidrat dari kristal 2

yang dapat memperlambat terlepasnya obat

karena rasa obat yang tergantung kelarutannya

1987 ) 2

pada suspense disebut fase terdispersi,

bahan ini mempunyai kelarutan yang tidak larut di dalam pendispersi

 bahan tambahan bahan suspense atau suspending agent Bahan pensuspensi yaitu bahan tambahan yang berfungsi mendispersikan partikel tidak larut dalam pembawa dan meningkatkan viskositas sehingga kecepatan sedimentasi diperlambat Macam-macam suspending agent yang digunakan

Na-CMC,

silicon dioksida Suspending agent berfungsi mendispersikan partikel tidak larut kedalam pembawa dan meningkatkan viskositas sehingga kecepatan pengendapan bisa diperkecil

Mekanisme kerja suspending agent adalah untuk memperbesar kekentalan (viskositas),

tatapi kekentalan yang berlebihan akan mempersulit rekonstitusi dengan pengocokan

Suspensi yang baik memepunyai kekentalan yang sedang

Disamping itu penggunaan

suspending agent dapat menurukan tegangan antar permukaan antar dua partikel yang tidak bisa saling tercampur yaitu zat aktif dan cairan pembawa

 Bahan Pembasah Humektan digunakan tergantung dari sifat permukaan padat cair bahan aktif

Serbuk sulit dibasahi air disebut hidrofob,

dan serbuk mudah dibasahi oleh air disebut hidrofil,

Zinci Oxydi,

Magnesi carbonas

Dalam pembuatan suspense penggunaan humektan sangat berguna dalam penurunan tegangan antar muka dan pembasah akan dipermudah

Mekanisme kerja humektan adalah menghilangkan lapisan udara pada permukaan zat padat,

sehingga zat padat dan humektan lebih mudah kontak dengan pembawa

Beberapa contoh humektan antara lain gliserin,

pada sediaan suspense ibuprofen ini bahan pembasah menggunakan sorbitol

 Pemanis Pemanis berfungsi untuk memperbaiki rasa di sediaan

Dilihat dari hasil kalori yang dihasilkan dibagi menjadi dua yaitu berklori tinggi dan berkalori rendah

Adapun pemanis tinggi misalnya sakarin,

Sedangkan pemanis kalori rendah misalnya laktosa

Zat pemanis yang dapat meningkatkan gula darah atau memiliki nilai kalor yang tinggi dan dapat digunakan dalam formulasi untuk pengobatan diabetes pada sediaan suspense Ibuprofen sebagai pemanis menggunakan syrup simplex

 Pengawet Penambahan bahan lain dapat pula dilakukan untuk menambah stabilitas suspensi,

antara lain tambahan bahan pengawet

Bahan ini sangat diperlukan terutama untuk suspensi yang menggunakan hidrokoloid alam,

karena bahan ini sangat mudah dirusak oleh bakteri

Sebagai bahan pengawet dapat digunakan butil p

Disamping itu banyak pula digunakan garam komplek dari mercuri untuk pengawet,

karena memerlukan jumlah yang kecil,

tidak toksik dan tidak iritasi

Misalnya fenil mercuri nitrat,

 pewarna dan pewangi Bahan pewarna dan pewangi harus sesuai dengan rasa sediaan

Contoh pewarna adalah carmin dan caramel,

dan contoh pewangi adalah Oleum Menthae,

Oleum Citrii

 bahan pembawa Sebagai bahan pembawa untuk suspensi adalah air dan minyak 2

partikel terflokulasi terikat lemah,

cepat mengendap pada penyimpanan tidak terjadi cake dan mudah tersuspensi kembali

Flokulasi :

dimana terjadi agregasi akhirnya terbentuk cake yang keras dan sukar tersuspensi kembali

Secara umum sifat-sifat dari partikel flokulasi dan deflokulasi adalah : Deflokulasi :

Penilaian stabilitas suspense  volume sedimentasi Salah satu syarat dari suatu suspensi adalah endapan yang terjadi harus mudah terdispersi dengan pengocokan yang ringan,

sehinggga perlu dilakukan pengukuran volume sedimentasi

Volume sedimentasi adalah suatu rasio dari volume sedimentasi akhir (Vu) terhadap volume mula-mula dari suspensi (Vo) sebelum mengendap

Volume sedimentasi dapat mempunyai harga dari 1  derajat flokulasi Adalah suatu rasio volume sedimen akhir dari suspensi flokulasi (Vu) terhadap volume sedimen akhir suspensi deflokulasi (Voc)  metode reologi Metode ini dapat digunakan untuk membantu menentukan prilaku pengendapan dan pengaturan pembawa dan sifat yang menonjol mengenai susunan partikel dengan tujuan perbandingan

Metode reologi menggunakan viscometer Brookfield

 perubahan ukuran partikel Digunakan cara Freeze-thaw cycling yaitu temperature diuturunkan sampai titik beku,

lalu dinaikkan sampai mencair kembali (>titik beku)

Dengan cara ini dapat dilihat pertumbuhan Kristal dan dapat menunjukkan kemungkinan keadaan berikutnya setelah disimpan lama pada temperature kamar

Yang pokok yaitu menjaga tidak akan terjadi perubahan ukuran partikel,

distribusi ukuran dan sifat Kristal

Pengemasan dan penandaan Semua suspensi harus dikemas dalam wadah mulut lebar yang mempunyai udara diatas cairan sehingga dapat dikocok dan mudah dituang

Kebanyakan suspensi harus disimpan dalam wadah yang tertutup rapat dan terlindung dari pembekuan,

panas yang berlebihan dan cahaya

Suspensi perlu dikocok setiap kali sebelum digunakan untuk menjamin distribusi zat padat yang merata dalam pembawa sehingga dosis yang diberikan seiapkali tepat dan seragam

Pada etiket harus juga tertera “Kocok Dahulu”

Evaluasi stabilitas suspense 

Organoleptis menggunakan alat indra meliputi bau,

Homogenitasmengetahui tingkat tercampurnya sediaan suspensi topical secara merata

Uji daya sebarmengetahui kemampuan menyebarnya sediaan pada kulit

Evaluasi laju sedimentasimengetahui kecepatan pengendapan dari partikel-partikel suspensi

Volume sedimentasiperbandingan dan volume endapan yang terjdi terhadap volume awal dari suspensi sebelum mengendap setelah suspensi didiamkan

Waktu Redispersimencampurnya zat aktif dengan pelarut

Viskositas  mengetahui kekentalan dari suatu sediaan

Kelarutan

Volume sediaan

BAB III FORMULASI 3

Formulasi standar (Fornas hal : 66) Komposisi

Tiap 5 ml mengandung: Chloramphenicoli Palmitas setara dengan Chloramphenicolum

Carboxymethylicellulosum Natricum

Polysorbatum-80

Prophylenglycolum

Sirup simplex

Aqua destila hingga

Catatan : 1

Pada etiket harus juga tertera: a

Kesetaraan kloramfenikol b

Daluwarsa 2

Dokter Bambang Sip : 432

Soekarno Hatta Telp

Malang,

20-10-2014

Kloramfenikol

S t dd 1 c

Pro : Santi Alamat : Jl

Tlogomas III Malang

Monografi Bahan

Chloramfenikol Palmitas (FI IV : 195) Kloramfenikol palmitat mempunyai potensi setara dengan tidak kurang dari 555 dan tidak lebih dari 595

Pemerian Serbuk hablur,

Kelarutan tidak larut dalam air

mudah larut dalam eseton dan dalam kloroform

sangat sukar larut dalam heksana

Khasiat Antibiotik yang mempunyai aktifitas bakteriostatik dan pada dosis tinggi bersifat bakterisid

Aktifitas anti bakterinya bekerja dengan menghambat sintesis protein dengan jalan meningkatkan ribosom,

ini merupakan langkah penting dalam pembentukan ikatan peptida

Kloramfenikol efektif terhadap bakteri aerob gram positif dan beberapa bakteri aerob gram negative

Dosis Lazim : sekali 250-500mg ,

Karboksimetilselulosa Natrium (FI IV,

hal 175) Pemerian Serbuk atau granul

higroskopis Kelarutan Mudah terdispersi dalam air membentuk larutan kolodial,

dalam eter dan dalam pelarut organic lain

Khasiat Suspending Agent,

penstabil suspense (konsentrasi 0,1

-1,0 %)

Digunakan CMC-Na karena CMC Na akan didapat warna jernih jika digunakan dalam suspendinga agent karena diperoleh dengan menggunakan pemanasan dan pengadukan

Dispersi

mempertahankan viskositasnya dengan baik selama waktu yang lama pada suhu kamar

CMC Na dapat larut dengan mudah dalam air panas atau dingin membentuk larutan yang kental yang bertindak sebagai suspending agent yang baik

Viskositas maksismum pada pH 7-9

Viskositas rendah pada pH 3,5-4,5

Struktur nonionik CMC-Na membuatnya stabil pada range pH 1-10

Perlu ditambahkan pengawet karena bersifat higroskopik

CMC-Na lebih memiliki waktu sedimentasi lama daripada PGA

Polysorbatum-80 (FI IV hal : 687) Nama lain : Polisorbat-80,

Pemerian Cairan kental seperti : jernih,

khas methanol P,sukar larut dalam paraffin cair P dan dalam minyak biji kapas P

Khasiat Zat taambahan (pembasah)/weating agent 0,1-3% (handbook of excipient hal : 227) Tween 80 dapat digunakan sebagai zat pengemulsi,

zat pendispersi atau pensuspensi Tween juga telah digunakan secara luas dalam bidang kosmetik,

dan sediaan farmasetika baik dalam penggunaan secara peroral,

parenteral maupun topikal dan tergolong zat yang nontoksik dan iritan

Propilenglikol (FI IV hal : 712) Nama lain

Pemerian Cairan kental

menyerap air pada udara lembab

Kelarutan Dapat bercampur dengan air,

larut dalam eter dan dalam beberapa minyak esensial

tetapi tidak dapat bercampur dengan minyak lemak

Khasiat Zat tambahan dan pelarut (FI III,

(Handbook,

secara luas dalam formulasi sediaan farmasi,

industri makanan maupun kosmetik,

dan dapat dikatakan relatif non toksik

Dalam formulasi ini,

propilenglikol digunakan sebagai pelarut untuk kloramfenikol

Kloramfenikol sendiri tidak larut dalam air maka dipilih propilenglikol untuk melarutkannya

Sirup simplex (FI III hal : 557) Nama lain : Sirup gula Pemerian Cairan jernih,

Cara pembuatan : Larutkan 65 bagian sukrosa dalam larutan metil paraben 0,25 % b/v qs hingga diperoleh 100 bagian sirup

Terdiri dari 64 bagian gula dan 36 bagian air

hal 516) Kegunaan : sebagai pemanis

Aqua destila

Nama lain

Pemerian Cairan jernih,

Perhitungan bahan 

Chloramphenicol

= 125mg / 5 ml x 60 ml = 1500 mg = 1,5 g

Palmitat

CMC-Na = 50 mg / 5 ml x 60 ml = 600 mg = 0,6 g Air yang dubutuhkan untuk pembuatan CMC-Na = 0

Polysorbatum-80

= 25 mg / 5 ml x 60 ml = 300 mg(0,3g)

Propylen glikol

Syrup simplex

Sisa akuades

Alat dan bahan Alat

Timbangan

Kloramfenikol palmitat

Anak timbangan

Propilengliol

Gelas ukur

Beaker glas

Polysorbatum-80 (Tween 80)

Cawan menguap

Sirup simplex

Batang pengaduk

Aquadest

Botol coklat Mortir Stemper

Cara Kerja : 1

Disetarakan timbangan 2

Dikalibrasi botol 60 mL 3

Dikalibrasi beaker glas 12 mL untuk air panas

Timbang CMC sebanyak 0,6 g,

tambahkam air panas aduk hingga menbentuk mucilago

Timbang propilenglikol 12 g dan polysorbatum-80 300 mg pada masing-masing cawan yang telah ditara 6

Timbang kloramfenikol palmitat 2,61 g 7

Campur propilenglikol dan polisorbat,

aduk kemudian masukkan kloramfenikol sambil diaduk ad homogen pada cawan 8

Semua campuran dituangkan pada CMC-Na sambil diaduk lalu encerkan dengan sirup simpleks 18 ml,

Ditambahkan aquadest ad 60 ml (sampai tanda batas)

Diberi etiket putih dan label (dikocok terlebih dahulu

Dikocok terlebih dahulu

PUTRA INDONESIA Jln

Barito 5 Malang Telp

Tgl 06-06-2014

Santi 3x Sehari 1 sendok makan Sebelum / Sesudah / Sedang makan

Formulasi Standar (Fornas hal: 172) Komposisi :

Tiap 100 ml mengandung : Camphora

Aethanolum 90%

Calci Hydroxydi solution

Zat pengemulsi yang cocok 1,5 g Oleum Rosae

Aquadest destila hingga

Catatan : 1

Emulgator yang digunakan dianjurkan campuran 90% Natrium setostearilalkohol dan 10% Natrium Laurilsulfat sebanyak 1,5 g 2

Etanol 90% dapat diganti dengan spiritus ketonatus atau spiritus bakar

Formulasi Rancangan Dokter Candra Sip : 432

Soekarno Hatta Telp

Malang,

20-10-2014

R/ Lotio Kummerfeld 60 mL S

Umur :17 tahun Alamat : Jl

Tlogomas III Malang

Monografi bahan 

Sulfur Praecipitatum/Belerang Endap (FI IV hal: 771)

Pemerian Serbuk amorf atau serbuk hablur renik

Kelarutan Praktis tidak larut dalam air,

sangat mudah larut dalam karbon disulfide

sukar larut dalam minyak zaitun

praktis tidak larut dalam etanol

Khasiat : sebagai Antiskabies (FI III hal: 159) Keterangan: berfungsi sebagai bakterisid untuk melawan bakteri penyebab jerawat

Dimana konsentrasi pemakaian topikal dengan konsentrasi 2-10% (OOP)

Sulfur ini digunakan sebgai zat aktif karena efektif untuk membunuh bakteri penyebab jerawat

Camphora/Kamfer (FI IV hal: 167) Pemerian Hablur,

menguap perlahan-lahan pada suhu kamar: bobot jenis lebih kurang 0,99

Kelarutan Sukar larut dalam air

sangat mudah larut dalam etanol,

dalam kloroform dan dalam eter

mudah larut dalam karbon disulfide,

Khasiat: Antiiritan (untuk menghilangkan iritasi yang disebabkan oleh bakter) (FI III hal: 130) Keterangan: dipakai sebagai penunjang kerja sulfur praecip yaitu keratolitik (mengelupaskan kulit tanduk)

Untuk pemakaian topikal,

konsentrasi yang dipakai adalah 1-10% (OOP)

Etanol 90% (FI IV hal: ) Pemerian Cairan mudah menguap,

Bau khas yang menyebabkan rasa terbakar pada ldah

Mudah menguap walaupun pada suhu rendah dan mendidih pada suhu 78

Mudah terbakar

Kelarutan Bercampur dengan air dan praktis bercampur dengan semua pelarut organic

Khasiat: zat tambahan (untuk melarutkan camphora) (FI III hal: 65)

Solution Calcii Hidroxidi/Kalsium Hidroksida (FI IV hal: 163) Pemerian serbuk putih,

Kelarutan Sukar laut dalam air,

larutdalam gliserin dan dalam sirup

sangat sukar larut dalam air mendidh

Khasiat: Adstringen (memperkecil pori-pori kulit (FI III hal: 124) Keterangan : Sol

Calcii hidrat dibuat dengan suatu kapur tohor dengan 3 bagian air mendidih diencerkan,

bagian biarkan campuran mengendap dan tuangkan zat cair diatasnya,

tambahkan air yang sama banyak pada endapannya,

kocok dan biarkan menegdap lagi

tuanglah lagi zat cair diatasnya,

ulangi lagi dan akhirnya tambahkan pada endapan 300 bagian air,

kocok berulang-ulang dan simpanlah campuran dalam botol tertutup baik (PH ned 532)

PGS/Pulvis Gummosus (Vanduin hal:59) Mengandung pulvis gummosus 2% dan dibuat dengan jalan menggerus dahulu pulvis gummosus dengan air yang 7x banyaknya sampai diperoleh suatu masa yang homogen dan mengencerkannya sedikit demi sedikit

Khasiat: sebagai suspending agent 0,3-2,0% (Husa’s Pharmaceutical Dispending hal: 291) Keterangan: Alasan dipakainya PGA dalam sediaan ini adalah karena menaikkan viskositas larutan dan hal ini diperlukan untuk mensuspensi partikel padat

Oleum Rosae/Minyak Mawar (FI III hal: 459) Minyak mawar adalah minyak atsiri yang diperoleh dengan cara penyulingan uap bunga segar Rosa galica L,

Rosa damascene Miller,

rosa alba L'dan varietas rosa lain

Pemerian Cairan tidak berwarna atau kuning: bau menyerupai bunga mawar,

jika didinginkan perlahan-lahan berubah menjasi massa hablur bening yang jika dipanaskan mudah melebur

Kelarutan Larut dalam1 bagian kloroform P,

Larutan jernih

Khasiat: zat tambahan (sebagai pengaroma sediaan)

Propilenglikol (FI IV hal: 712) Pemerian Cairan kental,

menyerap air pada udara lembab

Kelarutan dapat bercampur dengan air,

larut dalam eter dan dalam beberapa minyak esensial

tetapi tidak dapat bercampur dengan minyak lemak

Khasiat: zat tambahan/pembasah (konsentrasi

Perhitungan bahan

Camphora

= 6,6 g/100ml x 60 ml = 3,96 g  4 g

Aethanolum 90%

Propilenglikol

Calcii Hydroxydi Solutio

= 3 ml/100ml x 60 ml = 1,8 ml  2 ml

Oleum Rosae

Aquadestilata hingga

= 60 – (0,6+4+2+24+3+5) = 60 – 38,6 = 21,4 ml

Alat dan bahan Alat

- mortir

- sulfur

- stemper

- camphora

Calci hidroxidi

- aquadest

- pinset

Cara kerja 1

Disiapkan alat dan bahan 2

Disetarakan timbangan 3

Dikalibrasi botol 60 ml 4

Ditimbang PGS 1,2 g,

masukkan dalam mortir dan ditambahkan air sebanyak 9 ml diaduk hingga membentuk muchilago

Ditimbang camphora 4 g,

kemudian ditambahkan etanol 90% sebanyak 2 ml aduk hingga homogen

Ditimbang

Ditimbang propilenglikol 9 g masukkan ke dalam no

Bila campuran pada no

masukkan ke dalam mortir yang berisi muchilago,

Kemudian masukkan ke dalam botol

Diambil calcii hidroxyd sol 24 ml

Masukkan ke dalam botol kocok ad homogen

Ditetesi dengan ol

kemudian ditambahkan aquadest sampai tanda batas

Diberi etiket biru dan label “kocok dahulu”

Etiket biru APOTEK

Dikocok terlebih dahulu

PUTRA INDONESIA Jln

Barito 5 Malang Telp

Tgl 20-10-2014

Anggun (17 tahun)

Olesi pada jerawat OBAT LUAR

Formulasi Rancangan Dr

Priyo Sip : 432

Soekarno Hatta Telp

Malang,

20-11-2014

R/ Paracetamol

Sirup Simplex

Gliserin

Umur : 10 tahun Alamat : Jl

26 Malang

Monografi bahan 

Paracetamol (FI IV hal: 649) Pemerian Serbuk hablur,

rasa sedikit pahit Kelarutan Larut dalam air mendidih dan dalam natrium hidrosida 1 N

mudah larut dalam etanol Khasiat: analgetikum,

antipiretikum (FI III hal: 37)

PGS/Pulvis Gummosus Pulvis gummosus,

menaikkan viskositas larutan dan hal ini diperlukan untuk mensuspensi partikel padat

Khasiat: sebagai suspending agent 0,3 – 2,0% (Husa’s pharmaceutical dispensing hal

Sirup Simplex/Sirup gula (FI III hal: 567) Pemerian Cairan jernih,

Cara pembuatan : Larutkan 65 bagian sukrosa dalam larutan metil paraben 0,25 % b/v qs hingga diperoleh 100 bagian sirup

Terdiri dari 64 bagian gula dan 36 bagian air

hal 516) Kegunaan : sebagai pemanis Keterangan: digunakan sebgai pemanis untuk memperbaiki rasa dari sediaan

Gliserin (FI IV hal: 413) Pemerian : cairan cair seperti sirup ,

hanya boleh berbau khas lemah (tajam atau tidak enak)

Higroskopik

netral terhadap lakmus Kelarutan : dapat campur dengan air,

praktis tidak larut dalam klorofom,

Khasiat: zat tambahan yang digunakan sebagai pemanis Kadar yang dibutuhkan glyserin sebagai pemanis ≤ 20% (Hand Book of Pharmacutical 283),

pengawet >20% Keterangan: digunakan pembasah agar zat aktif dapat bercampur dengan mudah dengan zat tambahan yang lain dan sebagai pemanis

Perhitungan bahan

Paracetamol Suspense yang dibuat 60 ml,

dimanasetiap 5ml mengandung paracetamol sebanyak 120mg =

= 1x minum120 mg = 120 mg 12 = 1440 mg

PGS = Airnya = 0,6 g

Sirup simplex =

Gliserin =

Aquadest = 60 ml – (1,44+0,6+4,2+6+12) = 60 ml – 24,24 = 35,76 ml Alat dan Bahan Alat Bahan

- mortir

7 = 4,2 ml

- stemper

- gliserin

- aquadest

- sudip

Cara Kerja 1

Disiapkan alat dan bahan 2

Disetarakan timbangan 3

Dikalibrasi botol 60 ml 4

Ditimbang paracetamol sebanyak 1

Kemudian disisihkan pada beaker glass

Ditimbang PGS sebanyak 600 mg,

Ditambahkan aquadest sebanyak 7x bobot PGS yaitu sebanyak 4,2 ml (4 ml + 4 tetes),

diaduk hingga membentuk mucilago

Parasetamol yang telah digerus halus dimasukkan pada mucilago

Dicampur hingga homogeny

Ditimbang gliserin 12 g kemudian masukkan ke dalam mortir yang berisi parasetamol dan mucilago

Diaduk ad homogeny

Diambil sirup simplex sebanyak 6 g,

dimasukkan ke dalam mortir yang berisi parasetamol + mucilage + gliserin

Diaduk ad homogeny

Kemudian campuran tersebut dimasukkan ke dalam botol yang telah dikalibrasi

Ditambahkan aquadest ad 60 ml (sampai tanda batas)

Kemudian kocok ad homogeny

Beri etiket putih

Etiket Obat

Dikocok terlebih dahulu

PUTRA INDONESIA Jln

Barito 5 Malang Telp

Tgl 20-11-2014

Demi (10 tahun) 3x Sehari 1 sendok teh Sebelum / Sesudah / Sedang makan

BAB IV EVALUASI SEDIAAN SUSPENSI A

Uji Viskositas 1

Siapkan alat dan bahan

Ukur suhu aquadest

Dihitung berat jenisnya aquadest

Masukkan cairan melalui tabung V hingga permukaan cairan terletak antara tanda x dan y 5

Tutup bagian pipa terkecil dengan bola hisap 6

Tekan bola hisap hingga permukaan terletak ditengah – tengah ruangan C 7

Lepaskan tekanan pada bola hisap agar turun 8

Nyalakan stopwatc saat cairan melewati batas atas dan matikan saat cairan melewati batas bawah 9

Catat waktunya 10

Ukur suhu larutan zat uji hingga bersuhu sama dengan aquades 11

Dihitung berat jenisnya zat yang diuji

Lakukan seperti pada no 4-9

Uji Bobot Jenis 1

Bersihkan dan siapkan picnometer

Timbang picno kosong

Timbang picno+aquadest

Timbang picno + larutan uji

Hitung bobot jenisnya

Uji Homogenitas 1

Siapkan kaca preparat,

cuci dan bersihkan lalu keringkan

Siapakan sediaan

Pipet larutan saturasi,

lalu teteskan pada tengan kaca preparat

Amati homogenitasnya

Apakah ada partikel besar yang belum tercampur merata

Uji Organoleptis 1

Ambil sediaan larutan saturasi

Amati bau,

dan warna pada sediaan yang dibuat

Catat hasilnya

Uji pH 1

Ambil beaker glass cuci sampai bersih 2

Ambil larutan kemudian masukkan beaker glass

Masukkan kertas indikator pH kedalam beaker glass

Catat hasilnya

Bandingkan dengan menggunakan pH meter

Uji Sedimentasi 1

Dimasukkan sediaan suspense dalam gelas ukur 2

Biarkan dan amati pemisahannya atau pengendapannya dalam waktu 1 hingga 10 hari 3

Diamati sediaan suspense memisah atau tidak,

jika tampak memisah maka bagian bening terukur