PDF jurnal formulasi suspensi antasida pdf, - - FORMULASI SUSPENSI

PDF :1 PDF :2 PDF :3 PDF :4

## FORMULASI SUSPENSI

PDF FORMULASI SUSPENSI ERITROMISIN MENGGUNAKAN eprints ums ac id 8074 1 K100050258 pdf PDF formulasi suspensi siprofloksasin menggunakan suspending agent eprints ums ac id 8175 2 K100050273 pdf

Related PDF

### FORMULASI SUSPENSI ERITROMISIN MENGGUNAKAN

[PDF] FORMULASI SUSPENSI ERITROMISIN MENGGUNAKAN eprints ums ac id 8074 1 K100050258 pdf
PDF

### formulasi suspensi siprofloksasin menggunakan suspending agent

[PDF] formulasi suspensi siprofloksasin menggunakan suspending agent eprints ums ac id 8175 2 K100050273 pdf
PDF

PDF

PDF

## Formulas

### Water Treatment Mathematical Formulas - TNgov

FORMULAS SYMBOLS 2 0 1 4 G E D ® P R O G R A M GED® and GED Testing Service® are registered trademarks of the American Council on Education SAT Math Must Know Facts Formulas Numbers, Sequences, Factors Integers

1. formulas & symbols
2. Must-Know Facts and Formulas
3. ACT Math Facts & Formulas Numbers
5. Trigonometric Formula Sheet
6. Provided Exam Formulas
7. ETA Common Formulas
8. Geometry Formula Sheet
9. Water Treatment Mathematical Formulas
10. College Algebra Formulas and Rules

## Formulation and Evaluation of Effervescent Tablets of Paracetamol

### Formulation and Evaluation of Fast Disintegrating Tablets of

irjponline admin php uploads 752 pdf pdf formulation and evaluation of effervescent tablets of aceclofenac Palanisamy P* 1 , Rabi Abhishekh 1 , D Yoganand Kumar 2 1 Vinayaka Mission’s College of Pharmacy , Vinayaka Missions University Salem, Tamil Nadu, India sphinxsai PTVOL3 PT= 56,RAVI

## Formule - Analitička geometrija u ravni

### II ANALITIČKA GEOMETRIJA PROSTORA - ttfunizghr

tkrajina github io Salabahteri analiticka geometrija pdf Analitiˇcka geometrija ravnine – osnovne formule Udaljenost izmedu dvije toˇckeT1(x1,y1)iT2(x2,y2) x 2 1 1 2 1 2 1 2 T(x,y) apscisna os apscisna os y x ordinatna os y elfak ni ac rs praktikumi analiticka geometrija

## FORMULE BAC SUBIECTUL III

### E_d_chimie_organica_2018_var_model

Geometrie 23 7 1 Vectori

1. Formule
2. Memoratoare Bacalaureat
3. SINTEZE DE BACALAUREAT
4. Examenul de bacalaureat naţional 2015 Proba E. d
5. subiectul 3
6. Fituici Bacalaureat
7. Subiectul al III-lea
8. Examenul de bacalaureat naţional 2017 Proba E. d
9. Examenul de bacalaureat naţional 2018 Proba E. d
10. Examenul de bacalaureat naţional 2015 Proba E

## Formule chimice pentru substante chimice uzuale

### FIŞA CU DATE DE SECURITATE Azot, refrigerat, lichid SECȚIUNEA 1

PDF Formule chimice Lorentz JÄNTSCHIlori academicdirect courses AnionsCations pdf PDF substanţe chimice Vertic vertic Chemical 20products 20 20Romanian pdf PDF Reguli Tehnice pentru Substanţe Periculoase (TRGS 600)* inspectmun ro site GHID 20SUBSTANTE 20CHIM

## Formule ELECTRICITATE

### FIZICĂ

PDF SINTEZE DE BACALAUREAT – ELECTRICITATE manualdefizica ro wp content SINTEZE DE BAC pdf PDF Memo Fizica Memoratoare Bacalaureat memoratoare bacalaureat ro presstern memorator fizica pdf PDF Curentul electric filadelfia

1. sinteza bac fizica mecanica
2. sarcina electrica formula
3. fizica electricitate pdf
4. tensiunea electrica
5. electricitate fizica bac

## Formule fizica cls VI-VIII

PDF Formule Fizica Clasa A 6 A Formule Online Oncologia D'Or mi oncologiador br formule fizica clasa a 6 a formule online probleme si pdf PDF Formule Fizica Clasa A 6 A Formule Online Probleme Siold medialoot

## Formule-Industrijske Peci i Kotlovi

PDF NOVA KOTLOVI NA CVRSTO GORIVO termometalbl Uputstvo Nova 20Termometal pdf PDF krušne peći i peći za pečenje kruha na drva Vitcas vitcas uploads drive Craotian Product Catalogue pdf PDF

## Formule - macroeconomie

### ECN 1010 - Principes de macroéconomie - ulaval ULAVAL

PDF 6 Introduction à la macro économiehomepages ulb ac be ~tlallema Eco 20pol 204 pdf PDF 3 Agrégats, ratios et équilibres macroéconomiques univ montp3 miap ens site uploads Ch1 Section 3 pdf PDF Cours Macro économie Pr M ABDELLAOUIfsjes usmba

1. toutes les formules de macroéconomie pdf
2. cours de macroéconomie approfondie pdf
3. exercices corrigés de macroéconomie pdf
4. macroéconomie s2
5. introduction à la macroéconomie cours et exercices
6. cours de macroéconomie licence 2 pdf
7. cours macroéconomie 1ere année pdf
8. macroéconomie. cours
9. méthodes
10. exercices corrigés

### Description

PRA-FORMULASI SEDIAAN SUSPENSI

Fitri Safira 3

## Rizka Febriani Lestari 6

### Tingkat/Kelas : I- A

TAHUN AJARAN 2013/2014KATA PENGANTAR Segala puji dan syukur saya panjatkan kepada tuhan yang maha esa,

karena atas berkat dan limpahan rahmatnyalah maka saya boleh menyelesaikan sebuah karya tulis dengan tepat waktu

### Berikut ini penulis mempersembahkan sebuah makalah dengan judul "Pra-Formulasi Suspensi",

yang mmenurut saya dapat memberikan manfaat yang besar bagi kita untuk mempelajari hal-hal apa saja yang menyangkut formulasi sediaan suspensi

Melalui kata pengantar ini penulis lebih dahulu meminta maaf dan memohon permakluman bila mana isi makalah ini ada kekurangan dan ada tulisan yang saya buat kurang tepat atau menyinggu perasaan pembaca

Dengan ini saya mempersembahkan makalah ini dengan penuh rasa terima kasih dan semoga allah SWT memberkahi makalah ini sehingga dapat memberikan manfaat

#### Pontianak,

• 14 Mei 2014 Penulis

DAFTAR ISI

## TAHUN AJARAN 2013/2014KATA PENGANTAR

• 1 KATA PENGANTAR
• 2 DAFTAR ISI

3 BAB I

• 4 PENDAHULUAN

• 5 PEMBAHASAN

### Pengertian

Formula Umum

• 5 Macam-macam suspensi :
• 5 Syarat suspensi
• 6 Suspending Agent
• 6 Penggolongan Suspending agent :
• 6 Bahan pembasah
• 6 FORMULASI SUSPENSI
• 8 Uraian Bahan
• 8 Perhitungan Dosis :
• 10 Penimbangan :
• 10 Cara Kerja :
• 10 EVALUASI SEDIAAN SUSPENSI
• 11 DAFTAR PUSTAKA

# BAB I PENDAHULUAN

### Latar Belakang Dalam pembuatan suatu suspensi,

kita harus mengetahui dengan baik karakteristik fase terdispersi dan medium dispersinya

Dalam beberapa hal fase terdispersi mempunyai afinitas terhadap pembawa untuk digunakan dan dengan mudah ”dibasahi” oleh pembawa tersebut selama penambahannya

Obat yang tidak dipenetrasi dengan mudah oleh pembawa tersebut dan mempunyai kecenderungan untuk bergabung menjadi satu atau mengambang di atas pembawa tersebut

Dalam hal yang terakhir,

serbuk mula-mula harus dibasahi dahulu dengan apa yang disebut ”zat pembasah” agar serbuk tersebut lebih bisa dipenetrasi oleh medium dispersi

Alkohol,

• gliserin,

dan cairan higroskopis lainnya digunakan sebagai zat pembasah bila suatu pembawa air akan digunakan sebagai fase dispersi

### Bahan-bahan tersebut berfungsi menggantikan udara dicelah-celah partikel,

mendispersikan partikel tersebut dan kemudian menyebabkan

• penetrasi
• dispersi

### Dalam pembuatan suspensi skala besar,

zat pembasah dicampur dengan partikel-partikel menggunakan suatu alat seperti penggiling koloid (coloid mill),

bahan-bahan tersebut dicampur dengan mortir dan stamper

### Begitu serbuk dibasahi,

medium dispersi (yang telah ditambah semua komponen-komponen formulasi yang larut seperti pewarna,

• pemberi rasa,

dan pengawet) ditambah sebagian-sebagian ke serbuk tersebut,

dan campuran itu dipadu secara merata sebelum penambahan pembawa berikutnya

Sebagian dari pembawa tersebut digunakan untuk mencuci alat-alat pencampur agar bebas dari suspenoid,

dan bagian ini digunakan untuk mencukupi volume suspensi dan menjamin bahwa suspensi tersebut mengandung konsentrasi zat padat yang diinginkan

BAB II PEMBAHASAN

Pengertian Suspensi atau suspension menurut farmakope edisi IV adalah sediaan cair yang mengandung partikel padat tidak larut,

yang terdispersi dalam fase cair

suspensi oral merupakan sediaan suspensi yang ditujukan untuk penggunaan secara oral

Suspensi menurut farmakope III adalah sediaan yang mengandung bahan obat padat dalam bentuk halus dan tidak larut,

terdispersi dalam cairan pembawa

suspensi oral adalah sediaan cair yang menggunakan partikel-partikel padat terdispersi dalam suatu cairan pembawa cair atau flavouring agent yang cocok untuk pemakaian oral

suspensi topikal adalah sediaan cair yang mengandung partikel-partikel padat yang terdispersi dalam suatu pembawa cair,

• untuk pemakaian kulit

Suspensi otic adalah sediaan cair yang mengandung partikel-partikel mikro untuk pemakaian diluar telinga

tidak melarut dan terdispersi sempurna dalam cairan pembawa

Formula Umum suspensi umumnya mengandung : zat aktif bahan pensuspensi (suspending agent) bahan pembasah (wetting agent/humektan) antioksidan bila perlu pemanis dan anticaking pewarna dan flavour pewangi dan floculating agent pengawet

### Syarat suspensi Menurut FI IV 1995 supensi harus : 

tidak boleh dipakai melali intra vena dan intratekal

suspensi digunakan secara tertentu misal untuk mata,

• harus menggunakan pengawet

suspensi harus dikocol sebelum digunakan

suspensi harus disimpan dalam wadah tertutup rapat

## Menurut FI III 1979 suspensi harus : 

zat terdispersi harus halus dan tidak boleh cepat mengendap

jika dikocok harus terdispersi kembali

dapat menggunakan zat tambahan untuk menjamin stabilitas sediaan suspensi

kekentalan sediaan tidak boleh terlalu tinggi agar mudah dikocok dan dituang

karakteristik suspensi harus sedemikian rupa sehingga ukuran suspensoid tetap konstan dalam waktu penyimpanan yang cukup lama

Suspending Agent Suspending agent berfungsi untuk memperlama pengendapan,

• mencegah penurunan partikel,

mencegah penggumpalan resin dan bahan berlemak

#### Penggolongan Suspending agent : 1

golongan polisakarida : gom akasia,

• tragakan,

Na-alginat,

• starch,
• karagen,

turunan selulosa : metil selulosa,

### CMC-Na,

• avicel,
• hidroksi etil selulosa 3
• golongan clay : bentonit,
• veegum 4

polimer sintetik : golongan carbomer

Bahan pembasah Bahan pembasah (wetting agent) / humektan berfungsi untuk menurunkan tegangan permukaan,

• memperkecil sudut kontak,

meningkatkan dispersi bahan yang hidrofob

#### Sistem pembentukan suspensi Ø Sistem flokulasi

Dalam sistem flokulasi,

partikel terflokulasi terikat lemah,

cepat mengendap dan pada penyimpanan tidak terjadi cake dan mudah tersuspensi kembali

Ø Sistem deflokulasi Dalam sistem deflokulasi partikel deflokulasi mengendap dan akhirnya membentuk sedimen,

dimana terjadi agregasi akhirnya terbentuk cake yang keras dan sulit tersuspensi kembali

Secara umum sifat-sifat dari partikel flokulasi dan deflokulasi adalah : Ø Deflokulasi a

Partikel suspensi dalam keadaan terpisah satu dengan yang lain

Sedimentasi yang terjadi lambat masing-masing partikel mengendap terpisah dan ukuran partikel adalah minimal

Sedimen terbentuk lambat

### Akhirnya sedimen akan membentuk cake yang keras dan sukar terdispersi lagi

Ujud suspensi menyenangkan karena zat tersuspensi dalam waktu relatif lama

Terlihat bahwa ada endapan dan cairanatasberkabut

Ø Flokulasi a

## Partikel merupakan agregat yang bebas

### Sedimen terbentuk cepat d

Sedimen tidak membentuk cake yang keras dan padat dan mudah terdispersi kembali seperti semula e

Ujud suspensi kurang menyenangkan sebab sedimentasi terjadi cepat dan diatasnya terjadi daerah cairan yang jernih dan nyata

Glycerin

Propylen Glycol

Sukrosa

Ethyl Vanillin

## Suspensi S t

### Pro : Ranita

#### Uraian Bahan 1

putih kekuningan atau putih agak merah jambu

• hamper tidak berbau
• tidak berasa

### Kelarutan : Praktis tidak larut dalam air

agak sukar larut dalam etanol (955)P dan dalam aseton P

mudah larut dalam asam mineral encer dan dalam larutan alkali hidroksida

## Penyimpanan : Dalam wadah tertutup baik,

• terlindung dari cahaya

Khasiat : Antibakteri Dosis Maksimum : Sekali 2 g,

• sehari 8 g

### III : 579) 2

CMC Kegunaan : Suspending Agent Konsentrasi : 1% atau 2% dari jumlah sediaan (IMO : 110) 3

Glycerin Pemerian : Cairan seperti sirop

• jernih,
• tidak berwarna
• tidak berbau
• manis diikuti rasa hangat

# Higroskopik Kelarutan : Dapat campur dengan air,

• dan dengan etanol (95%)P

praktis tidak larut dalam kloroformP,

dalam eterP dan dalam minyak lemak

III : 271) Kegunaan: Humektan ≤ 30% dari jumlah sediaan (HOPE :283) 4

# Propylen Glycol Pemerian : Cairan kental,

• jernih,
• tidak berwarna
• tidak berbau
• rasa agak manis
• higroskopik

# Kelarutan : Dapat campur dengan air,

dengan etanol (95%)P dan dengan kloroform P

• larut dalam 6 bagian eter P

tidak dapat campur dengan eter minyak tanah P dan dengan minyak lemak

### Konsentrasi : Preservative 15-30% (HOPE :592)

Sukrosa Kegunaan : Sweetening agent 67% (HOPE : 704)

Ethyl Vanillin Konsentrasi : 0,01% Kegunaan : Sebagai pewarna dan pengaroma sediaan farmasi (HOPE : 261)

## Perhitungan Dosis : Banyak sediaan = 100 ml =6,67 = 6 x pakai 15 1

Sulfadiazin ( 2/8 g) =3 g = 3000 mg Dp : 1 x p = 3000 mg : 6 = 500 mg 1 Hp = 500 mg x 3 = 1500 mg = 1,5 g DM : 1 x p = 2 g 1 Hp = 8 g

Penimbangan : 1

#### Sulfadiazin = 3 g 2

• x 100 = 1 g

 Air Kurpus = 10 x 1 = 10 g = 10 ml 3

### Propylen Glykol =

• x 100 = 20 g
• x 100 = 15 g

Sukrosa = 100

• x 100 = 67 gr

### Ethyl vanillin =

0,01 100

Aqua dest

• x 100 = 0,01 g = 10 mg

Cara Kerja : 1

Timbang masing-masing bahan Kalibrasi botol dengan volume 100 ml Larutkan Sukrosa dengan air qs di atas penangas air,

guna mempercepat kelarutan sukrosa

## Sisihkan

Basahi Sulfadiazin dengan Gliserin di dalam gelas beaker,

Sisihkan

### Larutkan/kembangkan CMC dengan air kurpus di dalam lumpang dengan cara taburkan CMC di atas air

kurpus yang tersedia di dalam lumpang,

## Tambahkan Ethyl vanillin,

### Masukan sediaan kedalam botol

#### Cukupkan sediaan dengan aqua dest sampai batas kalibrasi

Kemas dan beri etiket putih

### Uji Organoleptis Uji Organoleptis dilakukan dengan melihat warna,

rasa dan tekstur dari suspense sebelum dan sesudah kondisi dipercepat

rasa dan tekstur suspense pada kondisi sebelum dan sesudah dipercepat menunjukan ketidak stabilan suspensi

### Penentuan pH Penentuan pH dilakukan dengan kertas pH universal

Penentuan Viskositas Kesuksesan penentuan sifat-sifat reologi suatu system tertentu sebagian besar tergantung dari pemilihan metode instrumental yang benar (Voight,1994)

Penentuan viskositas dapat menggunakan alat viscometer Brookfield menggunakan spindle no

• 2 dengan kecepatan 6 rpm

Pengamatan Volume Sedimentasi Endapan yang terbentuk harus dengan mudah terdispersi kembali dengan pengocokan merupakan prosedur evaluasi dasar yang paling umum (Lachman,1994)

DAFTAR PUSTAKA Anief

# Gajah Mada University Press : Yogyakarta Lahman

Teori dan Praktek Farmasi Industri

### Jakarta

Pengantar Bentuk Sediaan Farmasi Ed,IV,

### Jakarta

Parrot,

Pharmaceutical Technology Fundamental,

Raymond