PDF -Zeitschrift Interne Revision - Erich Schmidt Verlag - forensik5
Wait Loading...


PDF :1 PDF :2 PDF :3 PDF :4 PDF :5 PDF :6 PDF :7


Like and share and download

forensik5

Zeitschrift Interne Revision - Erich Schmidt Verlag

PDF Aushang Themenabend Forensik5 pptx Innocence in danger innocenceindanger de Podiumsdiskussion 3 6 2014 pdf PDF 2015 Lageplan außen, 22 10 2015 indd Bezirkskrankenhaus Lohr bezirkskrankenhaus lohr de 17156 lageplan 22 10 2015 gesamt

Related PDF

Aushang Themenabend Forensik5pptx - Innocence in danger

[PDF] Aushang Themenabend Forensik5 pptx Innocence in danger innocenceindanger de Podiumsdiskussion 3 6 2014 pdf
PDF

2015 Lageplan außen, 22_10_2015indd - Bezirkskrankenhaus Lohr

[PDF] 2015 Lageplan außen, 22 10 2015 indd Bezirkskrankenhaus Lohr bezirkskrankenhaus lohr de 17156 lageplan 22 10 2015 gesamt pdf
PDF

Polismyndighetens it-strategi för 2015-2017 - Polisen

[PDF] Polismyndighetens it strategi för 2015 2017 Polisen polisen se polismyndighetens it strategi 2015 2017 pdf
PDF

lautsprecher - Psychiatrie-Erfahrenen NRW

[PDF] lautsprecher Psychiatrie Erfahrenen NRW psychiatrie erfahrene nrw de wersindwir heft 48e pdf
PDF

kształcenie specjalizacyjne lekarzy i lekarzy dentystów

[PDF] kształcenie specjalizacyjne lekarzy i lekarzy dentystów slaek de A Krzesi ska Weiterbildung in Polen pdf
PDF

Proceedings of the International Conference on Applied Informatics

[PDF] Proceedings of the International Conference on Applied Informatics sites conferences ulbsibiu ro icdd 2018 files Proceedings ICDD2018 pdf
PDF

Zeitschrift Interne Revision - Erich Schmidt Verlag

Datenmuster 1 9 Datenschutz 2 90, 3 137 Deutscher Corporate Governance Kodex (DCGK) 6 278 Digitale Forensik 5 232 DIIR Revisionsstandard Nr 1 1 38
PDF

Forenzicka Balistika

tema broja: tema broja - Akreditaciono telo Srbije

Forenzička balistika 3 Forenzička hemija i toksikologija 4 Forenzička psihologija sa psihijatrijom 5 Sudska toksikologija 6 Forenzička analiza požara   1 II SEMESTAR 5 3 4 1 1 Forenzička hemija i toksikologija O 8 3

  1. Lista institucija i laboratorija koje vrše forenzička
  2. Forenzička balistika
  3. BALISTIKA STRIJELNE RANE I MEHANIZAM OZLJEĐIVANJA
  4. Balistika je znanstvena disciplina koja proučava gibanje projektila
  5. Forenzička toksikologija
  6. Traseologija i balistika
  7. Centra za forenzička
  8. podoblast balistika i
  9. Centar za forenzička ispitivanja
  10. laboratorija četiri neakreditovana forenzička

Forest, Jim - La Escala de Las Bienaventuranzas

Phytophthoras in Forests and Natural Ecosystems: Proceedings of

Sep 30, 2008 BIODIVERSITY AND TROPICAL FORESTS IN GUATEMALA la tierra de la República de Guatemala Año 2003 (escala 1 50,000) Mapa digital Jim serves as the Director of Kinship Conservation Fellows, a one month  Representative on

  1. forest science
  2. floristic composition of seasonally dry tropical forest fragments
  3. Guatemala Biodiversity and Tropical Forest Assessment
  4. Commonwealth Forestry Review
  5. USDA Forest Service
  6. Forest Service
  7. International Forestry Review
  8. think like a forest
  9. Phytophthoras in Forests and Natural Ecosystems
  10. Operational-Scale Carbon Budget Model of the Canadian Forest

FORESTRY – IFS MATERIAL – INDIAN FOREST SERVICE

I joined Sikkim Forest Department on 23rd Aug 1980 as an IFS

Feb 22, 2017 CANDIDATES APPLYING FOR INDIAN FOREST SERVICE Environment, Forests and Climate Change in the Gazette of India (v) making statements which are incorrect or false or suppressing material information, or In pursuance of rule 8 of the Indian Forest

  1. THE INDIAN FOREST SERVICE
  2. Indira Gandhi National Forest Academy
  3. indian forest service
  4. for Mid-Career Training of the Indian Forest Service Officers
  5. IFS Chief Conservator of Soils
  6. Commonwealth Forestry Review
  7. I joined Sikkim Forest Department on 23rd Aug 1980 as an IFS
  8. IFS Interview Date 01 Feb 2019
  9. UPSC Indian Forest Service
  10. IFS

Forestry

BMP Handbook - Montana DNRC

The State of North America's Forests The United States and Canada together have about 15 5 percent of the world's total forest cover and, although the two  Ohio's foresters would like to share some facts with you about Ohio's forests and forest industries Good forest management makes

  1. Sustainable Forestry in North America
  2. forestry best management practices
  3. Texas A&M Forest Service
  4. A Landowner's Guide to Forestry in North Carolina
  5. Cooperative Forestry Assistance Act
  6. USDA Forest Service
  7. Carbon Dioxide Reduction Through Urban Forestry
  8. USDA Forest
  9. Collective Forestry in China
  10. World Forestry Center

Forever Shining

Forever Shining – DYO Specifications – Granite Headstone – 08/03

PDF Forever Shining Top Score Diffusion topscorediffusion ch shop pdf 402251 pdf PDF Forever Shining Obrasso obrasso noten score 18009 forever shining pdf PDF Full page fax print Forever Shining

Forex Advance

focus forex - Rich Dad Education

PDF the strategy c mql5 3 130 Amazing Forex System pdf PDF here Advanced Markets advancedmarketsfx Advanced Markets Profile e FOREX July 2014 pdf PDF Forex Trading Machine Course Crypto Trader

  1. explosive profits pdf
  2. mastering technical analysis pdf

Forex - Analiza Techniczna

podstawy inwestowania online: fx - RFXT

PDF Analiza techniczna Serwis Finansowy serwisfinansowy pl analiza techniczna na gieldzie walutowej forex pdf PDF klasyczna analiza techniczna jako narzędzie wspomagania cejshcejsh icm edu pl cejsh element bwmeta1 element 04 01 pdf PDF

Forex Basic

Forex Trading - Tutorialspoint

PDF basics & secrets Forexforex24 lv ForexSecrets15min EN pdf PDF forex trading for beginners comparic comparic wp content forex trading for beginners pdf PDF get started in forex Market Equity Inc

  1. complete guide to forex trading pdf
  2. forex trading strategies pdf
  3. the forex trading manual pdf
  4. an introduction to forex trading - a guide for beginners
  5. make forex trading simple pdf
  6. forex mathematics pdf
  7. forex trading rules pdf
  8. forex terminology pdf

The purpose of making this forex robot is to assist traders in making decisions for perdagangan tidak lagi harus dilakukan secara ilmu dalam kecerdasan buatan adalah sistem pakar MAST dapat memprediksi harga saham pada hari untuk saling berbagi ilmu forex yaitu bagaimana

  1. STRATEGI AMPUH MAIN VALAS TIDAK ADA Ya tidak ada strategi
  2. PREDIKSI HARGA SAHAM DALAM PERSPEKTIF ANALISIS
  3. PREDIKSI JUMLAH PRODUKSI ROTI
  4. FOREX TRADING BASIC
  5. The purpose of making this forex robot
  6. perdagangan tidak lagi harus dilakukan secara
  7. ilmu dalam kecerdasan buatan adalah sistem pakar
  8. MAST dapat memprediksi harga saham pada hari
  9. dengan akad jual beli tidak lagi memiliki wewenang sedikitpun atas barang
  10. membuat prediksi finansial
Home back Next

Description

DAFTAR ISI

BAB I Pendahuluan

BAB II Laporan Kasus

BAB III Pembahasan

BAB IV Tinjauan Pustaka

BAB V Kesimpulan

Daftar pustaka

BAB I PENDAHULUAN

Praktek kedokteran dilakukan oleh para profesional kedokteran lazimnya dokter dan kelompok profesi kedokteran lainnya yang meliputi perawat atau ahli farmasi

Berdasarkan sejarah,

hanya dokterlah yang dianggap mempraktekkan ilmu kedokteran secara harfiah,

dibandingkan dengan profesi-profesi perawatan kesehatan terkait

Profesi kedokteran adalah struktur sosial dan pekerjaan dari sekelompok orang yang dididik secara formal dan diberikan wewenang untuk menerapkan ilmu kedokteran

Di berbagai negara dan wilayah hukum,

terdapat batasan hukum atas siapa yang berhak mempraktekkan ilmu kedokteran atau bidang kesehatan terkait

Dalam suatu profesi,

perlu adanya norma yang mengatur segala aspek dalam profesi tersebut

Kode etik profesi ini pada dasarnya mengatur hubungan antara profesional (orang yang menguasai suatu bidang profesi),

dengan klien (pihak yang menggunakan jasa profesional)

Profesional harus memberikan jasa atas keahliannya sebaik-baiknya kepada Klien

Begitu pula sebaliknya,

Klien harus membayar sejumlah penghargaan atas jasa dari Profesional sesuai dengan kesepakatan

Ada pesan moral dan tanggung jawab bagi yang menjalankan kode etik profesi ini

Kode etik profesi tidak bersifat statis

Selalu ada perubahan ke arah yang lebih baik

Perubahan ini dapat disesuaikan dengan perkembangan zaman dan kebutuhan

Pemerintah atau organisasi yang terkait,

bisa melakukan perubahan dengan konvensi dari seluruh profesional bidang profesi

Tapi ada kalanya etika profesi dilanggar

Hal ini biasanya dilakukan oleh para profesional yang kurang baik dalam memberikan jasa pada klien mereka

Sangsi untuk pelanggaran ini dapat berupa sangsi moral dari masyarakat,

atau bisa menjadi hukuman pidana

BAB II LAPORAN KASUS

Seorang pasien berusia 62 tahun datang ke rumahsakit dengan karsinoma kolon yang telah terminal

Pasien masih cukup sadar berpendidikan cukup tinggi

Ia memahami benar posisi kesehatannya dan keterbatasan kemampuan ilmu kedokteran saat ini

Ia juga memiliki pengalaman pahit sewaktu kakaknya menjelang ajalnya di ICU dengan perlatan bermacam-macam tampak sangat menderita,

dan alat-alat tersebut tampaknya hanya memperpanjang penderitaannya saja

Oleh karena itu ia meminta kepada dokter apabila dia mendekati ajalnya agar menerima terapi yang minimal saja (tanpa antibiotika,

dan ia ingin mati dengan tenang dan wajar

Namun ia tetap setuju apabila ia menerima obat-obatan penghilang rasa sakit bila memang dibutuhkan

BAB III PEMBAHASAN 3

kita mempunyai kewajiban untuk mempertahankan kehidupan

Dalam kasus ini dapat digolongkan menjadi euthanasia (eu = baik,

thanatos = mati) atau good death atau easy death sering pula disebut “mercy killing”,

yang pada hakekatnya pembunuhan atas dasar perasaan kasihan,

sebenarnya tidak lepas dari apa yang disebut hak untuk menentukan nasib sendiri (the right self of determination) pada diri pasien

Dalam prakteknya,

dokter dilindungi oleh Undang-Undang yang diatur dalam pasal-pasal berikut : Pasal 45 (3)

Diagnosa yang telah ditegakkan 2

Sifat dan luasnya tindakan yang akan dilakukan 3

Manfaat dan urgensinya dilakukan tindakan tersebut 4

Resiko resiko dan komplikasi yang mungkin terjadi daripada tindakan kedokteran 5

Konsekwensinya bila tidak dilakukan tindakan tersebut dan adakah alternatif cara pengobatan yang lain 6

Kadangkala biaya yang menyangkut tindakan kedokteran tersebut

Resiko resiko yang harus diinformasikan kepada pasien yang dimintakan persetujuan tindakan kedokteran : a

Resiko yang melekat pada tindakan kedokteran tersebut

Resiko yang tidak bisa diperkirakan sebelumnya

Dalam hal terdapat indikasi kemungkinan perluasan tindakan kedokteran,

dokter yang akan melakukan tindakan juga harus memberikan penjelasan ( Pasal 11 Ayat 1 Permenkes No 290 / Menkes / PER / III / 2008 )

Penjelasan kemungkinan perluasan tindakan kedokteran sebagaimana dimaksud dalam Ayat 1 merupakan dasar daripada persetujuan ( Ayat 2 )

Pengecualian terhadap keharusan pemberian informasi sebelum dimintakan persetujuan tindakan kedokteran adalah: 1

Dalam keadaan gawat darurat ( emergensi ),

dimana dokter harus segera bertindak untuk menyelamatkan jiwa

Keadaan emosi pasien yang sangat labil sehingga ia tidak bisa menghadapi situasi dirinya

Ini tercantum dalam PerMenKes no 290/Menkes/Per/III/2008

(2) Hak menerima atau menolak sebagaimana dimaksud pada ayat (1) tidak berlaku pada: a

penderita penyakit yang penyakitnya dapat secara cepat menular ke dalam masyarakat yang lebih luas

keadaan seseorang yang tidak sadarkan diri

(3) Ketentuan mengenai hak menerima atau menolak sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diatur sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan

Selanjutnya,

pada pasien dapat ditentukan beberapa hal,

Klasifikasi kanker usus besar menurut Dukes : I

Kanker di dalam dinding colon

Telah menyebar ke lapisan otot

Telah menyebar ke kelenjar-kelenjar limfa

Telah menyebar ke organ-organ lain

Perawatan penderita tergantung pada tingkat staging kanker itu sendiri

Terapi akan jauh lebih mudah bila kanker ditemukan pada stadium dini

Tingkat kesembuhan kanker stadium 1 dan 2 masih sangat baik

Namun bila kanker ditemukan pada stadium yang lanjut,

atau ditemukan pada stadium dini dan tidak diobati,

maka kemungkinan sembuhnya pun akan jauh lebih sulit

Tujuan pengobatan kanker ada dua,

Pengobatan kuratif merupakan upaya yang ditujukan untuk mencapai kesembuhan penyakit kanker

Sementara pengobatan paliatif ditujukan pada penderita kanker yang sudah tidak memungkinkan kembali dicapainya kesembuhan

Di antara pilihan terapi untuk penderitanya,

pilihan operasi masih menduduki peringkat pertama,

dengan ditunjang oleh kemoterapi dan/atau radioterapi (mungkin diperlukan)

Pengobatan pada pasien tergantung pada tahap penyakit dan komplikasi yang berhubungan

Endoskopi,

ultrasonografi dan laparoskopi telah terbukti berhasil dalam pentahapan kanker kolorektal

Pengobatan medis untuk kanker kolorektal paling sering dalam bentuk pendukung atau terapi adjuvan

Terapi adjuvan biasanya diberikan selain pengobatan bedah

Pilihan mencakup kemoterapi,

terapi radiasi atau imunoterapi

maka Informed Consent adalah persetujuan tindakan kedokteran yang diberikan oleh pasien atau keluarga terdekatnya setelah mendapatkan penjelasan secara lengkap mengenai tindakan kedokteran yang akan dilakukan terhadap pasien tersebut

Menurut Lampiran SKB IDI

319/P/BA

Kes/Per/IX/1989 tentang Persetujuan Tindakan Medis Pasal 4 ayat 2 menyebutkan dalam memberikan informasi kepada pasien / keluarganya,

kehadiran seorang perawat / paramedik lainnya sebagai saksi adalah penting

Persetujuan yang ditanda tangani oleh pasien atau keluarga terdekatnya tersebut,

tidak membebaskan dokter dari tuntutan jika dokter melakukan kelalaian

Tujuan Informed Consent: a

Memberikan perlindungan kepada pasien terhadap tindakan dokter yang sebenarnya tidak diperlukan dan secara medik tidak ada dasar pembenarannya yang dilakukan tanpa sepengetahuan pasiennya

Memberi perlindungan hukum kepada dokter terhadap suatu kegagalan dan bersifat setiap

karena prosedur medik modern bukan tanpa resiko,

Permenkes

Tindakan medis yang dilakukan tanpa izin pasien,

dapat digolongkan sebagai tindakan melakukan penganiayaan berdasarkan KUHP Pasal 351 (trespass,

Menurut Pasal 5 Permenkes No 290 / Menkes / PER / III / 2008,

persetujuan tindakan kedokteran dapat dibatalkan atau ditarik kembali oleh yang memberi persetujuan,

sebelum dimulainya tindakan ( Ayat 1 )

Pembatalan persetujuan tindakan kedokteran harus dilakukan secara tertulis oleh yang memberi persetujuan ( Ayat 2 )

Informed consent memiliki tiga elemen : 1

Treshold elements Sifat elemen ini lebih ke syarat yaitu pemberi consent haruslah seseorang yang kompeten (berkapasitas untuk membuat keputusan)

Secara hukum seseorang dianggap cakap (kompeten) adalah apabila telah dewasa,

sadar dan berada dalam keadaan mental yag tidak di bawah pengampuan

Dewasa diartikan sebagai usia telah mencapai 21 tahun atau telah pernah menikah

Sedangkan keadaan mental yang dianggap tidak kompeten adalah apabila ia mempunyai penyakit mental sedemikian rupa atau perkembangan mentalnya terbelakang sedemikian rupa,

sehingga kemampuan membuat keputusannya terganggu

Information elements Elemen ini terdiri dari dua bagian,

yaitu disclosure (pengungkapan) dan understanding (pemahaman)

Pengertian “berdasarkan pemahaman yang adekuat” membawa konsekuensi kepada tenaga medis untuk memberikan informasi (disclosure) sedemikan rupa agar pasien dapat mecapai pemahaman yang adekuat

Dalam hal ini,

seberapa “baik” informasi harus diberikan kepada pasien dapat dilihat dari tiga standart,

Standar praktek profesi : Bahwa kewajiban memberikan informasi dan kriteria ke-adekuat-an informasi ditentukan bagaimana biasanya dilakukan dalam komunitas tenaga medis

Standar ini terlalu mengacu kepada nilainilai yang ada di dalam komunitas kedokteran,

tanpa memperhatikan keingintahuan dan kemampuan pemahaman individu yang diharapkan menerima informasi tersebut

Dalam standar ini ada kemungkinan bahwa kebiasaan tersebut di atas tiddak sesuai dengan nilai-nilai sosial setempat,

misalnya : risiko yang “tidak bermakna” (menurut medis) tidak diinformasikan,

padahal mungkin bermakna dari sisi sosial/pasien

Standar subyektif : bahwa keputusan harus didasarkan atas nilai-nilai yang dianut oleh pasien secara pribadi,

sehingga informasi yang diberikan haruss memadai untuk pasien tersebut dalam membuat keputusan

Sebaliknya dari standar sebelumnya,

standar ini sangat sulit dilaksanakan,

adaah mustahil bagi tenaga medis untuk memahami nilai-nilai yang secara individual dianut pasien

Standar pada reasonable person Standar ini merupakan hasil kompromi dari kedua standar sebelumnya,

yaitu dianggap ccukup apabila informasi yang diberikan telah memenuhi kebutuhan pada umumnya orang awam

Consent elements Elemen ini juga terdiri dari dua bagian,

yaitu voluntariness (kesukarelaan,

kebebasan) dan authorization (persetujuan)

Kesukarelaan mengharuskan tidak adanya tipuan,

misinterpretasi ataupun paksaan

Passien juga harus bebas dari tekanan yang dilakukan tenaga medis yang bersikap seolah-olah akan dibiarkan apabila tidak menyetujui tawarannya

Consent dapat diberikan dengan dinyataka maupun tidak dinyatakan

Dinyatakan (expressed) : dinyatakan dapat secara lisan,

Pernyataan tertulis diperlukan apabila dibutuhkan bukti di kemudian hari,

umumnya pada tindakan yang invasif atau yag berisiko mempengaruhi kesehatan pasien secara bermakna

Permenkes tentang persetujuan tindakan medis menyatakan bahwa semua jenis tindakan operatif harus memperoleh persetujuan tertulis

Tidak dinyatakan (implied) Pasien tidak menyatakannya,

baik secara lisan maupun tertulis,

namun melakukan tingkah laku (gerakan) yang menunjukan jawabannya

Consent jenis inilah yang paling banyak dilakukan dalam praktek sehari-hari

Pada pasien ini,

terdapat beberapa prosedur terapi yang dapat dilakukan untuk menyelamatkan hidup pasien

Kemoterapi •

Lemavisole serta leucovorin digunakan untuk pasien stadium 3 pasca operasi

Radioterapi Peran radioterapi dalam pengobatan kanker kolon masih terbatas tetapi radioterapi tetap menjadi modalitas terapi standar

Untuk memperkecil tumor,

mencapai hasil yang lebih baik dari pembedahan,

dan untuk mengurangi resiko kekambuhan

Untuk tumor yang tidak dioperasi atau tidak dapat disekresi,

radiasi digunakan untuk menghilangkan gejala secara bermakna

Terapi simptomatik Termasuk antibiotic,

Antara analgesik yang dugunakan adalah golongan non steroid seperti aspirin dan ibuprofen dan golongan opiod seperti morfin,

Pemberian dimulai dengan analgesik lemah dosis rendah dan ditingkatkan sesuai kebutuhan pasien

Non Medika Mentosa 1

Pembedahan Pembedahan masih merupakan terapi pilihan untuk memperpanjang kehidupan pasien

Prosedur pembedahan pilihan adalah sebagai berikut (Doughty & Jackson,1993) : •

Reseksi segmental dengan anostomosis (pengangkatan tumor dan porsi usus pada sisi pertumbuhan,

pembuluh darah dan nodus limfatik)

Reseksi

26isbandin

(pengangkatan tumor dan porsi sigmoid dan semua 26isban serta sfingter anal) •

Kolostomi sementara diikuti dengan reseksi segmental dan anostomosis serta reanastomosis lanjut dari kolostomi (memungkinkan dekompresi usus awal dan persiapan usus sebelum reseksi)

Ileostomi (untuk menyembuhkan lesi obstruksi yang tidak dapat direseksi)

Cukup mengkonsumsi serat,

seperti sayur-sayuran dan buah-buahan

Serat dapat melancarkan pencemaan dan buang air besar sehingga berfungsi menghilangkan kotoran dan zat yang tidak berguna di usus,

karena kotoran yang terlalu lama mengendap di usus 10

akan menjadi racun yang memicu sel kanker

Kacang-kacangan (lima porsi setiap hari) 3

Menghindari makanan yang mengandung lemak jenuh dan kolesterol tinggi terutama yang terdapat pada daging hewan

Menghindari makanan yang diawetkan dan pewarna sintetik,

karena hal tersebut dapat memicu sel karsinogen / sel kanker

Menghindari minuman beralkohol dan rokok yang berlebihan

Melaksanakan aktivitas fisik atau olahraga secara teratur

terutama yang dilakukan para dokter baik dirumah sakit maupun praktik pribadi,

peran pencatatan rekam medis (RM) sangat penting dansangat melekat dengan kegiatan pelayanan tersebut

Dengan demikian,

ada ungkapan bahwa rekam medis adalah orang ketiga pada saat dokter menerima pasien

Hal tersebut dapat dipahami karena catatan demikian akan berguna untuk merekam keadaan pasien,

hasilpemeriksaan serta tindakan pengobatan yang diberikan pada waktu itu

Catatan atau rekaman itu menjadi sangat berguna untuk mengingatkan kembali dokter tentang keadaan,

dan pengobatan yang telah diberikan bila pasien datang kembali untuk berobatulang setelah beberapa hari,

bahkan setelah beberapa tahun kemudian

Dengan adanya rekam medis,

ia bisa mengingat atau mengenali keadaan pasien saat diperiksa sehingga lebih mudah melanjutkan strategi pengobatan dan perawatannya

kini makin dipahami bahwa peran rekam medis tidak terbatas pada asumsi yang dikemukakan diatas,

Oleh karena itu,

para tenaga kesehatan masa kini harus memahami dengan baik hal-hal yang berkaitan dengan rekam medis

Dalam Undang-undang Kesehatan,

walaupun tidak ada bab yang mengatur tentang rekam medis secara khusus,

secara implisit Undang-undang ini jelas membutuhkan adanya rekam medis yang bermutu sebagai bukti pelaksanaan pelayanan kedokteran/ kesehatan yang berkualitas

Kewajiban dokter untruk membuat rekam medis dalam pelayanan kesehatan

dipertegas dalam UUPK seperti terdapat pada pasal 46: (1)

Setiap dokter atau dokter gigi dalam menjalankan praktik kedokteran wajib membuat rekam medis

(2) Rekam medis sebagaimana dimaksud pada ayat (1) harus segera dilengkapi setelah pasien selesai menerima pelayanan kesehatan

Setiap catatan rekam medis harus dibubuhi nama,

dan tanda tangan petugas yang memberikan pelayanan atau tindakan

Selanjutnya dalam pasal 79 diingatkan tentang sanksi hukum yang cukup berat,

Dalam Permenkes No

disebut pengertian rekam medis adalah berkas yang berisi catatan dan dokumen tentang identitas pasien,

dan pelayanan lain kepada pasien apda sarana pelayanan kesehatan

Di rumah sakit didapat dua jenis rekam medis,

yaitu: • Rekam medis untuk pasien rawat jalan • Rekam medis untuk pasien rawat inap Untuk pasien rawat jalan,

termasuk pasien gawat darurat,

RM memiliki informasi pasien,

Identitas dan formulir perizinan (lembar hak kuasa) b

Riwayat penyakit (anamnesis) tentang :

Laporan pemeriksaan fisik,

termasuk pemeriksaan laboratorium,

Diagnosis dan/atau diagnosis banding

Instruksi diagnostik dan terapeutik dengan tanda tangan pejabat kesehatan yang berwenang

Untuk rawat inap,

memuat informasi yang sama dengan yang terdapat dalam rawat jalan,

Persetujuan tindakan medik

Catatan konsultasi

Catatan perawat dan tenaga kesehatan lainnya

Catatan observasi klinik dan hasil pengobatan

Resume akhir dan evaluasi pengobatan ,(tanggal masuk-keluar)

Secara umum kegunaan dari rekam medis adalah : 1

Sebagai alat komunikasi antara dokter dan tenaga kesehatan lainnya yang ikut ambilbagian dalam memberi pelayanan,

pengobatan dan perawatan pasien

Dengan membaca RM,

dokter atau tenaga kesehatan lainnya yang terlibat dalam merawat pasien (misalnya,pada pasien rawat bersama atau dalam konsultasi) dapat mengetahui penyakit,perkembangan penyakit,

dan lain-lain tanpa harus berjumpa satusama lain

Ini tentu merupa-kan sarana komunikasi yang efisien

Sebagai dasar untuk perencanaan pengobatan atau perawatan yang harus diberikan kepada pasien

Segala instruksi kepada perawat atau komunikasi sesama dokter ditulis agar rencana pengobatan dan perawatan dapat dilaksanakan

Sebagai bukti tertulis atas segala pelayanan,

perkembangan penyakit dan pengobatan selama pasien berkunjung/dirawat di rumah sakit

Bila suatu waktu diperlukan buktibahwa pasien pernah dirawat atau jenis pelayanan yang diberikan serta perkembangan penyakit selama dirawat,

tentu data dari RM dapat mengungkapkan dengan jelas

Sebagai dasar analisis,

evaluasi terhadap mutu pelayanan yang diberikan kepada pasien

Baik buruknya pelayanan yang diberikan tercermin dari catatan yang ditulis atau 13

Hal ini tentu dapat dipakai sebagai bahan studi ataupunevaluasi dari pelayanan yang diberikan

Melindungi kepentingan hukum bagi pasien,

rumah sakit maupun dokter dan tenaga kesehatan lainnya

Bila timbul permasalahan (tuntutan) dari pasien kepada dokter maupun rumah sakit,

data dan keterangan yang diambil dari RM tentu dapat diterima semua pihak

Di sinilah akan terungkap aspek hukum dari RM tersebut

Bila catatan dan data terisi lengkap,

RM akan menolong semua yang terlibat

Sebaliknya,

bila catatan yang ada hanya sekedarnya saja,

apalagi kosong pasti akan merugikan dokter dan rumah sakit

Penjelasan yang bagaimanapun baiknya tanpa bukti tertulis,

Menyediakan data-data khusus yang sangat berguna untuk keperluan penelitian dan pendidikan

Setiap penelitian yang melibatkan data klinik pasien hanya dapat dipergunakan bila telah direncanakan terlebih dahulu

Oleh karena itu,

RM di rumah sakit pendidikan biasanya tersusun lebih rinci karena sering digunakan untuk bahan penelitian

Sebagai dasar di dalam perhitungan biaya pembayaran pelayanan medik pasien

Bila pasien mau dipulangkan,

bagian administrasi keuangan cukup melihat RM,

dan segala biaya yang harus dibayar pasien/keluarga dapat ditentukan

Menjadi sumber ingatan yang harus didokumentasikan,

serta sebagai bahan pertanggungjawaban dan laporan

Data dan infomasi yang didapat dari RM sebagai bahan dokumentasi,

bila diperlukandapat digunakan sebagai dasar untuk pertanggungjawaban atau laporan kepada pihak yang memerlukan masa mendatang

mempertimbangkan hak-hak asasi pasien

Pelanggaran atas hak pasien akan mengakibatkan juga pelanggaran atas kebutuhan dasar,

terutama kebutuhan kreatif dan spiritual pasien

Etika adalah disiplin ilmu yang mempelajari baik dan buruk,

suatu sikap dan atau perbuatan seseorang individu atau institusi dilihat dari moralitas

Penilaian baik buruk dan benar-salah dari sisi moral tersebut menggunakan pendekatan teori etika yang paling banyak dianut orang adalah teori deontologi dan teleologi

Secara ringkas dapat dikatakan bahwa,

deontology mengajarkan bahwa baik-buruknya suatu perbuatan harus dilihat dari perbuatannya itu sendiri (I kant),

sedangkan teleology mengajarkan untuk menilai baik-buruk tindakan dengan melihat hasil atau akibatnya (D Hume,

J Bentham,

JSMills)

Beauchamp and Childress (1994) menguraikan bahwa untuk mencapai suatu keputusan etik diperlukan 4 kaidah dasar moral,

Prinsip otonomi Prinsip moral untuk menghormati hak-hak pasien,

terutama hak otonomi pasien (the rights to self determation) 2

Prinsip beneficence Prinsip moral yang mengutamakan tindakan yang ditujukan ke kebaikan pasien

Dalam beneficence tidak hanya dikenal perbuatan untuk kebaikan saja,

melainkan juga perbuatan yang sisi baiknya (manfaat) lebih besar dari sisi buruknya

Prinsip non-malefience Prinsip moral yang melarang tindakan yang memperburuk keadaan pasien

Prinsip ini dikenal sebagai “primum non nocere” atau “above all do no harm” 4

Prinsip justice Prinsip moral yang mementingkan fairness dan keadilan dalam bersikap maupun dalam mendistribusikan sumber daya (distributive justice)

Sedangkan rules derivatnya adalah veracity (berbicara benar,

(menghormati hak privasi pasien),

kerahasiaan pasien) dan fidelity (loyalitas dan promise keeping)

Selain prinsip atau kaidah dasar moral diatas yang harus dijadikan pedoman dalam mengambil keputusan klinis,

professional kedokteran juga mengenal etika profesi sebagai panduan dalam bersikap dan berperilaku (code of ethical conduct)

Sebagaimana diuraikan pada pendahuluan,

nilai-nilai dalam etika profesi tercermin didalam sumpah

dokter dan kode etik kedokteran

Sumpah dokter berisikan suatu “kontrak moral” antara dokter dengan Tuhan sang penciptanya,

sedangkan kode etik kedokteran berisikan “kontrak kewajiban moral” antara dokter dengan peer-groupnya,

Baik sumpah dokter maupun kode etik kedokteran berisikan sejumlah kewajiban moral yang melekat kepada para dokter

Meskipun kewajiban tersebut bukanlah kewajiban hukum sehingga tidak dapat dipaksakan secara hukum,

namun kewajiban moral tersebut haruslah menjadi “pemimpin” dari kewajiban dalam hukum kedokteran

Hukum kedokteran yang baik haruslah hukum yang etis

adalah : Pasal 344 KUHP: Barang siapa merampas nyawa orang lain atas permintaan orang itu sendiri yang jelas dinyatakan dengan kesungguhan hati,

diancam dengan pidana penjara paling lama dua belas tahun

Pasal 345 KUHP: Barang siapa dengan sengaja mendorong orang lain untuk bunuh diri,

menolongnya dalam perbuatan itu atau memberi sarana kepadanya untuk itu,

diancam dengan pidana penjara paling lama empat tahun kalau orang itu jadi bunuh diri

Yang berhubungan dalam informed consent,

apabila keluarga pasien meminta keterangan tentang keadaan pasien (dengan pemaksaan/atas ijin pasien) maka kita dapat memberikan informasi

Diatur dalam undang-undang : Pasal 51 KUHP (1): Barang siapa melakukan perbuatan untuk melaksanakan perintah jabatan yang diberikan oleh penguasa yang berwenang,

tidak dipidana Apabila terdapat tindakan medis yang dilakukan tanpa persetujuan pasien atau keluarga terdekatnya,

dapat digolongkan sebagai tindakan melakukan penganiayaan

berdasarkan : Pasal 351 KUHP : (1) Penganiayaan diancam dengan pidana penjara paling lama dua tahun delapan bulan atau [idana denda paling banyak 4500 rupiah (2) Jika perbuatan mengakibatkan luka-luka berat,

yang bersalah diancam dengan pidana penjara paling lama 5 tahun (3) Jika mengakibatkan mati,

diancam dengan pudana penjara paling lama 7 tahun (4) Dengan penganiayaan disamakan sengaja merusak kesehatan (5) Percobaan untuk melakukan kejahatan ini tidak dipidana

BAB IV TINJAUAN PUSTAKA 4

Neoplasma terbagi atas jinak atau ganas

Neoplasma ganas disebut juga sebagai kanker (cancer)

Karsinoma atau kanker kolon ialah keganasan tumbuh lambat yang paling sering ditemukan daerah kolon terutama pada sekum,

Prognosa optimistik

tanda dan gejala awal biasanya tidak ada

Kanker kolorektal adalah tumbuhnya sel-sel ganas dalam tubuh di dalam permukaan usus besar atau rektum

Kebanyakan kanker usus besar berawal dari pertumbuhan sel yang tidak ganas biasa disebut adenoma yang dalam stadium awal membentuk polip (sel yang tumbuh sangat cepat)

Dari beberapa pengertian diatas penulis menyimpulkan kanker kolon adalah tumbuhya sel-sel ganas di permukaan dalam usus besar (kolon) atau rektum

Lokasi tersering timbulnya kanker kolon adalah di bagian sekum,

salah satu penatalaksanaannya adalah dengan membuat kolostomi untuk mengeluarkan produksi faeces

Patofisiologi Penyebab jelas kanker usus besar belum diketahui secara pasti,

namun makanan merupakan faktor yang penting dalam kejadian kanker tersebut

Yaitu berkorelasi dengan faktor makanan yang mengandung kolesterol dan lemak hewan tinggi,

serta adanya interaksi antara bakteri di dalam usus besar dengan asam empedu dan makanan,

selain itu dapat juga dipengaruhi oleh minuman yang beralkohol,

Kanker kolon dan rektum terutama berjenis histopatologis (95%) adenokarsinoma (muncul dari lapisan epitel dalam usus = endotel)

Munculnya tumor biasanya dimulai sebagai polip jinak,

yang kemudian dapat menjadi ganas dan menyusup,

jaringan normal dan meluas ke dalam struktur sekitarnya

Tumor dapat berupa masa polipoid,

dan dengan cepat meluas ke sekitar usus sebagai striktura annular (mirip cincin)

Lesi annular lebih sering terjadi pada bagi rektosigmoid,

sedangkan lesi polipoid yang datar lebih sering terjadi pada sekum dan kolon asendens

Tumor dapat menyebar melalui : 1

Infiltrasi langsung ke struktur yang berdekatan,

seperti ke dalam kandung kemih (vesika urinaria)

Penyebaran lewat pembuluh limfe limfogen ke kelenjar limfe perikolon dan mesokolon

Melalui aliran darah,

hematogen biasanya ke hati karena kolon mengalirkan darah balik ke sistem portal

Gejala klinis kanker usus besar yang paling sering adalah perubahan pola defekas adanya perdarahan per anus,

anoreksia dan penurunan berat badan tanda dan gejala penyakit ini bervariasi sesuai dengan letak kanker,

dan sering menjadi kanker yang mengenai bagian kanan dan kiri usus besar

Pemeriksaan penunjang 1

Endoskopi

Pemeriksaan endoskopi perlu dikerjakan,

baik sigmoidoskopi maupun kolonoskopi

Gambaran yang khas karsinoma atau ulkus akan dapat dilihat dengan jelas pada endoskopi,

dan untuk menegakkan diagnosis perlu dilakukan biopsi

Radiologi

Pemeriksaan radiologi yang dapat dikerjakan antara lain adalah : foto dada dan foto kolon (barium enema)

Pemeriksaan foto dada berguna selain untuk melihat ada tidaknya metastasis kanker pada paru juga bisa digunakan untuk persiapan tindakan pembedahan

Pada foto kolon dapat dapat terlihat suatu filling defect pada suatu tempat atau suatu striktura

Ultrasonografi (USG)

Pemeriksaan ini berguna untuk mendeteksi ada tidaknya

metastasis kanker kelenjar getah bening di abdomen dan di hati

Histopatologi/ Selain melakukan endoskopi sebaiknya dilakukan biopsi di beberapa tempat untuk pemeriksaan histopatologis guna menegakkan diagnosis

Gambaran histopatologi karsinoma kolorektal ialah adenokarsinoma,

dan perlu ditentukan differensiasi sel

Laboratorium

Tidak ada petanda yang khas untuk karsinoma kolorektal,

walaupun demikian setiap pasien yang mengalami perdarahan perlu diperiksa Hb

Tumor marker (petanda tumor) yang biasa dipakai adalah CEA

Kadar CEA lebih dari 5 mg/ ml biasanya ditemukan karsinoma kolorektal yang sudah lanjut

Berdasarkan penelitian,

CEA tidak bisa digunakan untuk mendeteksi secara dini karsinoma kolorektal,

sebab ditemukan titer lebih dari 5 mg/ml hanya pada sepertiga kasus stadium III

Pasien dengan buang air besar lendir berdarah,

perlu diperiksa tinjanya secara bakteriologis terhadap shigella dan juga amoeba

Scan (misalnya,

CZ: gallium) dan ultrasound: Dilakukan untuk tujuan diagnostik,

dan evaluasi respons pada pengobatan

Biopsi (aspirasi,

jarum): Dilakukan untuk diagnostik banding dan menggambarkan pengobatan dan dapat dilakukan melalui sum-sum tulang,

Jumlah darah lengkap dengan diferensial dan trombosit: Dapat menunjukkan anemia,

perubahan pada sel darah merah dan sel darah putih: trombosit meningkat atau berkurang

Sinar X dada: Menyelidiki penyakit paru metastatik atau primer

Komplikasi pada pasien dengan kanker kolon yaitu: 1

Pertumbuhan tumor dapat menyebabkan obstruksi usus parsial atau lengkap

Metastase ke organ sekitar,

limfogen dan penyebaran langsung

Pertumbuhan dan ulserasi dapat juga menyerang pembuluh darah sekitar kolon yang menyebabkan hemorragi

Perforasi usus dapat terjadi dan mengakibatkan pembentukan abses

Peritonitis dan atau sepsis dapat menimbulkan syok

Euthanasia berasal dari bahasa Yunani yaitu Eu,

terhormat atau Gracefully and With Dignity,

dan Thanatos yang berarti mati

Jadi secara etimologis,

euthanasia dapat diartikan sebagai mati dengan baik

Euthanasia dalam Kamus Oxford English Dictionary dirumuskan sebagai “kematian yang lembut dan nyaman,

dilakukan terutama pada kasus penyakit yang penuh penderitaan dan tak tersembuhkan”

Sedangkan dalam Kamus Kedokteran Dorland euthanasi mengandung dua pengertian,

Suatu kematian yang mudah dan tanpa rasa sakit

Pembunuhan dengan kemurahan hati,

pengakhiran kehidupan seseorang

yang menderita dan tak dapat disembuhkan dan sangat menyakitkan,

secara hati-hati dan disengaja

Jenis-Jenis Euthanasia Bila ditinjau dari cara pelaksanaannya,

eutanasia dapat dibagi menjadi tiga kategori,

Eutanasia agresif Disebut juga eutanasia aktif,

adalah suatu tindakan secara sengaja yang dilakukan oleh dokter atau tenaga kesehatan lainnya untuk mempersingkat atau mengakhiri hidup seorang pasien

Eutanasia agresif dapat dilakukan dengan pemberian suatu senyawa yang mematikan,

Salah satu contoh senyawa mematikan tersebut adalah tablet sianida

Eutanasia non agresif Kadang juga disebut eutanasia otomatis (autoeuthanasia) digolongkan

yaitu kondisi dimana seorang pasien menolak secara tegas dan dengan sadar untuk menerima perawatan medis meskipun mengetahui bahwa penolakannya akan memperpendek atau mengakhiri hidupnya

Penolakan tersebut diajukan secara resmi dengan membuat sebuah “codicil” (pernyataan tertulis tangan)

Eutanasia non agresif pada dasarnya adalah suatu praktik eutanasia pasif atas permintaan pasien yang bersangkutan

Eutanasia pasif

Dapat juga dikategorikan sebagai tindakan eutanasia negatif yang tidak menggunakan alat-alat atau langkah-langkah aktif untuk mengakhiri kehidupan seorang pasien

Eutanasia pasif dilakukan dengan memberhentikan pemberian bantuan medis yang dapat memperpanjang hidup pasien secara sengaja

Beberapa contohnya adalah dengan tidak memberikan bantuan oksigen bagi pasien yang mengalami kesulitan dalam pernapasan,

tidak memberikan antibiotik kepada penderita pneumonia berat,

dilakukan guna memperpanjang hidup pasien,

ataupun pemberian obat penghilang rasa sakit seperti morfin yang disadari justru akan mengakibatkan kematian

Tindakan eutanasia pasif seringkali dilakukan secara terselubung oleh kebanyakan rumah sakit

Penyalahgunaan eutanasia pasif bisa dilakukan oleh tenaga medis maupun pihak keluarga yang menghendaki kematian seseorang,

misalnya akibat keputusasaan keluarga karena ketidaksanggupan menanggung beban biaya pengobatan

Pada beberapa kasus keluarga pasien yang tidak mungkin membayar biaya pengobatan,

akan ada permintaan dari pihak rumah sakit untuk membuat 22

Meskipun akhirnya meninggal,

pasien diharapkan meninggal secara alamiah sebagai upaya defensif medis

Ditinjau dari sudut pemberian izin maka eutanasia dapat digolongkan menjadi tiga yaitu : 1

Eutanasia di luar kemauan pasien Yaitu suatu tindakan eutanasia yang bertentangan dengan keinginan si

Tindakan eutanasia semacam ini dapat disamakan dengan pembunuhan

Eutanasia secara tidak sukarela Eutanasia semacam ini adalah yang seringkali menjadi bahan perdebatan

dan dianggap sebagai suatu tindakan yang keliru oleh siapapun juga

Hal ini terjadi apabila seseorang yang tidak berkompeten atau tidak berhak untuk mengambil suatu keputusan misalnya statusnya hanyalah seorang wali dari si pasien (seperti pada kasus Terri Schiavo)

Kasus ini menjadi sangat kontroversial sebab beberapa orang wali mengaku memiliki hak untuk mengambil keputusan bagi si pasien

Eutanasia secara sukarela

Dilakukan atas persetujuan si pasien sendiri,

namun hal ini juga masih merupakan hal kontroversial

Ditinjau dari sudut tujuan pokok dari dilakukannya eutanasia antara lain yaitu: 1

Pembunuhan berdasarkan belas kasihan (mercy killing)

Eutanasia hewan

Eutanasia berdasarkan bantuan dokter,

ini adalah bentuk lain daripada

eutanasia agresif secara sukarela

Aspek Hukum Euthanasia Dalam mengkaji mengenai aspek tentang Euthanasia yang sampai sekarang masih bagitu banyak pertentangan pro dan kontra terhadap euthanasia,

maka dari itu kita patut melihat euthanasia dari beberapa aspek seperti : 1

Aspek hukum Undang-undang yang tertulis dalam KUHP (pasal 340,

melihat dari Dokter sebagi pelaku utama dalam euthanasia,

khususnya etuhanasia aktif dan dianggap sebagai suatu pembunuhan berencana (pasal 340)

Aspek Hak Asasi Manusia HAM selalu diakaitkan dengan hak hidup,

tidak trcantum dengan jelas hak seseorang untuk mati

Mati sepertinya selalu dihubungkan dengan pelanggaran

Hal ini terbukti dari hukum euthanasia yang cenderung menyalahkan Dokter

Seharusnya jika dianut hak untuk hidup,

secara tidak langsung terbesit hak untuk mati

Aspek Ilmu pengetahuan Pengetahuan kedoteran dapat memperkirakan kemungkinan keberhasilan

upaya tindakan medis untuk mencapai kesembuhan atau pengurangan penderitaan pasien

Aspek agama

Kelahiran dan kematian merupakan hak dari Tuhan sehingga tidak seorangpun di dunia ini yang mempunyai hak untuk memperpanjang atau memperpendek umurnya

Pernyataan ini melarang tindakan euthanasia

BAB V KESIMPULAN

Kode etik profesi tidak bersifat statis

Selalu ada perubahan ke arah yang lebih baik

Perubahan ini dapat disesuaikan dengan perkembangan zaman dan kebutuhan

Pemerintah atau organisasi yang terkait,

bisa melakukan perubahan dengan konvensi dari seluruh profesional bidang profesi

Tapi ada kalanya etika profesi dilanggar

Hal ini biasanya dilakukan oleh para profesional yang kurang baik dalam memberikan jasa pada klien mereka

Sangsi untuk pelanggaran ini dapat berupa sangsi moral dari masyarakat,

atau bisa menjadi hukuman pidana

Perlu juga dilakukan Informed Consent yang merupakan persetujuan tindakan kedokteran yang diberikan oleh pasien atau keluarga terdekatnya setelah mendapatkan penjelasan secara lengkap mengenai tindakan kedokteran yang akan dilakukan terhadap pasien tersebut

Pada kasus ini euthanasia dilarang di Indonesia,

Setiap orang berhak memiliki hak untuk hidup

Pelanggaran-pelanggaran terhadap kasus ini telah diatur dalam Undang-undang Pasal 344,

DAFTAR PUSTAKA 1

Hanafiah MJ,

Etika kedokteran dan hukum kesehatan

Jakarta: EGC

Zuhroni,

Nazaruddin,

Kesehatan dan Kedokteran 2 (Fiqih Kontemporer)

Jakarta : Departemen Agama RI

Majelis Kehormatan Etika Kedokteran

Kode Etik Kedokteran Indonesia

Jakarta : Majelis Kehormatan Etika Kedokteran

Sampurna B,

Syamsu Z,

Siswaja TD

Bioetik dan hukum kedokteran

Jakarta

Wiradharma D

Tindakan Medis Aspek Etis dan Yuridis: syarat legal tindakan medis

Jakarta: Penerbit Universitas Trisakti

Departemen

Available

Accessed on: October 16,