PDF- -pengaruh penambahan limbah kulit kerang hijau - Eprints UMM - Campuran Beton Cangkang Kerang

Description

CAMPURAN BETON CANGKANG KERANG STUDI PENGGUNAAN CANGKANG KERANG LAUT SEBAGAI BAHAN PENAMBAH AGREGAT KASAR PADA CAMPURAN BETON

Mufti A Sultan ST

Arbain Tata ST

Hatta Annur Program Studi Teknik sipil,

universitas khairun ternate Jl

Pertamina kampus II Gambesi,

Ternate selatan ABSTRAK: Beton merupakan salah satu bahan bangunan yang paling banyak digunakan saat ini dalam hal pembangunan fisik,

Beton dibuat dari campuran agregat halus,kasar,semen,dan air dengan perbandingan tertentu,

serta bahan yang biasanya di tambahkan ke dalam campuran beton pada saat atau selama pencampuran berlangsung,

berfungsi untuk mengubah sifat-sifat dari beton agar menjadi lebih cocok dalam pekerjaan tertentu dan lebih ekonomis,

dapat pula ditambahkan dengan bahan campuran tertentu lainnya sesuai keperluan apabila dianggap perlu

Cangkang kerang yang dapat dimanfaatkan untuk bahan penambah campuran beton

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah penambahan agregat cangkang kerang pada campuran beton dapat mempengaruhi sifat mekanis beton

Benda uji yang digunakan berbentuk silinder berdiameter 150 mm,

dan balok 15 cm x 15 cm x 60 cm terdiri dari beton tambahan agregat cangkang kerang sebagai agregat kasar,

dan 55% dari berat agregat Kasar

Jumlah benda uji 45 sampel

Kuat tekan beton 15 sampel,

elastisitas beton 15 sampel dan lentur beton 15 sampel

Mutu beton yang direncanakan adalah f”c = 22

Dari hasil penelitian menunjukkkan penambahan Cangkang kerang sebagai agregat kasar dengan persentase 17%,

elastisitas beton dan kuat lentur beton

Kuat tekan BN 24,03 Mpa,

BCK 17% 10,59 Mpa,

BCK 31% 7,75 Mpa,

BCK 44% 7,13 Mpa dan BCK 55% 6,85 Mpa

Nilai elastisitas dari tiap-tiap variasi,

BN 129046,2437 Mpa,

BCK 17% 122273,9627,

BCK 31% 91216,48187 Mpa,

BCK 44% 65072,93131Mpa dan BCK 55% 57676,805522 Mpa

Dan kuat lentur mempunyai nilai penurunan,

BN 7,37 Mpa,

BCK 17% 5,68 Mpa,

BCK 31% 4,29 Mpa,

BCK 44% 3,02 Mpa,

Dari hasil penambahan Cangkang kerang sebagai agregat kasar,

dapat menurunkan sifat mekanis beton

Kata Kunci: Cangkang Kerang,

Kuat Tekan beton,

Elastisitas beton,

Kuat Lentur Beton

PENDAHULUAN Secara umum bahwa pertumbuhan dan perkembangan industri di indonesia sangat pesat,

hampir sebagian besar material yang digunakan dalam pekerjaan konstruksi adalah beton (concrete) yang dipadukan dengan baja (composite) atau jenis lainya

Konstruksi beton dapat dijumpai dalam pembuatan gedung-gedung,

saluran air dan lainnya yang secara umum di bagi menjadi dua yakni untuk konstruksi bawah (under structure) maupun struktur atas (upper structure)

Umumnya beton merupakan campuran antara semen,

Bahan-bahan yang biasanya ditambahkan ke dalam campuran beton pada saat atau selama pencampuran berlangsung,

berfungsi untuk mengubah sifat-sifat dari beton agar menjadi lebih cocok dalam pekerjaan tertentu dan lebih ekonomis

Bahan-bahan limbah disekitar lingkungan dapat di manfaatkan sebagai bahan tambahan dalam campuran beton

Sebagian besar Indonesia adalah daerah perairan laut oleh karena itu perlu mencari inovasi baru untuk campuran beton dengan menggunakan hasil laut yang sudah tidak dimanfaatkan lagi berupa limbah

Hal tersebut memberikan alternatif untuk memanfaatkan limbah-limbah yang tidak termanfaatkan lagi,

Banyaknya sisa cangkang kerang di sekitar perkampungan nelayan yang tidak dimanfaatkan karena dianggap tidak dapat didaur ulang hanya cangkang kerang bagus yang diambil untuk di buat hiasan

Sisanya yang tidak bagus dan berbau di buang di sekitar bibir pantai

Hal inilah yang mendorong penyelamatan ekosistem alam dengan memanfaatkan limbah sisa cangkang kerang untuk pembuatan beton

Dengan optimalisasi pemanfaatan limbah cangkang kerang ini diharapkan akan mengurangi limbah yang mencemari ekosistem alam

Cangkang kerang mengandung senyawa kimia pozzolan yaitu mengandung zat kapur (CaO),

Alumina dan silika

sehingga Dengan harapan bahwa cangkang kerang dapat meningkatkan kerakteristik beton

Berdasarkan uraian tersebut,

maka penulis tertarik untuk mengadakan penelitian tentang : “STUDI PENGGUNAAN CANGKANG KERANG LAUT SEBAGAI BAHAN PENAMBAH AGREGAT KASAR PADA CAMPURAN BETON” 1

dapat mempengaruhi sifat mekanis pada beton

Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui sifat mekanis beton normal melalui percobaan slump,

berat volume beton dan mengetahui pengaruh kuat tekan,

dan kuat lentur beton jika menggunakan cangkang kerang sebagai bahan penambah agregat kasar

Dan dapat mengurangi pencemaran lingkungan akibat limbah cangkang kerang

maka perlu diberi batasan sebagai berikut : a

Mutu beton direncanakan K-225 b

Cangkang Kerang sebagai bahan penambah agregat kasar,

dan cangkang kerang berasal dari laut Kayoa

Metode pencampuran beton menggunakan SNI

Pengujian kuat beton rata-rata dilakukan pada umur 14 hari

Penelitian dilakukan dengan uji laboraturium di laboratorium Struktur dan Bahan Fakultas Teknik Jurusan sipil Universitas Khairun

Agregat Kasar (batu pecah) berasal kel

Agregat Halus (pasir) berasal dari Kelurahan Kalumata

Uji kuat tekan beton dengan cangkang kerang sebagai bahan penambah agregat kasar di lakukan pada umur 14 hari

Uji Elastisitas beton dengan menggunakan benda uji berbentuk silinder dengan jumlah 15 buah

Uji kuat lentur beton menggunakan benda uji berbentuk balok dengan ukuran 15 x 15 x 60 cm

TINJAUAN PUSTAKA Beton adalah campuran antara semen,

dengan atau tanpa bahan campuran tambahan yang membentuk massa padat

Struktur beton sangat dipengaruhi oleh komposisi dan kualitas bahan-bahan pencampur beton,

yang dibatasi oleh kemampuan daya tekan beton (in a state of compression) seperti yang tercantum dalam perencanaannya

Hal tersebut bergantung juga pada kemampuan daya dukung tanah (supported by soil)

Dengan demikian beton merupakan fungsi dari bahan penyusunnya,

salah satunya terdiri dari pasta semen yang dibentuk dari air dan semen

Pasta semen ini selain mengisi pori-

pori diantara butiran agregat pada beton juga bersifat sebagai pengikat/perekat dalam proses pengerasan

Maka dari itu,

masing-masing komponen tersebut perlu dipelajari sebelum menpelajari beton secara keseluruhan sehingga perencana (engineer) dapat mengembangkan penelitian material yang layak dan memenuhi kekuatan yang diisyaratkan oleh perencana

Ada dua hal yang harus dipenuhi dalam pembuatan beton yaitu pertama sifat-sifat yang harus dipenuhi dalam jangka waktu lama oleh beton yang mengeras seperti kekuatan,

keawetan dan kestabilan volume

Yang kedua Sifat yang harus dipenuhi dalam jangka waktu pendek ketika beton dalam kondisi plastis (workability) atau kemudahan pengerjaan tanpa adanya bleeding dan segregation

Akan tetapi sifat ini tidak dapat dirumuskan dengan pasti dan berlaku untuk semua jenis bahan baku,

kondisi lingkungan dan cuaca disekitar lokasi pekerjaan

Sebagai contoh,

campuran yang mudah dikerjakan untuk pekerjaan lantai belum tentu akan mudah dikerjakan pada cetakan balok dengan penampang sempit serta mempunyai penulangan yang rapat

Campuran beton direncanakan berdasarkan asumsi adanya hubungan antara sifat-sitaf komposisi campuran dan sifat-sifat beton setelah mengeras

Untuk dapat bertahan dengan sifat-sifat ini,

maka beton harus dipadatkan secara seragam pada cetakannya

Dengan demikian,

pengetahuan tentang sifat beton merupakan hal penting dalam upaya menghasilkan beton yang berkualitas baik setelah mengeras

Dalam Teknologi Beton,

istilah kemudahan pengerjaan masih memberikan pengertian yang umum dan untuk dapat memahami sifat ini lebih jauh

Kemudahan pengerjaan atau workability pada pekerjaan beton didefenisikan sebagai kemudahan untuk dikerjakan,

dituangkan dan dipadatkan serta dibentuk dalam acuan (IIsley,

1942:224)

Kemudahan pengerjaan ini diindikasikan melalui nilai slump

Maka sifat ini dapat dijabarkan kedalam sifat-sifat yang lebih spesifik,

yaitu : Sifat kemampuan untuk dipadatkan (compactibility)

Sifat kemampuan untuk dialirkan (mobility)

Sifat kemampuan untuk tetap dapat bertahan seragam (stability)

Keseluruhan sifat yang dibutuhkan untuk suatu campuran yang baik,

dipengaruhi oleh faktor internal dan faktor eksternal

Ternyata untuk dapat memahami mengenai masalah aliran campuran beton segar,

prinsip-prinsip yang terdapat didalam ilmu tentang sifat aliran air atau gas tidak dapat diterapkan pada campuran beton

Ini disebabkan karena ilmu tentang aliran air dan gas didasarkan pada massa yang mempunyai ukuran partikel/molekul atau atom yang seragam

Salah satu sifat yang dapat menggambarkan kedua sifat tersebut adalah sifat kekentalan campuran,

walaupun sifat kekentalan ini tidak identik sepenuhnya dengan sifat-sifat kemudahan untuk dialirkan

Untuk mengukur sifat kemudahan pengerjaan dapat dilakukan dengan metode pengujian slump test

Bertahan disini ialah tidak terjadi perubahan terhadap keseragaman campuran akibat terjadinya pemisahan butiran agregat dengan pasta semen selama proses pengangkutan,

Campuran yang tidak stabil dapat ditandai dengan terpisahnya air dengan benda padat serta timbulnya pemisahan agregat kasar dari pastanya

Pemisahan Agregat Kasar Dari Campuran (segregasi) Pemisahan ini terjadi bila adanya kohesi dari adukan beton tidak mampu untuk menahan butiran agregat untuk tetap mengambang

Beton tidak mungkin dipadatkan apabila terjadi pemisahan agregat kasar dari adukannya,

dan bila ini terjadi maka kualitas beton ditempat tersebut kurang baik

Pengaruh segregasi dapat diatasi dengan mengubah susunan gradasi dan kadar semen,

dimana dengan cara ini campuran yang dihasilkan masih tetap mempunyai sifat kemudahan untuk dikerjakan

Pemisahan Air dari Campuran Dapat terjadi akibat proses pengendapan butiran semen yang mengambang

Proses ini terjadi setelah proses pengecoran dalam bakisting selesai

Bleeding dapat diamati dengan terbentuknya lapisan air yang tergenang dipermukaan beton

Pada campuran beton normal dengan kekentalan agak tinggi,

proses ini terjadi secara bertahap dengan merembesnya air keseluruh permukaan beton

Penguapan Dan Susut Plastis Pada daerah yang beriklim tropis,

penguapan dapat mengganggu sifat kemudahan pengerjaan campuran beton,

karena campuran dengan segera kehilangan keplastisannya sebelum proses pemadatan dapat dilakukan secara sempurna

Penguapan menjadi permasalahan bila tingkat kecepatan penguapan melebihi kecepatan bleeding

Sifat dan kerakteristik campuran beton segar secara tidak langsung akan mempengaruhi beton yang telah mengeras

Pasta semen tidak bersifat elastic sempurna,

tetapi merupakan viscoelastic-solid

Gaya gesek dalam,

susut dan tegangan yang terjadi biasanya tergantung dari energy pemadatan dan tindakan preventive terhadap perhatiannya pada tegangan dalam beton

Hal ini tergantung dari jumlah dan distribusi air,

kekentalan aliran gel (pasta semen) dan penanganan pada saat sebelum terjadi tegangan serta kristalin yang terjadi untuk pembentukan pori

tergantung pada jenis campuran,

serta lama dan kualitas perawatan

Kekuatan beton yang paling umum digunakan adalah sekitar 3000 samapai 6000 psi,

dan beton komersial dengan agregat biasa,

kekuatannya sekitar 300 samapai 10000 psi

Kuat tekan (f’c) dapat ditentukan dengan silinder (berdiameter 15 mm dan tinggi 300 mm) yang dirawat dibawah kondisi standar laboraturium pada kecepatan pembebanan tertentu,

Spesifikasi standart yang dipakai di Amerika Serikat biasanya diambil dari ASTM’ C-39

Perlu dipahami bahwa kekuatan beton pada struktur aktual dapat saja tidak sama dengan kekuatan silinder karena perbedaan pemadatan dan kondisi perawatan

Elastisitas Beton Tolak ukur yang umum dari sifat elastisitas suatu bahan adalah modulus elastic,

yang merupakan perbandingan dari tekanan yang diberikan dengan perubahan bentuk per-satuan panjang,

sebagai akibat dari tekanan yang diberikan

Modulus elastisitas tidak berkaitan langsung dengan sifat-sifat beton lainnya

Meskipun dengan kekuatan yang lebih tinggi dapat juga mempengaruhi elastisitas lebih tinggi

Untuk beton biasa modulus elastisitas berkisar antara 25 – 36 kN/mm 2 dan juga bias bertambah

Cukup penting batang beton yang terjepit sudah berada pada suatu tingkat regangan

Banyaknya bahan-bahan struktural,

berperilaku elastic dan linier ketika di bebani pertama kali,

akibatnya kurva tegangan-tegangan dimulai dengan garis lurus yang melewati titik asalnya

Apabila suatu bahan berperilaku elastic dan juga mempunyai hubungan linier antara tegangan dan regangan,

bahan ini disebut elastic linier

Perilaku ini sangat penting dalam rangka untuk menghindari deformasi permanen akibat luluh

Meskipun disadari bahwa pada kenyataannya bahan beton bersifat tidak serba sama (non homogeneus) dan tidak sepenuhnya elastik,

selama ini cara pendekatan linier juga digunakan dan dianggap benar bagi bahan beton

Hubungan linier antara tegangan dan regangan dinyatakan dalam persamaan hokum Hooke sebagai berikut : σ = εxΕ…………………………

a) Dimana : σ = Tegangan (kg/cm 2),

ε = Regangan,

E = Modulus Elastisitas Kekuatan Lentur Balok adalah bagian dari struktur rumah yang berfungsi untuk menopang lantai diatasnya,

balok juga berfungsi sebagai penyair momen menuju kolom-kolom

Balok dikenal sebagai elemen lentur,

yaitu elemen struktur yang dominan memikul gaya dalam berupa momen lentur dan juga momen geser

Konstruksi balok biasanya berupa balok bertulang yang merupakan konstruksi yang tidak asing lagi dalam bidang teknik sipil

Hampir setiap bangunan sipil baik itu gedung,

Perancangan komponen struktur beton dilakukan sedemikian rupa sehingga tidak timbul retak berlebihan pada penampang sewaktu mendukung beban kerja,

dan masih mempunyai cukup keamanan serta cadangan kekuatan beban dan tegangan lebih lanjut tanpa mengalami runtuh timbulnya tegangan-tegangan lentur akibat terjadinya momen karena beban luar,

dan tegangan tersebut merupakan faktor yang menentukan dalam menetapkan dimensi geometris penampang komponen struktur

Proses perencanaan atau analisis umunya dimulai dengan memenuhi persyaratan terhadap lentur,

kemudian baru segi-segi lainnya seperti kapasitas geser,

analisis sehingga keseluruhannya memenuhi syarat

Seperti diketahui,

untuk bahan yang bersifat sam dan elastic,

distribusi regangan maupun tegangannya linier berupa garis lurus dari garis netral ke nilai maksimum diserat tepi terluar

Dengan demikian nilai tegangannya berbanding lurus dengan nilai-nilai regangan dan hal tersebut berlaku sampai dengan dicapainya batas sebanding

Pada struktur kayu,

nilai regangan lentur izin didapatkan dengan cara lebih langsung dengan menggunakan factor aman pembagi terhadap tegangan lentur patah

Dengan menggunakan cara penetapan tegangan lentur izin seperti tersebut,

yang didasarkan pada anggapan hubungan linier antara tegangan dan regangan,

analisis serta perencanaan struktur kayu dan baja dapat dilakukan

Dengan demikian mengikuti sepenuhnya sesuai dengan teori elastisitas

Kekuatan tekan beton merupakan salah satu kinerja utama beton

Faktor-faktor yang mempengaruhi kekuatan beton dari material penyusunannya ditentukan oleh factor air semen (FAS),

kematangan dan factor intristik lainnya

Faktor Air Semen (FAS) Banyaknya air yang dipakai selama proses hidrasi akan mempengaruhi kerakteristik kekuatan beton jadi

Pada dasarnya jumlah air yang dibutuhkan untuk proses hidrasi adalah berkisar 25% dari berat semen

Jika air yang digunakan kurang dari 25% maka kemudahan dalam pengerjaan tidak akan tercapai

Sebaliknya kekuatan beton akan menurun jika air yang ditambahkan kedalam campuran semakin banyak

FAS yang rendah menyebabkan

air yang ada diantara bagian-bagian semen sedikit dan jarak antara butiran-butiran semen menjadi pendek ( Tri Mulyono,

2004:42)

Pengaruh Porositas Faktor utama yang mempengaruhi kekuatan beton adalah porositas

Kekuatan beton ditentukan oleh faktor ruang kosong /semen

Dimana faktor air semen tidak biasa diterapkan seperti baton yang kurang pasta semen,

beton yang kaku (stiff) dengan pemadatan yang tidak memadai

Faktor Elastisitas Beton Tolak ukur yang umum dari sifat elastisitas suatu bahan adalah modulus elastis,

yang merupakan perbandingan dari tekanan yang diberikan dengan perubahan bentuk per-satuan panjang,

sebagai akibat dari tekanan yang diberikan

Modulus elastisitas tidak berkaitan langsung dengan sifat-sifat beton lainnya,

meskipun kekuatan yang lebih tinggi dapat juga mempengaruhi elastisitas lebih tinggi

Untuk beton biasa modulus elastisitas berkisar antara 25 sampai 36 kN/mm2 dan juga bisa bertambah

Cukup penting bahwa batang beton yang terjepit sudah berada pada suatu tingkat regangan

Kematangan Dan Perkembangan Kekuatan Hidrasi sangat dipengaruhi oleh waktu dan temperature hidrasi sehingga penambahan kekuatan beton juga dikendalikan oleh factor tersebut

Kekuatan tekan beton akan bertambah dengan naiknya umur beton

Kenaikan beton terjadi secara cepat (linier) sampai umur 28 hari,

setelah itu kenaikannya akan mengecil

Kekuatan beton akan terus bertambah sampai beberapa tahun,

biasanya kekuatan tekan rencana beton dihitung pada umur 28 hari

Untuk struktur yang menghendaki kekuatan awal tinggi,

maka campuran dikombinasikan dengan semen khusus atau zat kimia tetapi dengan mempergunakan jenis semen tipe I

Laju kenaikan umur beton sangat tergantung dari penggunaan bahan semen karena semen cenderung secara langsung memperbaiki kinerja tekannya

Tabel 2

Sumber: (PBI 71 dalam Adiyono,

beton berubah bentuk secara lateral dibawah beban aksial,

kontraksi tegangan volumetric pertama kalinya bertambah akibat desifikasi beton

Tetapi kemudahan berubah tanda akibat adanya retak

Bilamana beton mengalami desakan,

maka beton memendek pada arah memanjang dan mengalami pengembangan arah melebar

Perbandingan antara regangan arah melebar dengan arah memanjang dikenal sebagai angka perbandingan poisson

Nilai angka poisson umumnya 0,1 – 0,2 dan pada batasan beban rencana angka ini dapat diambil sebesar 0,2 (L

J Murdock,K

Brook,1999: 12)

atau ketika air mengubah keadaan fisik atau kimianya di dalam pasta

Hampir semua bahan akan menyusut sedikit,

bila dikeringkan dan akan mengembang bila dibasahi

Penyusutan merupakan salah satu penyebab retak dari pada bangunan,

karena bahan bangunan pada umumnya basah pada waktu didirikan dan mongering kemudian

Susut juga terjadi pada semua bahan yang memakai semen sebagai bahan pengikat

Susut dipengaruhi oleh kadar agregat,

kondisi perawatan dan penyimpangan,

Susut dipengaruhi oleh kecepatan angin,

Pada kecepatan angin nol menampakakkan tidak ada retak,

sebaliknya contoh pada 30 0C dan angin 5 m/dt,

kadar air lengas relative 40 % menampakkan retak

Susut terjadi setelah 2 minggu sebesar 14 – 34% dari susut 20 tahun,

setelah 3 bulan 40 – 80% dari susut 20 tahun,

setelah 2 tahun 66 – 85% dari susut 20 tahun ( Paul Nugraha,

Antoni,

Susut dapat dikurangi dengan mengurangi jumlah air dalam campuran beton seminimal mungkin,

menuangkan beton sedikit demi sedikit untuk memberikan kesempatan sebelum terjadinya susut pada bagian berikutnya,

dan menggunakan agregat dengan kerapatan yang tepat dan tidak berpori

3 Rangkak

Rangkak adalah perubahan bentuk dibawah beban tetap

Pemberian beban pada beton akan menyebabkan deformasi elastis

Besarnya deformasi tergantung faktor tegangan kekuatan pada waktu pembebanan,

juga dipengaruhi oleh faktor-faktor seperti proporsi campuran,

ukuran specimen dan kondisi iklim

Keuntungan rangkak seperti bila getas maka akan tidak berguna dan sukar dikerjakan,

cenderung untuk meredakan tegangan sebelum terjadi lebih besar dan menyebabkan retak

Kerugian dari rangkak yaitu deformasi yang besar dan tertekuknya kolom beton

sehingga akan menyebabkan retak

Retak juga mungkin terjadi bila terdapat perbedaan temperature yang tinggi (sampai 20 0C) antara bagian dalam dan bagian luar beton

Penyebab utama dari retak adalah factor air semen,

Semakin banyak air,

semakin besar susut pengeringannya begitu juga kadar semen yang tinggi akan mengakibatkan susut kimianya

Volume dari produk hidrasi adalah lebih kecil 25% dari semula,

hal ini menambah porositas dari pasta

Pencegahan terhadap retak yaitu kadar air yang dipakai harus serendah mungkin,

kandungan agregat setinggi mungkin,

pakai agregat yang bersih terutama bersih dari tanah liat,

Beton yang demikian disebut mempunyai ketahan yang tinggi

Kurangnya ketahanan dapat disebabkan oleh pengaruh luar seperti pengaruh fisik,

misalnya pelapukan oleh cuaca perubahan temperatur yang drastic,

serangan oleh cairan atau gas alami

Secara umum ketahan beton akan bertambah bila permeabilitasnya berkurang

Sangat penting juga untuk memperhitungkan faktor lingkungan dimana beton akan berada dengan memilih proporsi campuran yang dapat memastikan pemadatan sempurna pada faktor air semen yang sesuai

Penyebab dari dalam adalah reaksi alkali-agregat,

perubahan volume dan permeabilitas

Umur efektif beton dapat menjadi lebih singkat dari semestinya apabila dipengaruhi oleh cuaca,

pengikisan pada bangunan keairan,

korosi kimiawi dan kehancuran mekanis

Perlindungan terhadap serangan dapat dilakukan dengan meningkatkan mutu pada bagian permukaan beton saja dengan pelapisan (cauting) seperti cat atau waterproofing

Peningkatan mutu pada bagian permukaan sudah dapat meningkatkan pertahanan beton secara signifikan

Untuk meningkatkan mutu lateralbeton dapat dilakukan dengan menurunkan faktor air semen,

meningkatkan kadar semen dalam beton penambahan material pozzoland seperti fly ash,

silica fume atau blast furnace slag

Metode lain untuk meningkatkan mutu permukaan juga dapat dilakukan dengan permeable formwork,

yaitu metode pengecoran dimana permukaan bekisting dilapisi dengan suatu material yang dapat mengalirkan air yang berlebihan dari beton tetapi tidak mengalirkan pasta semen

Hal ini dapat mengalirkan kelebihan air dipermukaan beton sehingga beton memiliki faktor air semen yang lebih rendah dengan mutu yang lebih tinggi

Komposisi agregat 70%

2004 : 65)

Walaupun hanya sebagai bahan pengisi,

tetapi agregat sangat berpengaruh terhadap sifat-sifat beton itu sendiri terutama yang berhubungan dengan kekuatan beton

Agregat yang digunakan pada campuran beton ada dua,

yaitu : Agregat Kasar Agregat Kasar mempunyai diameter lebih besar dari 5 mm

sifat agregat kasar mempunyai pengaruh terhadap kekuatan beton sehingga harus mempunyai bentuk yang baik,

Agregat kasar dapat diperoleh dari batu pecah dan kerikil alami

Agregat Halus Agregat halus diameternya tidak lebih dari 5 mm

agregat halus dapat diperoleh secara alami maupun buatan

Agregat halus yang baik adalah yang terbebas dari beberapa bahan organik,

lempung dan bahan-bahan lain yang merusak beton

Dari bentuk fisiknya,

agergat halus mempunyai butiran yang tajam,

keras dan butirannya tidak mudah pecah karena cuaca

Pengambilan sumber agregat halus dapat ditemukan pada sungai,

Untuk beton,

agregat dari laut tidak diperbolehkan kecuali ada penanganan khusus

Pengamatan dilakukan secara visual terhadap kemasan kantong 50 kg,

bahan butirannya halus dan tidak terjadi penggumpalan

Kehalusan semen sisa diatas ayakan 0,09 mm maksimum 10% dari berat

Semen berfungsi untuk merekatkan butiran-butiran agregat dalam adukan beton agar terjadi susut massayang padat

Pasta semen adalah campuran antara semen dengan air,

menjadi mortar apabila dicampur dengan pasir

dan akan membentuk beton bila ditambah split

Sesuai dengan tujuan pemakainya,

semen Portland dibagi menjadi lima jenis yaitu : Jenis 1 Untuk kostruksi pada umumnya,

dimana tidak diminta persyaratan khusus pada jenis-jenis lainnya

Jenis 2 Untuk konstruksi terutama sekali bila disyaratkan agar tahan terhadap sulfat dan panas hidrasi yang sedang

Jenis 3 Untuk konstruksi-konstriksi yang menuntut persyaratan kekuatan awal yang tinggi

Jenis 4 Untuk konstruksi-konstriksi yang menuntut persyaratan panas hidrasi yang rendah

Jenis 5 Untuk konstruksi-konstriksi yang menuntut persyaratan sangat tahan terhadap sulfat

air mempunyai beberapa fungsi yaitu sebagai pembersih agregat dari kotoran yang melekat

merupakan media untuk pencampuran

mengecor dan memadatkan serta memelihara beton

Disamping itu juga air berfungsi sebagai bahan baku yang mengakibatkan terjadinya proses kimia,

sehingga semen dapat bereaksi dan mengeras

SNI-03-2847-2002 dalam pasal 5

atau bahan-bahan lain yang merugikan terhadap beton atau tulangan

Air campuran yang digunakan pada beton prategang atau pada beton yang didalamnya tertanam logam alumunium,

termasuk air bebas yang terkandung dalam agregat,

tidak mengandung ion klorida dalam jumlah yang membahayakan

Air yang tidak dapat diminum tidak boleh digunakan,

kecuali ketentuan berikut terpenuhi Pemilihan proporsi campuran beton yang menggunakan air dari sumber yang sama

Hasil pengujian pada umur 14 hari pada silinder yang dibuat dari adukan air yang tidak dapat diminum haus mempunyai kekuatan sekurang-kurangnya sama dengan 90% dari kekuatan benda uji yang dibuat dari air yang dapat diminum

Perbandingan uji kekuatan tersebut harus dilakukan pada adukan serupa,

terkecuali pada air pencampuran yang dan diuji dengan “ Metoda uji kuat tekan untuk mortar semen hidrolis “ (menggunakan specimen kubus dengan ukuran sisi 50 mm)

Kelebihan air akan menyebabkan semen bergerak kepermukaan adukan beton segar yang baru saja dituang sehingga menyebabkan kekuatan beton berkurang

Untuk itu penggunaan air harus diperhitungkan dengan teliti agar kekuatan beton tidak berkurang dan mudah dalam pengerjaan (Tri Mulyono,

2004:51)

Dalam pengertian paling luas,

kerang berarti semua moluska dengan sepasang cangkang

Dengan pengertian ini,

lebih tepat orang menyebutnya kerang-kerangan dan sepadan dengan arti clam yang dipakai di Amerika

Contoh pemakaian seperti ini dapat dilihat pada istilah "kerajinan dari kerang"

Kata kerang dapat pula berarti semua kerang-kerangan yang hidupnya menempel pada suatu obyek

Ke dalamnya termasuk jenis-jenis yang dapat dimakan,

seperti kerang darah dan kerang hijau (kupang awung),

namun tidak termasuk jenis-jenis yang dapat dimakan tetapi menggeletak di pasir atau dasar perairan,

Kerang juga dipakai untuk menyebut berbagai kerang-kerangan yang bercangkang tebal,

dengan pola radial pada cangkang yang tegas

Dalam pengertian ini,

kerang hijau tidak termasuk di dalamnya dan lebih tepat disebut kupang

Pengertian yang paling mendekati dalam bahasa Inggris adalah cockle

Dalam pengertian yang paling sempit,

yang dimaksud sebagai kerang adalah kerang darah (Anadara granosa),

sejenis kerang budidaya yang umum dijumpai di wilayah Indo-Pasifik dan banyak dijual di warung atau rumah makan yang menjual hasil laut

Gambar 2

Jenis-jenis kerang yang dapat di konsumsi Semua kerang-kerangan memiliki sepasang cangkang (disebut juga cangkok atau katup) yang biasanya simetri cermin yang terhubung dengan suatu ligamen (jaringan ikat)

Pada kebanyakan kerang terdapat dua otot adduktor yang mengatur buka-tutupnya cangkang

Kerang tidak memiliki kepala (juga otak) dan hanya simping yang memiliki mata

Organ yang dimiliki adalah ginjal,

Kerang dapat bergerak dengan

"kaki" berupa semacam organ pipih yang dikeluarkan dari cangkang sewaktu-waktu atau dengan membukatutup cangkang secara mengejut

Sistem sirkulasinya terbuka,

berarti tidak memiliki pembuluh darah

Pasokan oksigen berasal dari darah yang sangat cair yang kaya nutrisi dan oksigen yang menyelubungi organ-organnya

Makanan kerang adalah plankton,

Kerang sendiri merupakan mangsa bagi cumi-cumi dan hiu

Semua kerang adalah jantan ketika muda

Beberapa akan menjadi betina seiring dengan kedewasaan 2

Kerang darah merupakan binatang laut kelompok shellfish (bertempurung) yang mempunyai nilai gizi yang tinggi,

gurih dan banyak di gemari oleh masyarakat

Kerang darah adalah nama sekumpulan molusca dwicangkerang daripada family cardiidade yang merupakan salah satu komuditi perikanan yang telah lama di budidayakan sebagai salah satu usaha sampingan masyarakat pesisir

Teknik budidayanya mudah di kerjakan,

tidak memerlukan modal yang besar dan dapat di panen setelah berumur 6 – 7 bulan

Hasil panen per hektar per tahun dapat mencapai 200 – 300 ton kerang utuh atau sekitar 60 – 100 ton daging kerang

Cangkang kerang darah mengandung kapur,

Adapun komposisi kimia yang terkandung dalam canggkang kerang sebagai berikut: Komponen Cangkang Kerang (kadar % berat) CaO 67,072 SiO2 8,252 Fe2O3 0,402 MgO 22,652 AL2O3 1

Kapur telah di gunakan salama berabad-abad lamanya sebagai bahan adukan dan plesteran untuk bangunan

Hal tersebut terlihat pada piramida-piramida di mesir yang di bangun 4500 tahun sebelum masehi

Kapur di gunakan sebagai bahan pengikat selama jaman romawi dan yunani

Orang-orang romawi menggunakan beton untuk membangun colloseum dan parthenon,

dengan cara mencampur kapur dengan abu gunung yang mereka peroleh di dekat pozzuoli,

italia dan mereka namakan pozzolan

METODE PELAKSANAAN PENELITIAN 3

Penelitian dapat berjalan dengan sistimatis dan lancar serta mencapai tujuan yang diinginkan tidak terlepas dari metode penelitian yang disesuaikan dengan prosedur,

Penelitian ini merupakan studi eksperimental yang dilaksanakan di Laboratorium Struktur dan Bahan Jurusan Sipil Fakultas Teknik Universitas Khairun Ternate

Benda uji yang direncanakan 45 buah untuk pengujian beton karakteristik,

dan elastisitas beton masing-masing 15 sampel dengan cangkang kerang sebagai pengganti aggregat kasar pada campuran beton untuk pengujian beton pada umur 14 hari

Pada penelitian ini data yang diperlukan diperoleh dari percobaan di Laboratorium Struktur dan Bahan Jurusan Sipil Fakultas Teknik Universitas Khairun Ternate

bahan yang digunakan merupakan bahan lokal dari daerah Kota Ternate dan peralatan yang digunakan tersedia pada Laboratorium Struktur dan Bahan Jurusan Sipil Fakultas Teknik Universitas Khairun Ternate

Bahan dan peralatan yang digunakan adalah sebagai berikut: a

Bahan Bahan yang digunakan pada campuran beton adalah sebagai berikut: Semen

Semen sebagai bahan pengikat adukan beton menggunakan Semen Portland Tipe I merek Tonasa

Pengamatan dilakukan secara visual terhadap kemasan kantong 50 kg,

tertutup rapat dan butiran halus serta tidak terjadi pengumpalan

Agregat Halus (Pasir)

Agregat halus yang digunakan adalah pasir alam yang diambil dari Kelurahan Kalumata

Agregat Kasar Agregat kasar yang digunakan adalah cangkang kerang,

dan batu pecah yang diambil dari Kelurahan Togafo

Air yang digunakan adalah air yang diambil dari Laboratorium Struktur dan Bahan Jurusan Sipil Fakultas Teknik Universitas Khairun Ternate

Pengamatan yang dilakukan secara visual,

Cangkang kerang Pada penilitian ini menggunakan cangkang kerang sebagai bahan penambah agregat kasar,

yang di peroleh dari laut kayoa yang sudah tidak digunakan lagi (limbah)

Peralatan Peralatan yang digunakan pada penelitian ini adalah saringan,

alat uji tekan dan alat uji lentur

untuk pengujian beton karakteristik 30 buah sampel,

Elastisitas,

dan kuat lentur masingmasing 15 buah sampel yang di gunakan pada umur beton 14 hari

Komposisi benda uji yang digunakan dapat di lihat pada tabel 3

Tabel 3

Kode BN BCK-10T

Jumlah sampel 3 3

BCK-20T

BCK-30T

BCK-40T

Catatan : benda uji berbentuk silinder Keterangan : BN : Beton Cangkang Kerang 0% / Beton Normal BCK-10T : Beton Cangkang Kerang 17% / Uji Tekan Beton BCK-20T : Beton Cangkang Kerang 31% / Uji Tekan Beton BCK-30T : Beton Cangkang Kerang 44% / Uji Tekan Beton BCK-40T : Beton Cangkang Kerang 55% / Uji Tekan Beton

Tabel 3

Kode BN

Jumlah sampel 3

BCK-10T

BCK-20T

BCK-30T

BCK-40T

Catatan : benda uji berbentuk silinder Keterangan : BN : Beton Cangkang Kerang 0% / Beton Normal BCK-10E : Beton Cangkang Kerang 17% / Uji Elastisitas BCK-20E : Beton Cangkang Kerang 31% / Uji Elastisitas BCK-30E : Beton Cangkang Kerang 44% / Uji Elastisitas BCK-40E : Beton Cangkang Kerang 55% / Uji Elastisitas

Tabel 3

sampel Beton normal 17% Cangkang kerang + 83% batu pecah 31% Cangkang kerang + 69% batu pecah 44% Cangkang kerang + 56% batu pecah 55% cangkang kerang + 45% batu pecah

BN BCK-10T

BCK-20T

BCK-30T

BCK-40T

Catatan : benda uji berbentuk silinder Keterangan : BN : Beton Cangkang Kerang 0% / Beton Normal BCK-10L : Beton Cangkang Kerang 17% / Uji Lentur BCK-20L : Beton Cangkang Kerang 31% / Uji Lentur BCK-30L : Beton Cangkang Kerang 44% / Uji Lentur BCK-40L : Beton Cangkang Kerang 55% / Uji Lentur 3

Melakukan penimbangan bahan-bahan,

kerikil dan cangkang kerang sesuai dengan kebutuhan rencana campuran adukan beton

Memasukkan kerikil,

dilanjutkan dengan menghidupkan mixer tersebut

Pada saat mixer mulai berputar diusahakan selalu dalam keadaan miring sekitar 45 o,

agar terjadi adukan beton yang merata

Mempersiapkan cetakan-cetakan selinder dan balok yang akan dipakai untuk mencetak benda uji dengan terlebih dahulu diolesi oli

Memasukkan adukan beton kedalam cetakan dengan memakai cetok,

dilakukan sedikit demi sedikit sambil ditusuk-tusuk agar tidak keropos

Adukan yang telah dicetak ditempatkan pada tempat yang terlindung dari sinar matahari dan hujan serta didiamkan selama ±24 jam

Cetakan dapat dibuka,

dengan memberi kode/keterangan pada beton

Perawatan Beton Benda uji yang telah dilepas dari cetakannya dan diberikan tanda dirawat dengan cara merendamnya di dalam bak air sampai batas waktu pengujian kekuatan beton

Perawatan benda uji ini dilakukan berdasarkan ASTM C 171—03

Perawatan benda uji dilakukan dengan tujuan untuk : 1

Mencegah terjadinya penguapan air yang terlalu cepat pada beton yang masih muda,

sehingga dapat menyebabkan retaknya permukaan beton

Menstabilkan hidrasi semen sehingga memperbesar kemungkinan tercapainya kekuatan beton yang disyaratkan

Uji Kuat Tekan Kekuatan tekan merupakan salah satu kinerja utama beton

Kekuatan tekan adalah kemampuan beton untuk menerima gaya tekan per satuan luas

Walaupun dalam beton terdapat tegangan tarik yang kecil,

diasumsikan bahwa semua tegangan tekan didukung oleh beton tersebut

Kekuatan beton mengidentifikasikan mutu dari sebuah struktur

Semakin tinggi tingkat kekuatan struktur yang dikehendaki,

semakin tinggi pula mutu beton yang dihasilkan

Kuat tekan diwakili oleh tegangan maksimum f’c dengan satuan Newton per mm2 atau Mpa

Pengujian kuat tekan dilakukan dengan menggunakan Universal Testing Machine dengan kapasitas 1500 kN

Pengujian ini dilakukan berdasarkan ASTM C 469-02

Berdasarkan penelitian yang dilakukan sesuai standar (ASTM C 469-02) memberikan rumus sebagai berikut : Kuat Tekan Beton = P/A kg/cm2………

Modulus elastisitas adalah rasio dari tegangan normal tarik atau tekan terhadap regangan yang bersangkutan,

di bawah batas proporsional dari material

Modulus Elastisitas suatu bahan menggambarkan besarnya tegangan pada suatu regangan

Berdasarkan penelitian yang dilakukan sesuai standar ASTM,

(ASTM C 469-02) memberikan rumus sebagai berikut :

S2 = tegangan pada saat mencapai 40% dari beban maksimum (MPa)

= tegangan pada saat pada saat regangan longitudinal ( ) sebesar 0,00005 (MPa)

= Regangan longitudinal yang dihasilkan oleh tegangan S2

Untuk modulus elastisitas,

Untuk nilai Wc di antara 1500 kg/m 3 dan 2500 kg/m3,

nilai modulus elastisitas beton (Ec) dapat diambil sebesar

Wc = berat volume beton (kg/m3) f,c = kuat tekan beton yang diisyartkan (MPa)

Sedangkan rumus empiris yang diberikan oleh beberapa buku untuk beton mutu tinggi (high strength concrete),

yaitu untuk mutu MPa adalah sebagai berikut : Modulus elastisitas (E) Mpa

f’c = kuat tekan beton yang diisyaratkan (MPa)

Wc = berat satuan beton (kg/m3)

Uji Kuat Lentur Beton Beton selain digunakan sebagai kolom untuk menahan gaya tekan,

beton juga digunakan sebagai balok dalam konstruksi

Pada setiap penampang terdapat gaya-gaya dalam yang dapat diuraikan menjadi komponen-komponen yang saling tegak lurus dan menyinggung terhadap penampang tersebut

Komponenkomponen yang tegak lurus terhadap penampang tersebut merupakan tegangan-tegangan lentur (tarik pada salah satu sisi pada sumbu netral dan tekan pada sisi penampang lainnya)

Fungsi dari komponen ini adalah untuk memikul momen letur pada panampang

Komponen-komponen yang menyinggung penampang dikenal sebagai tegangan regangan geser dan komponen tersebut memikul gaya-gaya geser

Pengujian kuat lentur dilakukan dengan menggunakan Universal Testing Machine dengan kapasitas 2000 N,

pengujian kuat lentur ini dilakukan berdasarkan ASTM C 293-02

Untuk perhitungan kuat lentur yang dilakukan sesuai dengan metode ASTM,

( ASTM C 293-02) memberikan rumus sebagai berikut : MR = PL/bd2 ……………………………

P = beban maksimum pada balok yang diberikan oleh mesin penguji kuat lentur (N) L'= panjang tumpuan balok (cm/inchi) B = lebar rata – rata benda uji (cm/inchi) d'= tinggi rata – rata benda uji pada bagian yang akan terjadi patahan (cm/inchi) 3

Bagan Alur Penelitian

HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Pengujian Agregat Halus Dari hasil pemeriksaan yang dilakukan di laboratorium Struktur dan Bahan Universitas Khairun Ternate,

dengan menggunakan material pasir alam yang berasal dari kelurahan kalumata,

Hasil pengujian agregat halus dapat dilihat pada tabel 4

Tabel 4

No 1 2 3

Jenis Pengujian Kadar Lumpur Kadar Air Agregat Penyerapan

Hasil Pemeriksaan 3,10%

Spesifikasi SNI 0,2% – 5%

3% – 5%

Air Agregat Berat Jenis Kering Oven Berit Jenis Kering Permukaan,

Jenuh Air Berat Jenis Semu Modulus Kehalusan Agregat

4 5 6 7

Sumber : Hasil Pengujian Laboratorium Hasil Pengujian Agregat Kasar Agregat kasar yang digunakan pada penelitian ini adalah batu pecah yang berasal dari Kelurahan Togafo,

Kecamatan Ternate Selatan

Hasil pengujian agregat kasar dapat dilihat pada tabel 4

Tabel 4

Jenis Pengujian

Kadar Lumpur Kadar Air Agregat Penyerapan Air Agregat Berat Jenis Kering Oven Berit Jenis Kering Permukaan,

Jenuh Air Berat Jenis Semu Modulus Kehalusan Agregat Keausan/Abrasi dengan mesin Los Angeles Volume batu pecah

Hasil Pemeriksaan 0,90%

Spesifikasi SNI 0,2% – 1%

Sumber : Hasil Pengujian Laboratorium Hasil Pengujian Agregat Kasar Cangkang Kerang Agregat kasar cangkang kerang berasal dari pulau kayoa,

Kecamatan kayoa

Hasil pengujian agregat kasar dapat dilihat pada tabel 4

Tabel 4

Jenis Pengujian Kadar Lumpur Kadar Air Agregat Berat Volume Kondisi Lepas Berat Volume Kondisi Padat Modulus Kehalusan Volume cangkang

Hasil Pemeriksaan

Spesifikasi SNI

Sumber : Hasil Pengujian Laboratorium 4

Perencanaan Campuran Beton Perhitungan rancangan campuran beton normal yang didasarkan pada hasil pengujian agregat kasar dan agregat halus,

untuk mutu beton K-225 dengan metode SNI,

berdasarkan kadar air bebas 205 kg/m3,

berikut hasil perhitungan campuran beton normal

Perhitungan Proporsi Campuran Beton Normal Komposisi Pembuatan campuran beton variasi / beton normal,

untuk 45 sampel dari hasil perhitungan campuran metode SNI,

Menggunakan silinder dapat dilihat pada lampiran 1)

Dari hasil perhitungan pada lampiran 1,

Tabel 4

Untuk proporsi 3 sampel (kg) 9,311 3,911 12,936 15,818

jumlah sampel sebanyak 45 masing-masing persentase sebanyak 3 sampel

Perhitungan proporsi pada tiap-tiap kebutuhan variasi dapat dilihat pada lampiran 2

Tabel 4

Bahan/ Material Semen Air Agregat Halus Agregat kasar (Batu Pecah) Agregat kasar (CK)

BN (kg) 9,31 1 3,91 1 12,9 36 15,8 18 0

BC K 17 % 9,31 1 3,91 1 12,9 36 14,2 36 1,58 2

BC K 31 % 9,3 11 3,9 11 12,

936 12,

654 3,1 64

BC K 44 % 9,31 1 3,91 1 12,9 36 11,0 73 4,74 5

BCK 55 % 9,31 1 3,91 1 12,9 36 9,49 1 6,32 7

Pengujian kuat tekan beton pada umur rencana 14 hari dengan menggunakan variasi 17% Cangkang Kerang,

Perbandingan campuran beton terhadap kuat tekan beton dapat dilihat pada tabel 4

Kuat Tekan Beton Pengujian terhadap kuat tekan beton dilakukan untuk mendapatkan gambaran mutu beton tersebut

Semakin tinggi kekuatan struktur yang dikehendaki semakin tinggi pula mutu beton yang dihasilkan

Hasil rekapitulasi pengujian beton dan hubungannnya terhadap variasi cangkang kerang dapat dlihat pada tabel 4

Berdasarkan pada tabel 4

maka diperoleh rekapitulasi hasil pengujian kuat tekan sebagai berikut: Tabel 4

1 2 3 4 5

Kode Sampel BN BCK 17% BCK 31 % BCK 44 % BCK 55 %

Cangkang Kerang

Kuat Tekan Ratarata MPa

Sumber : Hasil Pengujian Laboratorium Dari hasil pengujian kuat tekan beton normal diperoleh 24,03 MPa,

setelah agregat Kasar di tambahkan dengan Cangkang kerang yang sebesar 17% kuat tekan beton mengalami penurunan menjadi 10,59 MPa,

ditambahkan 31% kuat tekan beton menjadi 7,75 MPa,

ditambahkan 44% kuat tekan beton menjadi 7,13 MPa,

dan bila ditambahkan 55% maka kuat tekan beton menjadi 6,85 MPa

Dari data hasil kuat tekan beton dengan variasi agregat Cangkang Kerang sebagai agregat kasar seperti yang terlihat pada tabel 4

Dan 55%

Grafik 4

Selain kuat tekan beton mengalami perubahan nilai slumpnya juga berubah

Hal ini disebabkan dengan bertambahnya Cangkang Kerang kemudahan pekerjaan semakin baik,

tetapi mengurangi kekuatan beton

Berdasarkan nilai slump pada tabel 4

dan naik pada penambahan cangkang kerang dari 17% menjadi 18 cm,

penambahan 44% kenaikan menjadi 23 cm dan pembahan 55% Kenaikan menjadi 25 cm

Kenaikan nilai slump dikarenakan penyerapan air pada Cangkang Kerang sangat Kecil

Jadi pengaruh penambahan Cangkang Kerang pada campuran beton dapat menurunkan kuat tekan beton pada penambahan 17%,

dari beton karakteristik atau beton normal yang direncanakan kekuatannya 2,25 Mpa

Sehingga dalam pembuatan beton dengan menggunakan agregat pengganti seperti ini tidak baik,

jika persentase Cangkang Kerang yang digunakan semakin tinggi akan dapat menurunkan kekuatan beton

sifat- sifat dari agregat dan semen kecepatan pembebanan,

serta jenis dan ukuran benda uji

Hasil pengukuran modulus elastisitas pada umur beton 14 hari yang diperoleh di laboratorium dapat dilihat pada lampiran pengujian modulus elastisitas

Tabel 4

1 2 3 4 5

Kode Sampel

BN BCK 17 % BCK 31 % BCK 44 % BCK 55 %

Modulus elastisitas

(Hari )

0 1,582

Rata-rata

Sumber : Hasil Pengujian Laboratorium Dari hasil pengujian elastisitas beton normal diperoleh 129046,2437 MPa,

setelah agregat kasar cangkang kerang ditambahkan sebesar 17% elastisitas beton mengalami penurunan menjadi 122273,9627 MPa,

ditambahkan 31% elastisitas beton menjadi 91216,48187 MPa,

ditambahkan 44% agregat cangkang kerang beton menjadi 65072,93131 MPa,

dan bila ditambahkan 55% maka elastisitas beton menjadi 57676,805522 MPa

Dari data hasil pengujian modulus elastisitas beton dengan variasi agregat Cangkang Kerang sebagai agregat kasar,

seperti yang terlihat pada tabel 4

Dan 55%

Grafik 4

3Kuat Lentur Pada Pengujian kuat lentur terhadap beton yang menggunakan balok sederhan berukuran 0,15 x 0,15 x 0,60 meter dengan pembebanan suatu titik yang dilakukan sesuai standar ASTM C 293 – 02 ( Standart Test Method Flexural Of Concrete Using Simple Beam Center-Point Loading)

Pengujian terhadap kuat lentur sederhana dilakukan untuk memperoleh besarnya gaya-gaya maksimum yang dapat dipikul oleh balok tersebut sebelum mengalami keruntuhan serta besarnya nilai lendutan (deformasi) yang dialami oleh beton akibat adanya gaya atau pembebanan yang diberikan pada beton

Oleh karena itu,

pengujian terhadap kuat lentur ini dilakukan untuk menentukan kharakteristik dari beton cangkang kerang

Tabel 4

Kode Sampel

Cangkang Kerang (kg) 0

Kuat Lentur Ratarata MPa

2 3 4 5

BCK 17 % BCK 31 % BCK 44 % BCK 55 %

Sumber : Hasil Pengujian Laboratorium Dari hasil pengujian kuat lentur beton normal diperoleh 7,37 MPa,

setelah agregat halus diganti dengan agregat bata merah yang ditambahkan sebesar 17% kuat lentur beton mengalami penurunan menjadi 5,68 MPa,

ditambahkan 31% kuat lentur beton menjadi 4,29 MPa,

ditambahkan 44% kuat lentur beton menjadi 3,02 MPa,

dan bila ditambahkan 55% maka kuat lentur beton menjadi 2,66 MPa

Dari data hasil kuat Lentur beton dengan variasi agregat Cangkang Kerang sebagai agregat kasar seperti yang terlihat pada tabel 4

Dan 55%

Grafik 4

maka dapat diambill kesimpulan bahwa: Penambahan cangkang kerang dalam campuran beton sebagai agregat kasar menyebabkan terjadinya penurunan pada kuat tekan,

elastisitas dan kuat lentur beton

Selain itu slump pun mengalami peningkatan pada setiap peningkatan persentasenya,

karena kadar penyerapan air pada cangkang kerang sangat sedikit,

hal ini dapat meningkatkan kemudahan dalam pengerjaan,

tetapi dapat mengurangi kekuatan beton

Beton dengan beragregat kasar cangkang kerang tidak dapat digunakan pada jenis konstruksi struktural,

karena semakin tinggi jumlah cangkang kerang yang digunakan maka mutu beton yang dihasilkan semakin rendah,

tetapi bisa digunakan pada konstruksi non-struktural

Saran Pada setiap penelitian diharapkan mendapatkan hasil yang akurat,

untuk itu peneliti menyarankan beberapa hal sebagai berikut: Pencampuran agregat kasar,

halus dan semen di dalam mixer sebelum ditambahkan air diharuskan lebih dari 1 menit,

agar mendapatkan hasil campuran yang merata

Perlu dilaksanakan penelitian lanjutan dengan variasi nilai FAS

Perlu penambahan peralatan laboratorium seperti vibrator atau alat pemadat,

Agregat yang akan diuji diusahakan dalam keadaan jenuh kering permukaan agar air yang direncanakan sesuai dengan perencanaan

DAFTAR PUSTAKA Adiyono,

Menghitung Konstruksi Beton Untuk Pengembangan Rumah Bertingkat dan Tidak Bertingkat,

Penerbit Penebar Swadaya,

Jakarta

Amri Sjafey,

Teknologi Beton A-Z,,

Penerbit Yayasan John Hi-Tech Idetama,

Jakarta

Pemanfaatan Kulit Kerang Dan Resin Epoksi Terhadap Karakteristik Beton Polimer,

Universitas Sumatera Utara,2009

Mulyono Tri

Teknologi Beton

Penerbit Andi Yogyakarta

Murdock,

Brook K

Bahan Dan Praktek Beton,

Edisi Ke empat

Penerbit Erlangga,

Jakarta

Nugraha Paul,

Antoni,

Teknologi Beton,

Penerbit ANDI,

Yogyakarta

SNI 03 – 2847 – 2002

Tata Cara Perhitungan Struktur Beton Untuk Bangunan Gedung (Beta Versión) Cetakan pertama D

Campuran Beton K 100 s.d K 350 Berdasarkan SNI (1)

BAB II KAJIAN TEORI A Beton Beton adalah hasil campuran antara

PDF Tabel Mutu Beton Esy esjrjfy esy es C11D9D3 tabel mutu beton pdf PDF Tabel Mutu Beton Esy esjrwjb esy es 628BCE7 tabel mutu beton pdf PDF MIX DESIGN Soal Rencanakan campuran beton untuk f'c 30MPa zacoeb lecture ub

Campuran Beton

analisis kuat tekan beton dengan bahan tambah serbuk halus gelas

Campuran Beton Normal, Badan Standarisasi Nasional Anonim, (2013), SNI 2847 2013 Tata Cara Perencanaan Struktur Beton untuk Bangunan Gedung  SNI 03 2834 2000 Standar Nasional Indonesia Tata cara pembuatan rencana campuran beton normal ICS 91 100 30 Badan Standardisasi Nasional BSN 

Campuran Multikomponen

Img - Repositori Universitas Andalas - Unand

PDF i VALIDASI METODE PENETAPAN KADAR CAMPURAN repository usd ac id 17324 2 068114163 Full pdf PDF penetapan kadar campuran parasetamol dan USD Repositoryrepository usd ac id 17361 2 068114175 Full pdf PDF Metadata Analisis multikomponen campuran

Campus 4 Livre

Présentation d'un travail universitaire - Université de Moncton

PDF Off Campus Saison 4 The Goal (New Romance) (French Edition)ekladata ialouhH Off Campus Tome 4 The Goal Elle Kennedy pdf PDF GUIDE DE l'étudiant Campus France Comores ores campusfrance guide de l etudiant 2015 2016 pdf

Campus Italia vol 1 A1-A2

INFORMAZIONI PERSONALI Dssa Cristina Lucidi

italy fju edu tw bulletinfile 104各年級書單 pdf 1 Campus Italia vol 2 Level:intermediate B1 B2 價錢請洽敦煌書局 2 義義字典Italiano Dizionario Compatto Della Lingua Italiana 價錢請洽敦煌書局 3 意大利語科技文選 張密著 價錢請洽敦煌書局 4 早安!義大利Buongiorno Italia 價錢請洽敦煌書局 practiquemos pdf s ejercicios espanol 1 pdf practiquemos

Campus Journalism - Copyreading and Headline Writing

SCHOOLS DIVISION OFFICE OF KABANKALAN CITY City of Kabankalan

acadshare wp content uploads 2018 05 COPYREADING AND CAMPUS JOURNALISM WORKSHEET COPYREADING AND HEADLINE WRITING (ON HEADLINE WRITING) 11 Historical present tense is used if the verb is in ilhadocampeche copy reading headline writing

CAMPUS Kit

campus club - Lions Clubs International

Seize the Awkward – Campus Activation Brief So – you're ready to help people “ Seize the Awkward” at your college or university We're excited for you Prospective Campus Chapter Tool Kit 1 2 Who is Habitat for Humanity? Ways to get involved in Habitat for

Campus Recruitment Book

Campus Recruitment System Project Sourcecodeonline - Best Seller

PDF Complete Reference Campus Recruitment campusrecruitment co in CampusRecruitmentBook pdf PDF Solved Papers Campus Recruitment campusrecruitment co in CampusRecruitmentSolvedPapers pdf PDF Campus Recruitment Amazon S3 s3 ap southeast 1 amazonaws

Campus Recruitment System

Campus Recruitment Process - International Journal of Engineering

PDF Efficient Automation Process In Campus Recruitment System Ijser ijser Efficient Automation Process In Campus Recruitment System pdf PDF Campus Recruitment and Placement Systemdata conferenceworld in bit gkp 40 pdf PDF Campus Placement Automation

Home back Next
<